Menjelaskan Manusia sebagai Pengubah Biosfer dan Implikasinya terhadap Tata Ruang Hidup dengan singkat

  • Implikasi terhadap Tata Ruang Hidup

Manusia sebagai pengubah biosfer dengan pengetahuaannya mampu mengubah keadaan lingkungan sehingga menguntungkan dirinya, guna memenuhi kebutuhannya. Ekosistem yang kini terdapat disekitar manusia merupakan suatu ekosistem yang baru diciptakan sesuai dengan kebutuhan manusia. Suatu ekosistem manusia penuh dengan beranekaragam tumbuhan dan hewan yang ditanam dan dipelihara.

Mula-mula, pengaruh manusia terhadap lingkungannya dan keselarasannya ini tidaklah terlalu besar. Alam masih sanggup membuat keseimbangan baru yang dibuat oleh manusia. Namun, apa yang terjadi kemudian berbanding terbalik dengan kenyataannya.

Manusia membuat ilmu dan teknologi yang terkadang belum dikuasai sepenuhnya oleh manusia telah digunakan secara luas, bukankah hal yang mustahil justru menghancurkan kemampuan alam. Akibatnya, lingkungan tidak dapat lagi mendukung kehidupan dan akhirnya berhenti pula manusia sebagai penduduk bumi.

Dengan ilmu dan teknologi, kemampuan manusia untuk mengubah lingkungan semakin besar. Mulailah manusia melepaskan diri dari ketergantungan pada alam sekitarnya. Dia merasa bahwa alam diciptakan untuk manusia dan karena itu alam haruslah ditaklukan untuk kepentingannya. Di lain pihak, kemajuan dalam bidang telah menambah kebutuhan manusia.

Mencari makan bukan sekedar penawar lapar, berpakaian bukan sekedar untuk melindungi tubuh dari panas dan dingin, melainkan ingin menikmatinya. Alat rumah tangga semakin bermacam-macam. Semua ini diciptakan demi kesenangan manusia.

Diciptakan juga berbagai jenis alat angkutan untuk memudahkan kehidupan. Digalinya berbagai jenis barang tambang, dibangunnya berbagai bendungan, pusat tenaga listrik untuk memudahkan hidup manusia, dan batubara untuk menggerakkan pabrik dan alat transportasi.

Pendek kata, intervensi manusia terhadap lingkungan dan ekosistem semakin dalam dan rumit, semuanya itu demi kesenangannya. Semakin tinggi kualitas lingkungan bagi dirinya, jumlahnyapun semakin meningkat. Terlihat bahwa populasi manusia yang berkembang dengan pesat ini, didampingi oleh perubahan lingkungan yang terus menerus.

Akhirnya perlu mendapatkan perhatian dan tindakan bersama yang berencana dan terkoordinasi sehingga janganlah sampai menjurus ke arah yang dapat membahayakan kelangsungan hidup manusia itu sendiri.

  • Implikasi terhadap Sumber Daya

Manusia sebagai pengubah biosfer dapat membawa implikasi terhadap sumber daya, ada yang positif dan negatif.

Dampak positifnya meliputi:

  1. Dapat menaikkan kuantitas suatu produksi, misalnya di bidang pertanian dan industri. Penggunaan bioteknologi, misalnya hormone tumbuhan yang mampu memacu tumbuhnya daun, bunga, atau buah yang banyak juga telah diterapkan dalam dunia pertanian.
  2. Menaikkan kualitas atau mutu produksi, misalnya; pada pengolahan minyak bumi, yang semula kita mengenal bensin, sekarang kita mengenal premium dimana premium dikatakan lebih baik karena mempunyai nilai oktan yang lebih tinggi sehingga tidak mudah atau cepat merusak alat atau mesin yang menggunakan bahan bakar tersebut.
  3. Pengolahan SDA yang efektif dan efesien, menambah ragam produksi. Misalnya; pada pengolahan minyak bumi yang mula-mula hanya menghasilkan macam-macam bahan bakar, seperti; LNG, LPG, Avigas, premium, solar, minyak tanah, dan minyak pelumas lilin serta aspal, sekarang dapat dikembangkan untuk menghasilkan propylene atau bahan untuk pembuatan plastik, gas H2 untuk pembuatan pupuk, ABS (alkyl bennema sulfonat) untuk pembuatan detergen.

Dampak negatifnya meliputi:

  1. Timbulnya pencemaran lingkungan. Misalnya; adanya suatu pabrik yang menggunakan mesin yang mengadakan pembakaran tidak sempurna akibatnya mengeluarkan gas CO yang dapat menimbulkan pencemaran udara. Afinitasantara CO dan hemoglobin sekitar 200 kali lebih kuat bila dibandingkan antara O2 dan hemoglobin dan membentuk senyawa karboksi hemoglobin yang stabil.Atmosfer yang mengandung 80 ppm CO dalam tempo 8 jam dapat mengurangi distribusi O2 dalam darah kita sekitar 15%.

    Untuk itu, aliran darah dipercepat akibatnya orang dapat pusing-pusing kemudian lemas dan kandungan CO sebesar1.300 ppm dalam tempo 30 menit dapat menyebabkan fatal. Pabrik yang  mengeluarkan bahan buangan (air limbah) yang mengandung bahan yang dapat menimbulkan pencemaran air, misalnya Hg dapat mengganggu ekosistem di sungai dan di laut.

    Misalnya ikan-ikan akan mati sehingga mengurangi populasi ikan  yang ada di dalamnya. Selain itu, sampah-sampah yang dibuang di sungai akan merusak kualitas air sungai.Penggunaan pestisida di bidang pertanian dapat pula menimbulkan pencemaran tanah bila penggunaannya kurang tepat. Penggunaan teknik nuklir yang dapat pula menimbulkan pencemaran, misalnya dengan adanya kebocoran akan terjadi radiasi.

  2. Terjadi kepunahan, Apabila manusia menggunakan SDA yang melampaui batas tanpamelestarikannya kembali maka akan terjadi kepunahan dalam ketersediaan SDA. Misalnya; penebangan hutan secara liar, perburuan binatang buas dan langka, pengambilan barang tambang secara terus-menerus karena barang-barang tambang tersebut tidak dapat diperbaharui.
  3. Implikasi terhadap Ketersediaan Energi, Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. Dengan perkembangan IPA dan teknologi, proses pengilangan minyak bumi dan pengambilan biji menjadi efesien, sehingga produksinya meningkat. Contohnya bensin dari minyak bumi. Minyak bumi adalah hasil pelapukan dari lau.

    Pada proses penyulingan belum diperoleh bensin yang memadai dan kualitasnya rendah. Dengan perkembangan IPA dan teknologi untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas dilakukan proses keretakan (proses memanaskan bahan bertitik didih tinggi di bawah tekanan) dengan menggunakan katalisator,

    hingga molekul-molekul besar pecah menjadi molekul-molekul kecil dan proses reformasi (proses dengan katalisator mengubah senyawa alifatik menjadi senyawa aromatik). Dengan proses keretakan dan reformasi diperoleh peningkatan bensin, baik kuantitas maupun kualitasnya.