Menjelaskan Masa kolonialisme dan imperialisme Inggris di Indonesia dengan singkat

  1. Colonialisme

Kata kolonialisme berasal dari bahasa latin yaitu colonia yang artinya tanah, tanah pemukiman atau jajahan. Jadi kolonialisme adalah suatu sistem pemukiman warga suatu Negara di wilayahinduknya atau penguasaan oleh suatu Negara atas daerah atau Negara lain dengan magsud untuk memperluas  daerahnya  atau negaranyayang bisasa terletak di seberang lautan dengan tujuan utamanyamerusak sumber-sumber kekayaan daerah kolonia demi Negara induknya.

  1. Imperialisme

Kata imerialisme  berasal dari bahasa latin yaitu dari kata imperare  yang berarti memerintah atau sebagai  kerajaan besar  yang bertujuan  penjajahan langsung atau  menguasai Negara lain  untuk mendapat kekuasaan ,  wilayah dan kekayaan  yang lebih besar dengan  jalan menguasai  semua bidang kehidupan  seperti kehidupan  politik,ekonomi,social dan idiologi

Ketika Inggris menyerbu Pulau Jawa, Daendels sudah dipanggil kembali ke Belanda. Penggantinya, Gubernur Jenderal Janssens, tidak mampu bertahan dan terpaksa menyerah. Akhir dari penjajahan Belanda-Perancis itu ditandai dengan Kapitulasi Tuntang yang ditandatangani pada tanggal 18 September 1811 oleh S. Auchmuty dari pihak Inggris dan Janssens dari pihak Belanda. Isi perjanjian tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Seluruh Jawa dan sekitarnya diserahkan kepada Inggris.
  2. Semua tentara Belanda menjadi tawanan Inggris.
  3. Semua pegawai Belanda yang mau bekerja sama dengan Inggris dapat memegang jabatannya terus.
  4. Semua hutang pemerintah Belanda yang dahulu, bukan menjadi tanggung jawab Inggris.

Seminggu sebelum Kapitulasi Tuntang, Raja Muda (Viceroy) Lord Minto yang berkedudukan di India, mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai Wakil Gubernur (Liuetenant Governor) di Jawa dan bawahannya (Bengkulu, Maluku, Bali, Sulawesi, dan Kalimantan Selatan). Hal itu berarti bahwa gubernur jenderal tetap berpusat di Calcutta, India. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya Raffles berkuasa penuh di Indonesia.

Pemerintahan Raffles di Indonesia cenderung mendapat tanggapan positif dari para raja dan rakyat Indonesia karena hal berikut ini.

  • Para raja dan rakyat Indonesia tidak menyukai pemerintahan Daendels yang sewenang-wenang dan kejam.
  • Ketika masih berkedudukan di Penang, Malaysia, Raffles beberapa kali melakukan misi rahasia ke kerajaan-kerajaan yang anti Belanda di Indonesia, seperti Palembang, Banten, dan Yogyakarta dengan janji akan memberikan hak-hak lebih besar kepada kerajaan-kerajaan tersebut.
  • Sebagai seorang liberalis, Raffles memiliki kepribadian yang simpatik. Beliau menjalankan politik murah hati dan sabar walaupun dalam praktiknya terkadang agak berlainan.