Menjelaskan Menurut Teori Pertumbuhan Ekonomoi dengan singkat

Dalam zaman ahli ekonomi klasik, seperti Adam Smith dalam buku karangannya yang berjudul An Inguiry into the Nature and Causes of the Wealt Nations, menganalisis sebab berlakunya pertumbuhan ekonomi dan faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi. Setelah Adam Smith, beberapa ahli ekonomi klasik lainnya seperti Ricardo, Malthus, Stuart Mill, juga membahas masalah perkembangan ekonomi .

Teori Menurut Adam Smith

Menurut Adam Smith bahwa sistem ekonomi liberal atau sistem ekonomi pasar bebas ialah suatu sistem yang penting. Sistem ekonomi liberal yakni sistem ekonomi yang terbebas dari peran pemerintah yang diperkokoh dengan semboyannya yakni “ Laissez Faire, Laissez Passer ”. Adam smith sebagai ilmuwan ekonomi juga telah menulis sebuah buku yang populer dalam kajian ilmu ekonomi, buku ini berjudul ( The Wealth of Nation ) yang diterjemahkan di bahasa indonesia yang artinya ialah sebagai kemakmuran suatu negara. Seorang Adam Swith menyakini bahwa dengan menerapkan sistem ekonomi liberal, maka pertumbuhan ekonomi akan dapat dicapai dengan sangat maksimal.

Dalam pertumbuhan ekonomi dapat dicapai melalui dua unsur yang sangat penting yaitu :

  • Pertumbuhan penduduk
  • Dan pertumbuhan output total

Untuk pertumbuhan output total itu sendiri yang berupa barang dan jasa dipengaruhi oleh 3 komponen penting yaitu :

  • Komponen sumber alam
  • Komponen tenaga kerja
  • Komponen jumlah persediaan barang

Agar output mengalami pertumbuhan maka sumber daya alam harus dikelola sebaik mungkin oleh para tenaga kerja dengan memakai barang modal. Sumber-sumber alam yang memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan pertumbuhan ekonomi, karena sumber-sumber alam tersebut merupakan batas maksimal output bila telah dimanfaatkan dengan maksimal. Sumber-sumber alam mencapai batas masimalnya bila sudah dikerjakan oleh para tenaga kerja yang handal dengan memakai brang modal yang cukup.

Teori Menurut David Ricardo Dan TR. Malthus

Menurut David Ricardo dan TR. Malthus mempunyai pemikiran yang secara bertolak belakang dengan Adam Smith. David dan Malthus mengkritik pemikiran dari Adam Smith yang mengungkapkan bahwa pertumbuhan penduduk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Sedangkan menurut dari David Ricardo pertumbuhan penduduk yang terlalu bahkan hingga 2 kali lipat akan mengakibatkan jumlah tenaga kerja yang melimpah. Tenaga kerja yang jumlahnya melimpah dapat menyebabkan menurunnya upah yang diterima, bahkan upah tersebut hanya bisa untuk membiayai tingkat hidup minimum ( subsistence level ). Bila hal ini terjadi maka, perekonomian akan mengalami stagnasi atau kemandegan yang dikenal dengan istilah Stationary State.

Sedangkan menurut TR. Malthus mempunyai pebdapat yang sama dengan David Ricardo, Malthus berpendapat bahwa bahan makanan yang mengalami pertambahan sejalan dengan deret hitung yakni 1,2,3,4,5…., sedangkan pertambahan penduduk bertambah sejalan dengan deret ukur yakni 1,2,4,8,16…., akhirnya berakibat dari bahan makanan tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan untuk menghidupi penduduk, sehingga akhirnya untuk masyarakat akan hidup pada tingkat subsistence dan perekonomian akan mengalami pemberhentian.

Teori Inovasi Schum Peter

Pada teori ini menekankan pada faktor inovasi enterpreneur sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi kapitalilstik.Dinamika persaingan akan mendorong hal ini.

Model Pertumbuhan Harrot-Domar

Teori ini menekankan konsep tingkat pertumbuhan natural.Selain kuantitas faktor produksi tenaga kerja diperhitungkan juga kenaikan efisiensi karena pendidikan dan latihan.Model ini dapat menentukan berapa besarnya tabungan atau investasi yang diperlukan untuk memelihar tingkat laju pertumbuhan ekonomi natural yaitu angka laju pertumbuhan ekonomi natural dikalikan dengan nisbah kapital-output.