Menjelaskan Pengertian BPR dengan singkat

Dalam Proses Bisnis terdapat  kategori perbaikan yaitu Rekayasa ulang proses bisnis atau Business Process Reengineering (BPR) dan Perbaikan proses bisnis atau Business process improvement (BPI). Business Process Reengineering merupakan pemikiran kembali atau ulang secara fundamental serta perancangan kembali pada proses bisnis secara radikal, dihasilkan dari sumber daya yang tersedia pada organisasi.

Pemikiran Dasar Melakukan Perbaikan.

  • Dilaksanakan untuk memberikan nilai tambah
  • dilakukan dengan cara meng- eliminasi dan mereduksi pemborosan

Dengan Tujuan dilakukannya Perbaikan adalah : dapat menjamin bahwa organisasi atau perusahaan memiliki proses bisnis yang semestinya.

Dampak yang diharapkan dilakukannya perbaikan, yaitu;

  1. Dapat Mengurangi Penundaan(Delay)
  2. Dapat Mengurangi Error
  3. Dapat Memaksimalkan Pemanfaatan
  4. Dapat Mudah Digunakan
  5. Mendapatkan Kepuasan Pelanggan (Customer Frendly)
  6. Dapat Dengan Mudah Beradapatasi , serta
  7. Dapat Bersaing keunggulan.

Rekayasa ulang proses bisnis atau Business Process Reengineering (BPR) merupakan pemikiran kembali atau ulang secara fundamental serta perancangan kembali pada proses bisnis secara radikal, dihasilkan dari sumber daya yang tersedia pada organisasi.

BPR menggunakan pendekatan untuk perancangan kembali atau ulang cara kerja dalam mendukung misi organisasi dan mengurangi biaya. Perancangan ulang dimulai dengan penaksiran level tinggi terhadap misi organisasi, tujuan strategis, serta kebutuhan pelanggan. Business Process Reengineering dikenal juga dengan Business Process Redesign (Perancangan Ulang Proses Bisnis), Business Transformation, atau Business Process Change Management.

Untuk mencapai peningkatan yang maksimal dengan Business Process Reengineering, perubahan pada stuktur organisasi dan cara lain seperti pengelolaan serta pelaksanaan kerja saja dianggap belum cukup. karna supaya mendapatkan keuntungan secara penuh, penggunaan Teknologi Informasi dianggap penting sebagai faktor kontributor utama.

Walau Teknologi Imformasi secara tradisional digunakan untuk mendukung fungsi bisnis yang tersedia, iyalah meningkatkan keefisienan organisasi, sekarang Teknolgi Imformasi difungsikan sebagai pendukung bentuk-bentuk organisasi yang baru dan pola-pola kolaborasi dalam dan antara organisasi.

Beberapa pengertian Tentang Business Process Reengineering yaitu:

“Business Process Reengineering is the fundamental rethinking and radical redesign of business processes to achieve dramatic improvements in critical contemporary measures of performance, such as cost, quality, service, and speed.”

artinya pemikiran ulang fundamental dan disain ulang radikal suatu proses bisnis untuk mencapai perbaikan dramatis dalam langkah-langkah kontemporer kritis kinerja, seperti biaya, kualitas, pelayanan, dan kecepatan. “

“Business Process Reengineering adalah pemikiran ulang fundamental dan perancangan radikal terhadap proses-proses bisnis untuk mencapai perbaikan secara dramatis dalam ukuran kritis terhadap kinerja seperti biaya, kualitas, jasa dan kecepatan.”

“Business Process Reengineering is encompasses the envisioning of new work strategies, the actual process design activity, and the implementation of the change in all its complex technological, human, and organizational dimensions.”
artinya meliputi Envisioning strategi kerja baru, aktivitas proses desain yang sebenarnya, dan pelaksanaan perubahan dalam semua kompleks teknologi, manusia, dan dimensi organisasi. “

 

“Business Process Reengineering mencakup perencanaan strategi kerja baru, aktivitas perancangan proses yang aktual dan implementasi perubahan dalam semua dimensi teknologi, manusia dan organisasi yang kompleks.