Menjelaskan Pengertian Akidah dengan singkat

Definisi Aqidah

Kata “‘aqidah” diambil dari kata dasar “al-‘aqdu” yaitu ar-rabth(ikatan), al-Ibraam (pengesahan), al-ihkam(penguatan), at-tawatstsuq(menjadi kokoh, kuat), asy-syaddu biquwwah(pengikatan dengan kuat), at-tamaasuk(pengokohan) dan al-itsbaatu(penetapan). Di antaranya juga mempunyai arti al-yaqiin(keyakinan) dan al-jazmu(penetapan).

“Al-‘Aqdu” (ikatan) lawan kata dari al-hallu(penguraian, pelepasan). Dan kata tersebut diambil dari kata kerja: ” ‘Aqadahu” “Ya’qiduhu” (mengikatnya), ” ‘Aqdan” (ikatan sumpah), dan ” ‘Uqdatun Nikah” (ikatan menikah). Allah Ta’ala berfirman, “Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja …” (Al-Maa-idah : 89).

Secara Terminologi

Menurut Abu Bakar Jabir al Jazairy, Aqidah adalah sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara umum (aksioma) oleh manusia berdasarakan akal, wahyu dan fitrah. Kebenaran itu dipatrikan oleh manusia di dalam hati serta diyakini kesahihan dan keberadaannya secara pasti dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu (Kuliah Aqidah Islam, Dr. Yunahar Ilyas, M.Ag., Lc.)

Secara Etimologi

Aqidah berasal dari kata ‘aqd yang berarti pengikatan. Aqidah adalah apa yang diyakini oleh seseorang. Aqidah merupakan perbuatan hati, yaitu kepercayaan hati dan pembenaran terhadap sesuatu.

Secara Syara’

Yaitu beriman kepada Allah, para MalaikatNya, kitab-kitabNya, para Rasulnya, dan kepada hari Akhir serta kepada qadar baik yang baik maupun yang buruk (rukun iman). Dalilnya adalah

  • QS. Al Kahfi: 110
  • QS Az Zumar: 65
  • QS. Az Zumar: 2-3
  • QS. An Nahl: 36
  • QS. Al A’raf: 59,65,73, 85

Dalam syahadat berasal dari kata Arab al-‘aqdu yang berarti obligasi, di-tautsiiqu yang berarti keyakinan kuat atau keyakinan, al-ihkaamu yang berarti menegaskan (set), dan ar-rabthu biquw-wah yang berarti mengikat dengan kuat.
Sedangkan menurut istilah (terminologi), keyakinan adalah iman yang teguh dan yakin, bahwa tidak ada sedikit pun keraguan bagi mereka yang percaya di dalamnya.

Jadi, aqidah Islamiyyah adalah iman yang teguh dan terikat kepada Allah dengan semua pelaksanaan kewajiban, tauhid dan menaati-Nya, percaya pada malaikat-Nya, rasul, buku-buku mereka, nasib baik dan buruk dan percaya seluruh tidak memiliki prinsip-prinsip Authentic Agama (Teologi Islam), kasus yang tak terlihat, iman dalam apa yang ijma ‘(konsensus) dari Salafush Shalih, dan semua qath’i berita (pasti), baik secara ilmiah dan amaliyah yang telah ditentukan sesuai dengan Al Qur’an dan otentik Sunnah dan ijma ‘Salaf as-Salih.

Aqidah adalah tauqifiyah. Artinya, tidak bisa ditetapkan kecuali dengan dalil syar’i, tidak ada medan ijtihad dan berpendapat di dalamnya. Karena itulah sumber-sumbernya terbatas kepada apa yang ada di dalam al-Quran dan as-Sunnah. Sebab tidak seorangpun yang lebih mengetahui tentang Allah, tentang apa-apa yang wajib bagiNya dan apa yang harus disucikan dariNya melainkan Allah sendiri. Dan tidak ada seorangpun sesudah Allah yang mengetahui tentang Allah selain Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam. Oleh karena itu manhaj as-Salafush Shalih dan para pengikutnya dalam mengambil aqidah terbatas pada al-Quran dan as-Sunnah (Kitab Tauhid 1, Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah al Fauzan).

Aqidah tersebut dalam tubuh manusia ibarat kepalanya. Maka apabilasuatu umat sudah rusak, bagian yang harus direhabilitasi adalah aqidahnyaterlebih dahulu. Di sinilah pentingnya aqidah ini, apalagi ini menyangkutkebahagiaan dan keberhasilan dunia dan akhirat. Aqidah merupakan kunci kita menuju surga. Aqidah juga menjadi dasar dari seluruh hukum-hukumagama yang berada di atasnya. Aqidah Islam adalah tauhid, yaitumengesakan Tuhan yang diungkapkan dalam syahadat pertama. Sebagaidasar, tauhid memiliki implikasi terhadap seluruh aspek kehidupankeagamaan seorang Muslim, baik ideologi, politik, sosial, budaya,pendidikan dan sebagainya.

Aqidah sebagai dasar utama ajaran Islam bersumber pada Al Qurandan sunnah Rasul. Aqidah Islam mengikat seorang Muslim sehingga iaterikat dengan segala aturan hukum yang datang dari Islam. Oleh karena itu,menjadi seorang Muslim berarti meyakini dan melaksanakan segala sesuatuyang diatur dalam ajaran Islam, seluruh hidupnya didasarkan kepada ajaranIslam.