Menjelaskan Pengelolaan Sampah dengan singkat

  • Tipe pengelolaan sampah

Pada dasarnya terdapat 2 macam pengelolaan sampah, yaitu pengelolaan / penanganan sampah setempat (individu) dan pengelolaan sampah terpusat untuk suatu lingkungan permukiman atau kota. Penanganan setempat adalah penanganan yang dilaksanakan sendiri oleh sipenghasil sampah. Sedangkan pengelolaan secara terpusat, khususnya dalam teknis operasional, adalah suatu proses atau kegiatan penanganan sampah yang terkoodinir.

Jika yang akan dilaksanakan adalah sistem penanganan yang terpusat, maka adanya suatu institusi yang menangani langsung pengelolaan persampahan mutlak diperlukan. Institusi dalam sistem pengelolaan persampahan memegang peranan yang sangat penting meliputi, status, struktur organisasi, fungsi, tanggung jawab dan wewenang serta koordinasi vertikal maupun horisontal dari badan pengelola.

Baca Juga : 

  •  Organisasi dan personil

Adapun struktur organisasi hendaknya disusun dengan mempertimbangkan kriteria ; pola kerja, beban kerja, pengendalian, rentang kendali dan pedoman. Sedangkan dalam hal kebutuhan personil, maka sebaiknya mempertimbangkan factor kemampuan. Jumlah personil dalam organisasi pengelola persampahan harus mencakup kebutuhan tenaga staf dan tenaga operasional.

Untuk memudahkan perhitungan kebutuhan personil, dapat dilakukan dengan pendekatan setiap 1000 (seribu) jiwa penduduk dibutuhkan 2 (dua) orang petugas.

  • Peraturan-peraturan

Pengelolaan persampahan suatu daerah sangat ditentukan oleh peraturan yang mendukungnya. Peraturan-peraturan tersebut melibatkan wewenang dan tanggung jawab pengelola kebersihan serta partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan pembayaran retribusi.

Macam-macam peraturan daerah yang merupakan dasar hukum bagi pengelolaan persampahan adalah ;

  1. Peraturan daerah yang dikaitkan dengan ketentuan umum pengelolaan kebersihan yang ditujukan bagi masyarakat.
  2. Peraturan daerah mengenai pembentukan institusi formal.
  3. Peraturan daerah yang menentukan struktur tarif dan tarif dasar pengelolaan kebersihan.
  • Operasional

Teknik operasional pengelolaan persampahan dimulai dari pewadahan/penyimpanan pada sumber sampah, kegiatan pengumpulan, pengangkutan serta pembuangannya disuatu tempat yang aman serta tidak mengganggu lingkungan baik manusia, flora dan fauna atau sumberdaya lainnya.

Tindakan Yang Dapat Dilakukan Untuk Menanggulangi Sampah

1. Reduce (Mengurangi Sampah)

  • Membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastik pembungkus barang belanja.
  • Membeli kemasan isi ulang untuk shampoo dan sabun daripada membeli botol baru setiap kali habis.
  • Membeli susu, makanan kering, deterjen, dan lain-lain dalam paket yang besar daripada membeli beberapa paket kecil untuk volume yang sama.

2. Re-use (Menggunakan sisa sampah yang masih bisa dipakai)

  • Memanfaatkan botol-botol bekas untuk wadah.
  • Memanfaatkan kantong plastik bekas kemasan belanja untuk pembungkus.
  • Memanfaatkan pakaian atau kain-kain bekas untuk kerajinan tangan, perangkat  pembersih (lap), maupun berbagai keperluan lainnya.

3. Recycle (Daur Ulang Sampah)

  • Mengumpulkan kertas, majalah, dan surat kabar bekas untuk di daur ulang.
  • Mengumpulkan sisa-sisa kaleng atau botol gelas untuk di daur ulang.
  •  Menggunakan berbagai produk kertas maupun barang lainnya hasil daur ulang.