Menjelaskan Menurut Para Ahli dengan singkat

pandangan para ahli tentang pengertian dan subjek sosiologi? Ada banyak tokoh yang berusaha mendefinisikan sosiologi. Di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Soerjono Soekanto mengutip ciri-ciri sosiologi dari Harry M. Johnson, sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut.
    • Empiris, ialah berdasarkan pada observasi (pengamatan) dan juga akal sehat yang hasilnya tidak akan bersifat spekulasi (menduga-duga).
    • Teoritis, ialah dengan selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang telah konkret di lapangan, dan juga abstraksi tersebut merupakan sebagai kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis serta bertujuan untuk menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi suatu teori.
    • Komulatif, ialah disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, yang setelahnya diperbaiki, diperluas sehingga dapat memperkuat teori-teori yang lama.
    • Nonetis, ialah pembahasan tentang suatu masalah yang tidak mempersoalkan baik ataupun buruk masalah tersebut, namun lebih bertujuan untuk dapat menjelaskan masalah tersebut secara  lebih mendalam
  2. Charles Ellwood mengemukakan bahwa sosiologi merupakan pengetahuan yang menguraikan hubungan manusia dan golongannya, asal dan kemajuannya, bentuk dan kewajibannya.
  3. Gustav Ratzenhofer mengemukakan bahwa sosiologi merupakan pengetahuan tentang hubungan manusia dengan kewajibannya untuk menyelidiki dasar dan terjadinya evolusi social serta kemakmuran umum bagi anggota-anggotanya.
  4. Herbert Spencer mengemukakan bahwa sosiologi mempelajari tumbuh, bangun, dan kewajiban masyarakat.
  5. Emile Durkheim menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta-fakta yang berisikan cara bertindak berfikir, dan berperasaan yang ada di luar individu. Fakta-fakta tersebut mempunyai kekuatan untuk mengendalikan individu.
  6. Max Weber mengemukakan bahwa sosiologi mempelajari tindakan-tindakan social.
  7. Pitirim A. Sorokin mengatakan bahwa sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala social (misalnya, gejala ekonomi dengan agama, keluarga dengan moral,hokum dengan ekonomi), hubungan dan pengaryh timbal balik antara gejala social dan non-sosial (misalnya, pengungsian dengan bencana alam), dan cirri-ciri umum dari semua jenis gajala-gejala social.
  8. William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff mendefinisikan sosiologi sebagai ilmu tentang penelitian ilmiah terhadap interaksi social dan hasilnya adalah organisasi social.
  9. Joseph Roucek dan Warren mendefinisikan sosisologi sebagai ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia di dalam kelompok.
  10. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur social dan proses-proses social, termasuk perubahn-perubahan social.
  11. Soerjono Soekanto mengatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari masyarakat dalam keseluruhannya dan hubungan-hubungan antara orang-orang dalam masyarakat.
  12. Mayor Polak menyatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan, yakni antar hubungan di antara manusia dengan manusia, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik formal maupun material, statis maupun dinamis.
  13. Hasan Shadily menyatakan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antar manusia yang menguasai kehidupan itu.
  14. Auguste Comte, seorang filsuf prancis, melihat perubahan-perubahan tersebut tidak saja bersifat positif seperti berkembangnya demokratisasi dalam masyarakat, tetapi juga berdampak negative. Oleh karena itu, Comte menyarankan agar semua penelitian tentang masyarakat di tingkatkan menjadi suatu ilmu yang berdiri sendiri.
  15. Auguste Comte, seorang filsuf prancis, melihat perubahan-perubahan tersebut tidak saja bersifat positif seperti berkembangnya demokratisasi dalam masyarakat, tetapi juga berdampak negative. Oleh karena itu, Comte menyarankan agar semua penelitian tentang masyarakat di tingkatkan menjadi suatu ilmu yang berdiri sendiri.

Dari pandangan para ahli di atas dapat kita simpulkan bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang objek studinya adalah masyarakat.