Menjelaskan Masalah Dalam Pembangunan Berwawasan Lingkungan dengan singkat

Masalah dalam pembangunan berwawasan lingkungan itu sudah tidak lazim lagi, kebanyakan msyarakat lebih merusak lingkungan daripada menjaga lingkungan, maka dari itu disini kami mengembangkan berbagai masalah dalam pembangunan berwawasan lingkungan menurut berbagai ahli yang mengetahui mengenai lingkungan.

Menurut Pongtuluran Yonathan (2015:24-27) Sekitar tahun 1950-an masalah-masalah lingkungan hidup hanya mendapat perhatian dari kalangan ilmuan. Kemudian dalam perkembangannya sejak dilaksanakan Konferensi Stockholm 1972, masalah-masalah lingkungan mendapat perhatian secara luas dari berbagai bangsa.Sejak itu pula berbagai himbauan dilontarkan oleh para pakar dari berbagai disiplin ilmu tentang adanya bahaya yang mengancam kehidupan, yang disebabkan oleh pencemaran dan perusakan lingkungan hidup.

Masalah lingkungan timbul pada dasarnya karena :

  1. Dinamika penduduk.
  2. Pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam kurang bijaksana.
  3. Kurang terkendalinya pemanfaatan akan ilmu pengetahuan dan teknologi maju.
  4. Dampak negative yang sering timbul dari kemajuan ekonomi yang seharusnya positif.
  5. Benturan tata ruang.

Masalah-masalah tersebut adalah sebagai berikut

  1. Persefektif kependudukan, pembangunan ekonomi, teknologi dan lingkungan
  2. Pengembangan energy berwawasan lingkungan, termasuk masalah C02 populasi udara, hujan asam, kayu bakar, dan konversi sumber energy yang bissa diperbaharui dan lain-lain
  3. Pengembnagan industri berwawasan lingkungan, termasuk didalamnya masalah pencemaran kimia, pengelolaan limbah dan daur ulang
  4. Pengembangan pertanian berwawasan lingkungan, termasuk erosi lahan, diversifikasi, hilangnya lahan pertanian dan terdesaknya “habitat wildlife”
  5. Kebutanan, pertanian dan lingkungan temasuk hutan tropis dan diversitas biologi
  6. Hubungan ekonomi internasional dan lingkungan, termasuk di sini bantuan ekonomi, kebijakan moneter, kebijakan perdagangan, dan internasional.

Perkembangan baru dalam pengembangan kebijakan lingkungan hidup didorong oleh hasil kerja The World Comission on Enviromental and Development (WCED). WCED mendekati masalah lingkungan dan pembangunan dari 6 sudut pandang, meliputi :

  1. Keterkaitan (interdependency) sifat perusakan yang saling kait-mengait (interdependent) diperlukan pendekatan lintas sektoral antar Negara
  2. Berkelanjutan (subtainability) berbagai pengembangan sektoral memerlukan sumber daya alam yang harus dilestarikan kemamuannya untuk menunjang proses pembangunan secara berkelanjutan. Untuk itu perlu dikembangkan pula kebijakan pembangunan berkelanjutan dengan wawasan lingkungan
  3. Pemerataan (equality) desakan kemiskinan bila mengakibatkan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan, untuk itu perlu diusahakan kesempatan merata untuk memperoleh sumber daya alam
  4. Sekuriti dan risiko lingkungan (security and environmental risk) cara-cara pembangunan tanpa memperhitungkan dampak negative pada lingkungan turut memperbesar risiko lingkungan. Hal ini perlu ditanggapi dalam pembangunan berwawasan lingkungan.
  5. Pendidikan dan komunikasi (education and communication) pola kerja sama internasional dipengaruhi oleh pendekatan pengembangan sektoral, sedangkan pertimbangan lingkungan kurang diperhitungkan, karena itu perlu dikembangkan pula kerja sama yang lebih menanggapi pembangunan yang berwawasan lingkungan.