Menjelaskan Neraca Pembayaran Indonesia dengan singkat

Perhatikan tabel berikut, ini merupakan ringkasan neraca pembayaran Indonesia antara tahun 1969-1993. Kecuali untuk ekspor dan impor, semua nilai yang dinyatakan dalam neraca pembayaran itu merupakan nilai neto, yaitu nilai yang diterima dari luar negeri dikurangi dengan yang dibayar ke luar negeri. Data-data yang dimuat pada neraca tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

 

  1. Ekspor dan impor mengalami perkembangan yang pesat. Dalam tahun 1969 nilai ekspor maupun impor baru mencapai 995 juta dolar. Dalam tahun 1985 ekspor sudah hampir rnencapai 20 milyar dolar dan menjadi hampir dua kali lipat dalam tahun 1993 (37,2 milyar dolar). Impor juga naik dengan pesat, tetapi masih lebih lambat dari perkembangan ekspor. NiIai impor mencapai 29.2 milyar dolar pada tahun 1993. Maka dalam tahun 1993 neraca perdagangan engalami surplus sebanyak (37,186 – 29,198) milyar dolar = 7,988 milyar dolar.
  2. Neraca jasa-jasa mengalami perkembangan yang pesat. Akan tetapi berbeda dengan neraca impor barang, impor-ekspor jasa kurang menguntungkan Indonesia. Nilainya tetap defisit dan makin lama makin besar, jumlah defisitnya mencapai 10,9 milyar dolar. Ini mengakibatkan defisit dalam transaksi berjalan (karena kelebihan ekspor dan impor hanya berjumlah 7,99 milyar dolar).
  3. Lalu lintas modal menunjukkan gambaran yang menggalakkan, terutama aliran modal swasta. Aliran bersih modal pemerintah meningkat hingga tahun 1985, tetapi sesudah itu merosot. Ini disebabkan oleh aliran keluar untuk membayar hutang pada masa lalu. Aliran modal swasta neto berjumlah hampir 3,45 milyar dolar pada tahun 1993, sedangkan dalam tahun 1969 hanya berjumlah 71 juta dolar.
  4. Sebagai akibat dari kedudukan neraca perdagangan dan aliran masuk modal yang relatif baik, neraca pembayaran Indonesia pada umumnya mengalami surplus.