Menjelaskan PEDOMAN PENULISAN BERITA dengan singkat

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyusun Pedoman Penulisan Berita yang isinya antara lain sebagai berikut.

  • (1)   Teras berita ditempatkan di paragraf pertama dan harus mencerminkan pokok terpenting berita.
  • (2)   Teras berita tidak lebih dari 45 kata dan sebaiknya tidak lebih dari 3 kalimat.
  • (3)   Hal-hal yang tidak begitu mendesak hendaknya dimuat dalam tubuh berita.
  • (4)   Unsur why dan how diperjelas dalam tubuh berita, tidak dalam teras berita.

Berdasarkan pedoman yang sudah disepakati oleh PWI tersebut, dapat disimpulkan bahwa unsurwhat, where, when, dan who itu wajib ditulis dalam teras berita, tidak boleh dalam tubuh berita. Unsur why dan how yang dirasa sangat penting, menarik, dan berkaitan erat dengan pokok berita ditulis dalam teras berita, sedangkan unsur why dan how yang tidak terlalu penting harus diuraikan dalam tubuh berita.

Ketika membuat teras berita, seorang jurnalis bebas menentukan pola penyajiannya, bisa berupawhat-where-when-whowho-what-why-where-whenhow-who-what-where-when, dan lainsebagainya. Pola penyajian teras berita tidak harus selalu diawali oleh salah satu unsur 5W1H, boleh juga diawali oleh pertanyaan (question), komentar (comment), kutipan perkataan tokoh (quotation), jeritan (exclamation), dan lain-lain.

Berdasarkan unsur yang mengawalinya, teras berita terbagi menjadi bermacam-macam, antara lain:

  • (1) what lead, yaitu teras berita diawali unsur apa;
  • (2) who lead, yaitu teras berita diawali unsur siapa;
  • (3) when lead, yaitu teras berita diawali unsur kapan;
  • (4) where lead, yaitu teras berita diawali unsur di mana;
  • (5) why lead, yaitu teras berita diawali unsur mengapa;
  • (6) how lead, yaitu teras berita diawali unsur bagaimana;
  • (7) quotation lead, yaitu teras berita diawali perkataan seseorang;
  • (8) question lead, yaitu teras berita diawali pertanyaan;
  • (9) comment lead, yaitu teras berita diawali komentar; dan lain-lain.

Adapun pola kelanjutannya bisa bermacam-macam, tergantung pada jurnalisnya. What lead, misalnya, bisa berpola what-where-when-whywhat-when-where-howwhat-when-where-why, dan lain-lain. Who lead bisa berpola who-what-where-when-why,  who-what-how-where-when, dan lain-lain.

Karena ada tiga macam unsur whowho lead (teras berita siapa) terbagi menjadi tiga macam pula, yaitu: (1) who lead individual, yaitu teras berita diawali dengan unsur who (siapa) yang berupa satu orang; (2) who lead plural, yaitu teras berita diawali dengan unsur who (siapa) yang