Menjelaskan Pengertian Kloroplas dengan singkat

Kloroplas merupakan jenis organel plastid, kloroplas ditemukan dalam sel-sel tumbuhan dan eukariota yang berfotosintesis lainnya. Kloroplas agak mirip dengan mitpkondria, tetapi perbedaanya ialah bahwa kloroplas dapat ditemukan hanya pada tumbuhan dan protista.

 

Kloroplas ini mengandung klorofil yang memberikan tampilan warna hijau untuk kloroplas. Teori endosimbiotik menunjukkan bahwa kloroplas berevolusi dari prokariota “bakteri” selain klorofil, kloroplas juga mengandung karotenoid. Kloroplas biasanya mengandung dua jenis pigmen. Salah satu jenis ialah klorofil yang meliputi klorofil a dan klorofil b. Karotenoid ialah dari dua jenis, mereka ialah karotein dan xantofil.

klorofil dikelilingi oleh membran ganda, sebuah wilayah tidak berwarna disebut stroma terletak di dalam kloroplas. Yang berisi cairan membran yang terikat kantung disebut tilakoid berjalankan melalui stroma. Ini terdiri dari tumpukan berbentuk disk disebut grana.

Grana ini saling berhubungan dengan satu sama lainnya dengan lamellae. Tilakoid “lamellae dan grana” mengandung pigmen fotosintesis. Stroma mengandung enzim, DNA melingkar, 70 ribosom dan produk fotosintesis “gula, biji-bijian pati dan tetesan lipid”. Fotosintesis melibatkan dua reaksi, mereka ialah reaksi terang dan reaksi gelap, reaksi terang terjadi pada tilakoid “grana dan lamellae”, reaksi gelap terjadi pada stroma.

Coba perhatikan tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar lingkungan Anda! Bagaimanakah warna daun-daun tumbuhan tersebut? Kloroplas hanya terdapat dalam sel tumbuhan dan ganggang tertentu. Pada sel-sel tumbuhan, kloroplas berbentuk cakram dengan diameter 5-8 μm dengan tebal 2-4 μm. Kloroplas dapat dilihat pada Gambar.

Pada gambar tersebut terlihat bahwa kloroplas dibungkus oleh membran ganda, yaitu membran internal (dalam) dan membran eksternal (luar).

 

Membran Internal (Dalam)

Pada membran ini tidak terdapat lipatan (halus), dan terdapat banyak pigmen fotosintesis yang terletak pada thilakoid. Pigmen ini akan menangkap cahaya matahari dan mengubah energi cahaya ini menjadi energi kimia dalam bentuk ATP (Adenosin Trifosfat), melalui proses fotosintesis.

Tumpukan dari beberapa thilakoid akan membentuk granum. Thilakoid yang memanjang menghubungkan granum satu dengan lainnya disebut stroma. Pigmen fotosintesis tersebut antara lain klorofil dan karotenoid.

  • Klorofil

Klorofil meliputi klorofil a dan b. Klorofil merupakan pigmen hijau untuk menangkap energi cahaya matahari, misalnya sinar merah, biru, ungu, dan memantulkan sinar hijau.

  • Karotenoid

Karotenoid merupakan pigmen kuning sampai jingga. Karotenoid menyerap sinar gelombang antara hijau-biru.

Membran Eksternal (Luar)

Pada membran ekternal ini tidak mengandung klorofil maupun karotenoid, melainkan mengandung pigmen xanthofil yang disebut violaxanthin. Dari uraian di atas dapat kita ketahui bahwa di dalam sel yang masihn hidup selalu terdapat unsur-unsur pokok seperti disebutkan di atas.

Sel hidup masih selalu melakukan aktivitas tumbuh dan berkembang. Aktivitas ini dilakukan oleh bagian-bagian pokok sel tersebut. Coba Anda bayangkan jika sel tidak memiliki organela-organela seperti di atas, apakah yang akan terjadi? Tentunya kita tidak dapat tumbuh dan berkembang, tetapi perlu Anda ketahui bahwa pertumbuhan sel ini bersifat terarah dan terkendali.

Contohnya sel-sel janin, ia tahu persis kapan harus membelah dan kapan harus berhenti, sehingga hanya ada 2 kaki, 2 tangan, 2 mata, 2 ginjal, bahkan jika kita perhatikan jari kelingking tidak lebih panjang dari jari manis dan sebagainya.

Contoh tersebut menggambarkan pembelahan sel yang terarah dan terkendali. Dengan mengetahui sifat sel yang terarah dan terkendali akan menimbulkan rasa kagum dan selanjutnya kita harus mensyukurinya sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa kepada kita dan makhluk hidup lain di bumi.