Menjelaskan Pengertian Wacana dengan singkat

Wacana adalah salah satu bagian dari strata kebahasan yang menduduki posisi tertinggi. Berdasarkan pernyataan itu, dapat dikatakan bahwa wacana merupakan satuan bahasa terlengkap, yang dalam hirarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar.

Menurut Alwi, dkk (2003:42), wacana adalah rentetan kalimat yang berkaitan sehingga membentuk makna yang serasi di antara kalimat-kalimat itu. Menurut Tarigan (dalam Djajasudarma, 1994:5), wacana adalah satuan bahasa terlengkap dan tertinggi atau terbesar di atas kalimat atau klausa dengan koherensi dan kohesi tinggi yang berkesinambungan, yang mampu mempunyai awal dan akhir yang nyata.

Lebih lanjut, menurut Kinneavy (dalam Supardo 1988:54) wacana pada umumnya adalah teks yang lengkap yang disampaikan baik secara lisan maupun tulisan yang tersusun oleh kalimat yang berkaitan, tidak harus selalu menampilkan isi yang koheren secara rasional. Wacana dapat diarahkan ke satu tujuan bahasa atau mengacu sejenis kenyataan.

Dari beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa wacana adalah satuan bahasa yang terstruktur secara lengkap yang disajikan secara teratur dan membentuk suatu makna yang disampaikan secara tertulis maupun lisan. Dalam peristiwa komunikasi secara lisan, dapat dilihat bahwa wacana sebagai proses komunikasi antar penyapa dan pesapa, sedangkan dalam komunikasi secara tulis, wacana terlihat sebagai hasil dari pengungkapan ide/gagasan penulis.

Wacana berasal dari bahasa Inggris “discourse” merupakan tulisan atau ucapan yang merupakan wujud penyampaian pikiran secara formal dan teratur. Dalam realisasinya wacana diwujudkan dalam bentuk karangan yang utuh (novel, buku, seri ensiklopedi, dan sebagainya), paragraf, kalimat, atau kata yang membawa amanat yang lengkap. Wacana yang diwujudkan dalam bentuk karangan akan ditandai oleh satu judul karangan. Wacana yang diwujudkan dalam bentuk karangan (karangan yang dituliskan) akan ditandai oleh satu judul karangan. jika karanagan itu dilisankan, maka wacana tersebut akan ditandai oleh adanya permulaan salam pembuka dan adanya penyelesaian dengan salam penutup.

 

Di atas dikatakan bahwa wacana dapat berbentuk karangan utuh, paragraf, kalimat, atau kata. Hal ini menunjukkan bahwa panjang pendeknya karangan bersifat relatif. Artinya, wacana itu dapat panjang sampai berjilid-jilid, dapat pula hanya atas satu paragraf. Jadi ciri penanda wacana bukan dilihat dari panjang pendeknya pernyataan, tetapi dilihat dari kelengkapan amanat yang disampaikan.