Menjelaskan Metode Antropologi dengan singkat

Antropologi menggunakan sejumlah metode tertentu dalam mengerjakan penelitian. Metode tersebut dipakai untuk mengembangkan konsep aturan, teori dan generalisasi tetapi hanya sejumlah yang mempunyai konsep dan aturan yang baku sementara yang beda masih mempunyai sifat tradisi.

Metode-metode itu dapat digunakan bareng atau di antara metode dapat pun lebih berpengaruh dari cara lain. Berikut ini adalahmetode dalam antropologi:

1. Kelangkaan cara yang baku

Antropologi bisa digolongkan sebagai keilmuan yang masih baru sampai-sampai belum mengembangkan metode riset yang sistematis dan jelas. Hal ini dapat disaksikan dari artikel etnografis masa kemudian yang mengindikasikan sedikitnya perhatian pada cara penelitian.

2. Observasi Partisipan

Observasi adalahsalah satu metode riset dengan mengerjakan pengamatan terhadap obyek yang diteliti. Observasi partisipan dapat dipakai oleh berpengalaman antropologi dengan teknik hidup bareng dalam sebuah kebudayaan yang tengah diteliti. Ahli antropologi tidak saja berinteraksi dengan orang didalam kebiasaan tersebut namun pun mempelajari bahasa dan aktif dalam pekerjaan masyarakat tersebut.

3. Indepth Interview

Wawancara adalahsalah satu metode riset yang sering dipakai dalam riset ilmu sosial. Indepth interview seringkali dikombinasi dengan observasi guna mendapatkan hasil secara lengkap. Wawancara dapat dilaksanakan dengan non sistematik dan informal. Ahli antropologi seringkali memilih responden yang sudah dikenal dan mempercayainya atau memilih responden yang dipandang dapat memberi informasi secara mendetail dan akurat mengenai sekian banyak aspek kebiasaan yang sedang diteliti.

4. Memperkecil Kesalahan

Seringkali dalam sebuah penelitian, peneliti akan mengejar perbedaan informasi yang didapatkan. Informasi yang diserahkan dari subyek yang bertolak belakang dapat berlawanan sehingga perlu dilaksanakan upaya guna memperkecil kekeliruan tersebut. Mengulang observasi atau wawancara dan mengerjakan cross-check dengan informan lain bakal sangat bermanfaat dalam memperkecil kesalahan.

5. Kecenderungan Menggunakan Metode Tradisional

Peneliti antropologi jarang memakai kuisioner atau angket tertulis. Hal ini dilaksanakan untuk menjembatani subyek yang beberapa buta aksara. Peneliti antropologi ingin menggunakan cara antropologi tradisional walau saat ini mereka tidak sedikit mempelajari kumpulan masyarakat modern.

Daftar Pustaka:

  • Green, E.C 1986 Practicing Development Anthropology. Boulder and London: Westview
  • Leonard Seregar. 2002. Antorpologi dan Konsep Kebudayaan. Universitas Cendrawasih Press. Jayapura.
  • Masinambow, E.K.M (Ed) 1997 Koentjaraningrat dan Antropologi di Indonesia, Jakarta: Asosiasi Antropologi Indonesia dan Yayasan Obor Indonesia.
  • Rhoades, R.E 1986 Breaking New Ground: Agricultural Anthropology. Dalam: Green Ed.
  • Suparlan, Pasurdi 1995 Antropologi dalam Pembangunan. Jakarta: UI Press