Menjelaskan Pengertian Akal Menurut Para Ahli dengan singkat

  • Abu Bakar ibn al-Arabi- (1165-1240 M), menyebutkan bahwa akal sebagai ilmu, yaitu sifat yang dengannya persepsi ilmu dapat di hasilkan abu bakar ibn al-Arabi berdasarkan pendapatnya dengan ayat Al-Quran yang memberikan motivasi terapan terhadap sesuatu yang di informasikan dengan ayat-ayat tersebut. Menurutnya, hasil-hasil terapan dinamakan ilmu, bukan akal.
  • Harun Nasution- Kata akal berasal dari kata Arab “al-Aql” yang menjadi kata Indonesia,  dalam bentuk kata benda tidak ada dalam Al-quran, hanya bentuk kata kerja al-Aqaluh 1 ayat, ya’qiluha 1 ayat, ya’qilun 22 ayat, ta’qilun 24 ayat dan na’qilu 1 ayat, dalam arti mengertian dan paham.
  • Menurut Izutzu- kata “aql” di zaman jahiliyah di pakai dalam arti kecerdasan praktis, yang dalam istilah psikologi modern disebutkan kecakapan memecahkan masalah. Lebih lanjut disebutkan, bahwa kata “aql” masuk ke dalam falsafah Islam dan mengalami perubahan arti.
  • Menurut Kant- bahwa apa yang kita katakan rasional itu adalah ide yang masuk akal tapi menggunakan ukuran hukum alam. Dengan kata lain, pikiran rasional adalah kebenaran yang diukur dengan hukum alam.
  • Freud- membagi manusia menjadi tiga wilayah pokok, antara lain:
    • id, instink atau naluri
    • super ego, adat kebiasaan sosial dan kaidah moral
    • ego, akal fikiran

Sesuai kebutuhan mutlak yang tidak bisa ditawar-tawar, dipercayakan kepada naluri, kemudian diberikan kepada alasan (ego) peran strategis dalam perencanaan bentuk kepuasan insting (id) sesuai dengan persyaratan yang diajukan oleh fakta bahwa kebiasaan rasional dan sosial dan tuntutan keyakinan (super-ego).

Contoh Akal:

Pesawat seberat ratusan ton, bagaimana bisa terbang?

Jawabannya adalah ya, alasan untuk pesawat telah dirancang sesuai dengan hukum alam. Ini adalah rasional. Seperti kisah Musa melemparkan tongkatnya ke tanah, maka itu menjadi ular, segera Anda mengatakan bahwa itu tidak rasional karena sesuai dengan hukum-hukum alam tidak bisa menjadi tongkat bisa berubah menjadi ular.

Kebenaran Akal Secara Logis

Kebenaran Logis dibagi menjadi dua :

  • Logis-rasional
  • Logis-supra-rasional

Pemikiran akal ialah kebenaran hanya mengandalkan argumen, tidak diukur dengan hukum alam. Jika argumen adalah masuk akal bahwa dia benar, bahkan terhadap hukum-hukum alam yang diukur dari logika yang ada dalam array argumen.

Kesimpulan

  1. Logis merupakan pemikiran yang masuk akal.
  2. Logis itu mencakup semua yang rasional dan yang supra-rasional.
  3. Rasional adalah pemikiran yang masuk akal dan yang  menurut hukum alam.
  4. Supra-rasional adalah pemikiran yang masuk akal (hukum alam).
  5. Logis juga daapt dipakai dalam sebuah pemahaman rasional atau pengertian supra-rasional.