Menjelaskan Penentuan Glukosa Darah dengan singkat

Glukosa darah dapat ditentukan dengan berbagai cara baik secara kimiawi maupun secara enzimatik. Secara umum metode penentuan glukosa darah dapat ditentukan dengan berbagai cara yaitu:

Metode kimia

  1. Metode oksidasi-reduksi
    Metode ini, protein serum dan senyawa-senyawa pereduksi non glukosa diendapkan misalnya dengan penambahan larutan seng klorida dan barium hidroksida. Selanjutnya glukosa dioksidasi dalam suasana basa dan dengan pemanasan menggunakan suatu oksida, misalnya tembaga (II) hidroksida menghasilkan tembaga (I) oksida yang sebanding dengan konsentrasi glukosa. Tembaga (I) oksida yang dihasilkan akan mereduksi larutan asam dari arseno molibdat menjadi arseno molibdat biru, suatu senyawa berwarna dengan intensitas warna sebanding dengan kadar glukosa darah. Prinsip reaksi penentuan dengan memakai tembaga (II) oksida adalah :
    Glukosa + Cu2+ 100┬░C campuran asam-asam gula + Cu2O
    Cu2O + asam molibdat + 4H+ 2Cu2+ + arseno molibdat biru
  2. Metode kondensasi
    Pada metode kondensasi, glukosa dikondensasikan dengan orto-toluidin dengan pemanasan dalam asam asetat glasial membentuk glukosilamin dan kemudian membentuk basa schiff yang mempunyai warna hijau. Basa schiff yang berwarna hijau tersebut serapannya sebanding dengan kadar glukosa darah. Prinsip reaksinya adalah sebagai berikut :
    D-glukosa + orto-toluidin glukosilamin basa Schiff
    (-H2O warna hijau )

Metode enzimatis

  1.  Metode glukosa oksidase
    Pada metode glukosa oksidase, glukosa dengan adanya oksigen akan dioksidasi oleh enzim glukosa oksidase membentuk asam glukoronat dan hidrogen peroksida. Selanjutnya hidrogen peroksida yang terbentuk akan mengoksidasi kromogen yang dikatalisis oleh enzim peroksidase sehingga membentuk kromogen teroksidasi yang berwarna. Jumlah produk berwarna yang terbentuk sesuai dengan kadar glukosa darah. Prinsip reaksinya sebagai berikut :
    Glukosa + O2 + H2O glukosa oksidase asam glukoronat + H2O2
    H2O2 + kromogen Peroksidase kromogen yang teroksidasi + H2O
    Kromogen yang sering digunakan adalah orto-toluidin yang memberikan warna biru.
  2. Metode heksokinase
    Pada metode heksokinase, glukosa dengan adanya ATP difoforilasi oleh enzim heksokinase menghasilkan glukosa-6-fosfat dan ADP. Selanjutnya glukosa-6-fosfat dengan NADP oleh enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase diubah menjadi 6-fosfoglukonat dan NADPH. NADPH yang terbentuk dapat diukur serapannya dan sebanding dengan kadar glukosa darah.

Prinsip reaksinya :
Glukosa + ATP heksokinase glukosa-6-fosfat + ADP
Glukosa-6-fosfat + NADP G-6-DP 6-fosfoglukonat + NADPH