Menjelaskan Pengertian Genetika dengan singkat

Genetika adalah cabang dari biologi yang mempelajari faktor keturunan dan suborganisme organisme (seperti virus dan prion). Singkatnya dapat dikatakan bahwa genetika adalah studi tentang gen dan segala aspeknya. Istilah “genetika” diperkenalkan oleh William Bateson dalam surat pribadi kepada Adam Chadwick, dan ia menggunakan Konferensi Internasional tentang Genetika ke-3 pada tahun 1906.

Sehubungan dengan genetika, DNA memiliki peran / kontribusi sangat penting. DNA adalah materi genetik yang mengendalikan sifat dasar makhluk hidup, terkeskpresikan dalam bentuk polipeptida, meskipun tidak semua protein (dapat dinyatakan sebagai RNA yang memiliki reaksi katalitik, seperti SNRPs).

Pengertian Genetika Menurut Para Ahli

  • James Watson (1928-) dan kimiawan Inggris Francis Crick (1916)

Genetika adalah bagian dari yang sangat besar dan kompleks ditemukan dalam inti semua , asam deoksiribonukleat (DNA) molekul.

  • Ovisma

Teori ini berpendapat bahwa sifat nyata adalah keturunan dari telur yang dihasilkan oleh induk betina. Sementara sel laki-laki hanya memproduksi cairan berfungsi sebagai penggiat perkembangan telur.

  • Bonnet (1720 – 1793 )

Ditemukan di selsperma sudah membentuk manusia kecil. Hal ini sejalan dengan perkembangan penemuan mikroskop masih sederhana.

  • Wolff (1733-1794),Von baer (1792-1880)

Teori ini terhadap teori-teori sebelumnya dengan teori bahwa sperma dan sel telur tidak memiliki sperti teori pengaturan preformasi, tetapi sel telur dibuahi oleh jantan akan mengadakan sedikit demi sedikit pertumbuhan untuk menjadi individu yang sempurna.

  • Francis Crick

Menjelaskan aliran informasi yang dibawa oleh DNA dalam seri The Central Dogma, yang berbunyi aliran DNA informasi dapat diterukan ke dalam sel serta individu lain dengan replikasi, dapat dinyatakan memediasi sinyal dalam bentuk RNA, yang dapat kemudian diterjemahkan ke dalam polipeptida, unit pembangun fenotip ada organisme.

Bidang kajian genetika mulai dari daerah subselular dari genetik (molekul) untuk warga. Secara lebih rinci, genetika berusaha menjelaskan:

  1. Bahan pembawa informasi untuk diwariskan (bahan genetik),
  2. Bagaimana informasi yang diungkapkan (ekspresi gen), dan
  3. Bagaimana informasi ditransfer dari satu orang ke orang (warisan genetik) yang lain.

Sejarah Perkembangan Genetika

Sejarah perkembangan genetika sebagai ilmu pengetahuan dimulai menjelang akhir abad ke 19 ketika seorang biarawan Austria bernama Gregor Johann Mendel berhasil melakukan analisis yang cermat dengan interpretasi yang tepat atas hasil-hasil percobaan persilangannya pada tanaman kacang ercis (Pisum satifum). Sebenarnya, Mendel bukanlah orang pertama yang melakukan percobaan-percobaan persilangan.

Akan tetapi, berbeda dengan para pendahulunya yang melihat setiap individu dengan keseluruhan sifatnya yang kompleks, Mendel mengamati pola pewarisan sifat demi sifat sehingga menjadi lebih mudah untuk diikuti. Deduksinya mengenai pola pewarisan sifat ini kemudian menjadi landasan utama bagi perkembangan genetika sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan, dan Mendelpun di akui sebagai bapak genetika.

Karya Mendel tentang pola pewarisan sifat tersebut dipublikasikan pada tahun 1866 di Proceedings of the Brunn Society for Natural History. Namun, selama lebih dari 30 tahun tidak pernah ada peneliti lain yang memperhatikannya. Baru pada tahun 1900 tiga orang ahli botani secara terpisah, yaitu Hugo de Vries di belanda, Carl Correns di jerman dan Eric von Tschermak-Seysenegg di Austria, melihat bukti kebenaran prinsip-prinsip Mendel pada penelitian mereka masing-masing. Semenjak saat itu hingga lebih kurang pertengahan abad ke-20 berbagai percobaan persilangan atas dasar prinsip-prinsip Mendel sangat mendominasi penelitian di bidang genetika. Hal ini menandai berlangsungnya suatu era yang dinamakan genetika klasik.

Selanjutnya, pada awal abad ke-20 ketika biokimia mulai berkembang sebagai cabang ilmu pengetahuan baru, para ahli genetika tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang hakekat materi genetik, khususnya mengenai sifat biokimianya.

Pada tahun 1920-an, dan kemudian tahun 1940-an, terungkap bahwa senyawa kimia materi genetika adalah asam dioksiribonekleat (DNA).Dengan ditemukannya model struktur molekul DNA pada tahun1953 oleh J.D.Watson dan F.H.C. Crick dimulailah era genetika yang baru, yaitu genetika molekuler.

Perkembangan penelitian genetika molekuler terjadi demikian pesatnya.Jika ilmu pengetahuan pada umumnya mengalami perkembangan dua kali lipat (doubling time) dalam satu dasa warsa, maka hal itu pada genetika molekuler hanyalah dua tahun.Bahkan, perkembangan yang lebih revolusioner dapat disaksikan semenjak tahun 1970-an, yaitu pada saat dikenalnya teknologi manipulasi molekul DNA atau teknologi DNA rekombinan atau dengan istilah yang lebih populer disebut rekayasa genetika.

Saat ini sudah menjadi berita biasa apabila organisme- organisme seperti domba, babi dan kera, didapatkan melalui teknik rekayasa genetika yang disebut kloning .sementara itu, pada manusia telah di lakukan pemetaan seluruh genom atau dikenal sebagai proyek genom manusia (human genom project), yang diluncurkan pada tahun 1990 dan diharapkan selesai pada tahun 2005. ternyata pelaksaan proyek ini berjalan justru lebih cepat dua tahun dari pada jadwal yang telah ditentukan.