Menjelaskan Pembagian Makhluk Hidup dengan singkat

Berikut Ini Merupakan Pembagian Makhluk Hidup Secara Umum.

Tempat Hidup

Pada umumnya tempat hidup adalah Alam semesta sedangkan bagi manusia tempat hidup dapat dapat dibagi kedalam :

  1. Rahim ibu , yaitu pada saat oreng terjadi dari keadaan pertama sampai dilahirkan
  2. Alam dunia,yaitu setelah manusia lahir sampai dia mati
  3. Alam Barzah, yaitu setelah manusia mati ( ruh meninggalkan jasad) ia berada dalam alam tertentu didalam alam barzah sebelum kebangkitan pada hari kiamat
  4. Alam Akhirat, yaitu setelah masa kebangkian kembalai pada hari kiamat, masa hisab dan masa pembalasan.

Adapun makhluk hidup antara lain terdiri dari : manusia, jin, malaikat, setan, huwan, dan tumbuh – tumbuhan dan benda alam. Berbeda dengan makhluk lain manusia memiliki tujuan hidup yang ditetapkan lebih terperinci oleh ALLAH SWT didalam suatu pedoman hidup.

Jenis Alam Nabati, Hewni, dan Insani

  • Jenis Alam Nabati

Alam nabati (tumbuhan) yang ada di sekeliling kia dalam persada bumi yang produkif, disediakan ALLAH bagi sarana kehidupan manusia dan makhluk hjidup lainnya. Firman ALLAH : Surat Al-Hijr, Ayat 19.

 

Proses terjadinya tumbuhan yang bermacam-macam bentuk dan jenisnya itu antara lain :

  • Pertama : Awan mendung yang berasal dari uap, diterbangkan angin, kemudian turn sebagai hujan yang menghidupkan tumbuh-tumbuhan.
  • Kedua : Tiupan angina tersebut dapat memindahkan bibit tumbuh-tumbuhan yang jantan ke yang betina, lalu menjadi buah.
  • Ketiga : Tiupan angina dapat menggoyangkan pohon-pohon bagaikan olah raga baginya, menghilangkan debu-debunya yang melekat pada daun-daunnya, pori-porinya pun terbuka, maka mudahlah ia menghisap makanannya.

Adapun jenis alam nabati, tiap negeri berbeda-beda sesuai iklim dan leak geografisnya. Negri Indonesia yang serumpun dengan negrinya akan banyak persamaannya, tetapi di negri timur tengah dan europa misalnya, banyak pepohonan yang tidak ada di Indonesia, seperti : Tin, zaitun , korma, anggur, dan buah-buahan lainnya. Hal ini di jelaskan dalam Al-Quran, Surat, An-Nahl                 Ayat 10-11.

Yang artinya : dial ah yang telah menurunkan air hujan dari langt untuk kamu, sebahagiannya menjadi minum dan sebahagiannya (menyubur) tumbuh-tumbuhan, yang pada ( tempat tumbuhnya) kamu mengembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman zaiun, korma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungghuhnya pada yang demikaian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan ALLAH) bagi kaum yang memikirkan.

  • Alam Hewani

Demikian pula alam hewani yang sengaja diciptakan oleh ALLAH demi kepentingan manusia dan manusia dapat belajar dari hewan-hewan tersebut. Jinis alam hewani yang hidup di hutan-hutan atau pegunungan yang sifatnya masih liar, juga banyak yang hidup dalam pemeliharaan manusia dan masuk dalam katagori hewan jinak atau hewan pliharaan. Pula hewan yang terbang di angkasa dengan sayapnya, namun kesemuanya itu adalah jenis-jenis makhluk hidup yang banyak persamannya dengan manusia.

Maksud banyak persamaannya dengan manusia, karena hewan tersebut sama merasakan lapar, haus, berkelamin, hidup berkelompok dan sebagainya seperti kehidupan makhluk manusia. Firman ALLAH : Quran, Surat Al-An’am, ayat 38.

  • Alam Insani

Kata insane berasal dari bahasa arab yang berarti manusia. Insane adalah bentuk murfad dari kata An-Nas, artinya : ramah, mesra, berpuas hati. Dari Hadits Rasulullah SWT kita akan mengetahui sifat insan, yang sering liupa dan salah, sehingga manusia dibebaskan dari hukum apabila ia melukukan pelanggaran karena tidak sengaja dan karena lupa.

Alam insani berbeda sekali dengan alam hewani dan makhluk lainnya dikurun dunia ini. Perbedaan-perbedaan ni terletak pada keadaan, kejadian dan penghidupannya.adapun yang menjadi pokok keutanaan kehidupannya ialah :

  1. Diturunkannya agama
  2. Memiliki akal
  3. Jiwanya
  4. Hartanya, dan
  5. Keturunannya

Apabila kelima pokok keutamaan hidupnya itu terpelihara dengan baik, niscaya akan berbahagia dan sempurna sifat keinsanannya.

Bagi alam hewani tidak terdapat kelima pokok keutamaan hidup itu, karenanya tidak ada hidup bagi mereka keteraturan hidupnya. Mereka tidak mengenal hukum atau undang-undang yang harus dipatuhi oleh mereka, yang ada hanya pengelompokan diantara bangsanya yang sejenis binatang buas menerkam binatang jinak yang lemah, sudah jadi kebiasaan di antara mereka.

Abu Musa Al-Asy’ari, melukiskan bahwa kehidupan insani adalah kekal, hanya dipindah-pindah. Mula-mula hidup di qurun dunia dengan sebab dilahirkan dari perut ibunya, kemudian dipindahkan kealam Barzah dan akhirnya dibangkikan dari alam Barzah kemudian dipindahkan ke qurun akhirat untuk diadili dan diminta pertanggung jawabannya waktu hidup dikurun manusia untukj mendapat balasan baik yaitu surga dan amaln yang buruk akan mendapat balan neraka. Proses kehidupan insan (manusia) dijelaskan oleh firman ALLAH SWT, Quran, Surat Al-Qiyamah, ayat 36-40.