Menjelaskan Mekanisme Kerja Kelenjar Timus dengan singkat

Satu kegiatan timus yang diketahui adalah limfopoiesis (pertumbuhan dan pematangan limfosit) yang terutama terjadi selama masa fetal dan awal masa pasca lahir, sel-sel plasma dan mielosit juga dibentuk dalam jumlah kecil. Timus juga menghasilkan hubungan dengan sel retikuler epitelial untuk mengetahui antigen asing dan bila antigen ini berhubungan dengan membran glikoprotein pada permukaan sel yang ditandai dalam “Major Histocakompatibility Complex” (M.H.C).

Glikoprotein MHC bekerja sebagai reseptor pengikat antigen yang mengaktifkan respon sel T yang tepat tehadap antigen asing yang khusus dan sel T tersebut menghasilkan sel yang mempunyai kemampuan imunologi atau kekebalan tubuh. Dalam organ limfoid sel T menempati zona “thymus dependent” termasuk zona parakortikal limfonodus. Pada orang dewasa timus tetap merupakan sumber limfosit kecil yang penting, terutama bila seseorang telah mengalami brkurangnya organ limfoid karena radiasi. Substansi yang berefek humoral tampaknya menembus melalui saringan kedap-sel dan bekerja sebagai pengganti timus yang paling dikenal dengan timosin. Timosin dihasilkan oleh sel retikuler epitelial dan dapat diraikan menjdi 2 fraksi glikoprotein dengan B.M. rendah. Substansi yang mematangkan sel T adalah “timoprotein”.

Timus dipengaruhi oleh kelenjar kelamin, kelenjar adrenal, dan kelennjar tiroid. Hormon kelamin menyebabkan involusi dan tiroidektomi mempercepat involusi. Miastenia gravis adalah salah satu penyakit gangguan autoimun yang mengganggu sistem sambungan saraf (synaps). Pada penderita miastenia gravis, sel antibodi tubuh atau kekebalan akan menyerang sambungan saraf yang mengandung acetylcholine (ACh), yaitu neurotransmiter yang mengantarkan rangsangan dari saraf satu ke saraf lainnya. Jika reseptor mengalami gangguan maka akan menyebabkan defisiensi, sehingga komunikasi antara sel saraf dan otot terganggu dan menyebabkan kelemahan otot.

Penyebab pasti reaksi autoimun atau sel antibodi yang menyerang reseptor acetylcholine belum diketahui. Tapi pada sebagian besar pasien, kerusakan kelenjar thymus menjadi penyebabnya. Maka itu kebanyakan si penderita akan menjalani operasi thymus. Tapi setelah thymus diangkat juga belum ada jaminan penyakit autoimun ini akan sembuh.

Thymus adalah organ khusus dalam sistem kekebalan yang memproduksi antibodi. Organ ini terus tumbuh pada saat kelahiran hingga pubertas, dan akan menghilang seiring bertambahnya usia. Tapi pada orang-orang tertentu, kelenjar thymus terus tumbuh dan membesar, bahkan bisa menjadi ganas dan menyebabkan tumor pada kelenjar thymus (thymoma). Pada kelenjar thymus, sel tertentu pada sistem kekebalan belajar membedakan antara tubuh dan zat asing. Kelenjar thymus juga berisi sel otot (myocytes) dengan reseptor acetylcholine.