Menjelaskan Pengertian Sistem 2 Kamar dengan singkat

Sistem parlemen dengan dua kamar yakni kebalikan dari sistem satu kamar di mana ada pembagian badan legislatif laksana kamar kesatu yang biasa dinamakan dengan first chamber atau biasa disebut pun sebagai Majelis Rendah (DPR, House of Commons, House of Representatives). Sedangkan guna kamar kedua atau dikenal dengan nama second chamber disebut pun sebagai Majelis Tinggi (Upper House, Senate, House of Lords).

Seperti yang telah diterangkan di atas andai sistem parlemen kamar dua terdiri atas Majelis Tinggi dan Majelis Rendah di mana masing-masing kamar mewakili kepentingan sejumlah kelompok tertentu, laksana Majelis Tinggi mewakili khusus kumpulan fungsional dan Majelis Rendah mewakili kepentingan rakyat. Dalam pemilihan anggotapun juga bertolak belakang-beda, contoh untuk Majelis Tinggi dipilih menurut pertimbangan dengan kriteria perwakilan atas kewilayahan atau teritorial, kumpulan sosial atau kelas, kumpulan fungsional, etnis dan beda sebagainya tetapi masih cocok dengan kemauan rakyat.

Baca Juga : 

Sedangkan guna pemilihan anggota Majelis Rendah dilaksanakan dengan teknik melakukan pemilihan atau mewakili rakyat menurut jumlah atau proporsi politik penduduk. Pada lazimnya dipilih melewati partai politk yang saling bersaing pada suatu pemilihan.

Pada sistem dua kamar ini bertujuan supaya dapat saling memantau atau checks and balances antara legislatif, eksekutif dan yudikatif saja tetapi pun saling memantau dalam hal dominasi legislatif tersebut sendiri. Sistem dua kamar yang berlaku pada suatu negara seringkali dipengaruhi dari tradisi, kebiasaan, serta sejarah ketatanegaraan dari negara tersebut. Hampir masing-masing negara federal menggunakan sistem dua kamar karena satu kamar bermanfaat sebagai perwakilan negara bagian.

Namun tidak menutup bisa jadi sistem dua kamar juga dipakai pada negara kesatuan dengan pertimbangan bahwa satu majelis dapat mengimbangi serta membatasi dominasi yang berasal dari majelis lain. Hal itu untuk menangkal penyalahgunaan wewenang pada sistem satu kamar karena majelis gampang untuk diprovokasi oleh kondisi politik apapun.