Menjelaskan Pengertian Dinoflagellata Menurut Para Ahli dengan singkat

Berikut Ini Merupakan Pengertian Dinoflagellata Menurut Para Ahli.

(Haeckel’s, 1904 dalam Verda, 2010)

Flagellata dalam bahasa Latin diambil dari kata  flagell yang berarti cambuk. Ciri khas dari kelas flagellata ini adalah alat geraknya yang berupa cambuk getar (Sudewa, 2010). Selain berfungsi sebagai alat gerak, flagel juga dapat digunakan untuk mengetahui keadaan lingkungannya atau dapat juga digunakan sebagai alat indera karena mengandung sel-sel reseptor di permukaan flagel dan alat bantu untuk menangkap makanan.

(Margono, 1998)

Flagelata memiliki 1 inti atau lebih dari 1 inti dan alat pergerakan (alat neuromotor) yang terdiri dari kinetoplas dan flagel. Kinetoplas terdiri dari blefaroplas, kadang-kadang ada benda parabasal. Aksonema merupakan bagian flagel yang terdapat di dalam badan parasit. Kadang-kadang ada struktur yang nampak sebagai satu garis mulai dari anterior sampai ke posterior yang disebut aksostil. Di samping badan parasit terdapat membran bergelombang dan kosta yang merupakan dasarnya. Beberapa spesies flagelata mempunyai sitostoma.

(Roger, 1988)

Berdasarkan struktur morfologinya, Flagellata dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu Fitoflagellata dan Zooflagellata. Fitoflagellata merupakan kelompok flagellata yang memiliki ciri seperti tumbuhan, sedangkan Zooflagellata merupakan kelompok flagellata yang memiliki ciri seperti hewan.

(Vila dkk.,2001)

Dinoflagellata ditemukan hidup sebagai organisme planktonik dan organisme epibentik. Dinoflagellata epibentik dapat bersifat epifitik (yang berasosiasi dengan lamun dan makroalga) atau bentik (menempel di pecahan atau puing karang, pasir dan detritus).

(Steidinger and Baden, 1984; Vila dkk., 2001)

Dinoflagellata epibentik umumnya memiliki kemampuan untuk memproduksi senyawa bioaktif, termasuk senyawa yang dapat mengontaminasi berbagai biota laut (Graham and Wilcox, 2000).  Dinoflagellata epibentik yang bersifat toksik dapat hidup di berbagai macam substrat seperti makroalga, lamun, pecahan karang dan sedimen.

(Randall,1958 in de Sylva, 1994)

Toksin yang dihasilkan oleh Dinoflagellata epibentik adalah Ciguatoxin, yang dapat menyebabkan Ciguatera Fish Poisoning (CFP) atau ciguatera. Ciguatera adalah gejala keracunan yang dialami oleh manusia maupun hewan mamalia lain, yang umumnya dialami setelah mengonsumsi berbagai macam ikan-ikan laut tropis yang berasosiasi dengan terumbu karang.

(De Sylva, 1994; Fraga dkk., 2012).

Toksin tersebut masuk melalui rantai makanan dimana Dinoflagellata epibentik toksik yang menempel pada substrat makroalga atau lamun akan dikonsumsi oleh ikan herbivora yang memakan substrat tersebut, kemudian ikan herbivore dikonsumsi oleh ikan karnivora. Toksin tersebut kemudian akan terakumulasi pada ikan karnivora.