Menjelaskan Nukleosida Penyusun Asam Nukleat dengan singkat

Nukleotida merupakan  nukleosida yang gugus gula pada posisi 5’-nya  mengikat asam fosfat (gugus fosfat) dengan ikatan ester. Nukleosida terdiri atas pentosa ( deoksiribosa atau ribosa) yang mengikat suatu basa (derivat purin atau pirimidin) melalui ikatan glikosida.

Pentosa yang berasal dari DNA ialah deoksiribosa dan dari RNA ialah ribosa. Basa purin dan pirimidin yang berasal dari DNA ialah adenin, guanin, sitosin dan timin. Sedangkan basa RNA terdiri atas adenin, guanin, sitosin dan urasil.  Dengan demikian nukleosida adalah penyusun nukleotida dan dapat diberi nama trivial dan nama sistematis seperti terlihat pada tabel berikut :

       Tabel 10.1  Nukleosida Penyusun Asam Nukleat

Monomer Asam Nukleat Nama Trivial Nama sistematis
Ribonukleosida

Ribosa + basa adenin

Ribosa + basa guanin

Ribosa + basa urasil

Ribosa + basa sitosin

 

Deoksiribonukleosida

Deoksiribosa+ basa adenin

Deoksiribosa+ basa guanin

Deoksiribosa + basa sitosin

Deoksiribosa + basa timin

 

 

Adenosin

Guanosin

Uridin

Sitidin

 

 

Deoksi-adenosin

Deoksi-guanosin

Deoksi- sitidin

Deoksi-timidin

 

 

Adenin nukleosida

Guanin nukleosida

urasil nukleosida

Sitosin nukleosida

 

 

Deoksi-Adenin nukleosida

Deoksi-Guanin nukleosida

Deoksi- Sitosin nukleosida

Deoksi-Timin nukleosida

Nukleosida dalam bentuk bebas ada memiliki fungsi penting bagi kesehatan contohnya, puromisin yang berfungsi sebagai antibiotik yang menghambat sintesis protein ( dihasilkan oleh streptomyces). Arabinosil sitosin dan arabinosil adenin sebagai anti virus dan anti jamur.

Nukleotida terdapat sebagai molekul bebas atau berikatan dengan dengan sesama nukleotida membentuk asam nukleat. Contohnya dapat dilihat dalam tabel berikut:

       Tabel 10.2 Mononukleotida Penyusun Asam Nukleat DNA dan RNA

Basa Nitrogen Nama Ribonukleotida (RNA) Nama deoksiribonukleotida (DNA)
Adenin (A)

Guanin (G)

Timin (T)

Sitosin (C)

Urasil (U)

Adenosin 5’-monofosfat (AMP)

Guanosin 5’-monofosfat (GMP)

——————-

Sitidin  5’-monofosfat (CMP)

Uridin 5’-monofosfat (UMP)

Deoksi Adenosin 5’-monofosfat (dAMP)

Deoksi Guanosin 5’-monofosfat (dGMP)

Deoksi Timidin 5’-monofosfat (dTMP)

Deoksi Sitidin 5’-monofosfat (dCMP)

——————

Beberapa nukleotida yang mempunyai fungsi penting dalam sel  misalnya Adenosin 5’ monofosfat (AMP), Adenosin 5’ –difosfat (ADP) dan Adenosin 5’-trifosfat (ATP) yang berperan penting dalam transfer gugus fosfat untuk menerima dan mengantar energi.

Nukleotida lain yang berbentuk siklik seperti Adenosin 3’-5’-siklik monofosfat ( AMP-siklik atau cAMP) berperan sebagai kurir sekunder dalm mengendalikan metabolisme hormon adrenalin.  Nukleotida bebas lain adalah guanosin siklik monofosfat ( GMP siklik = cGMP ) yang diduga berfungsi sebagai penghambat enzim yang dirangsang oleh cAMP. Selain itu diketahui beberapa trifosfonukleotida selain ATP yang berperan dalam berbagai reaksi dalam sel. Misalnya CTP  (Sitidin 5’- trifosfat) terlibat dalam biosintesis fosfolipid, UTP berperan dalam biosintesis berbagai senyawa karbohidrat. CTP dan UTP juga digunakan dalam biosintesis RNA dan DNA