Menjelaskan Manfaat Radiasi Dalam Medis dengan singkat

Pemanfaatan Sumber Radiasi dalam Medis

Pemanfaatan sumber radiasi pengion di bidang kesehatan dari waktu ke waktu mengalami peningkatan, baik dari segi jumlah maupun jenis penggunaannya. Hal tersebut menunjukkan adanya pengakuan yang baik dan indikasi kebutuhan terhadap manfaat dari sumber radiasi pengion bagi kesehatan seseorang. Selain sisi manfaat dari penggunaan sumber radiasi pengion juga memberikan potensi risiko radiasi bagi pekerja atau personil, pasien dan anggota masyarakat. Semakin besar pemanfaatan maka semakin besar pula potensi risiko yang akan diterimanya. Apalagi ditunjang dengan meningkatnya ketergantungan seseorang akan teknologi kedokteran dan vonis dokter dalam hal menentukan kondisi kesehatan.

Secara garis besar, pemanfaatan sumber radiasi pengion di bidang kesehatan dibagi menjadi beberapa bagian yaitu: radiologi diagnostik, radiologi intervensional, radioterapi, dan kedokteran nuklir. Paparan radiasi pada individu (pasien) yang menjalani pemeriksaan dengan sumber radiasi pengion selain memiliki manfaat dari radiasi yang diterimanya juga berpotensi terhadap risiko radiasi yang memicu munculnya efek deterministik maupun efek stokastik dan dapat menaikkan komplikasi penyakit yang diderita oleh pasien. Selain paparan radiasi pada pasien, pelaksana kegiatan seperti staf atau personil yang terlibat, pendamping pasien, keluarga dekat (pada tindakan kedokteran nuklir), petugas magang, dan sukarelawan dalam penelitian biomedik juga memiliki potensi terpapar radiasi karena hamburan dari pasien.

Pemanfaatan Radiasi Bidang Radioterapi

Radiasi yang digunakan dalam pemeriksaan kesehatan (radiodiagnosis) dan pengobatan (radioterapi) pertama kali ditemukan oleh Prof. WC. Roentgen pada bulan Nopember 1895. Radiasi ini berasal dari sinar X, yang karena sifat-sifatnya mampu menembus jaringan tubuh manusia untuk mendeteksi kelainan dan menimbulkan efek biologi menghentikan pertumbuhan sel hingga mematikan sel. Oleh karena itu dapat dimanfaatkan untuk mematikan sel-sel kanker, dan sudah barang tentu dalam dosis yang sesuai dengan keperluan.

Dengan perkembangan ilmu dan teknologi bidang fisika radiasi memungkinkan pengukuran jumlah (dosis) radiasi yang diserap tubuh dan arah radiasi dengan tepat sasaran, bidang biologi radiasi (radiobiologi) yang memungkinkan tatacara pemberian dan jumlah dosis yang efektif, bidang onkologi (ilmu tentang kanker) yang memungkinkan penentuan jenis dan stadium kanker serta pemilihan jenis pengobatan yang sesuai (operasi, radioterapi, khemoterapi/obat-obatan, atau kombinasinya). Penentuan radioterapi didasarkan pada hispatologi dan asal tumor, stadium/tingkat penyebarannya, kondisi kesehatan pasien, ketersediaan sarana dan prasarana.

Di bidang kedokteran, radioisotop banyak digunakan sebagai alat diagnosis dan alat terapi berbagai macam penyakit.

  • Diagnosa

    Radioisotop merupakan bagian yang sangat penting pada proses diagnosis suatu penyakit. Dengan bantuan peralatan pembentuk citra (imaging devices), dapat dilakukan penelitian proses biologis yang terjadi dalam tubuh manusia. Dalam penggunaannya untuk diagnosis, suatu dosis kecil radioisotop yang dicampurkan dalam larutan yang larut dalam cairan tubuh dimasukkan ke dalam tubuh, kemudian aktivitasnya dalam tubuh dapat dipelajari menggunakan gambar 2 dimensi atau 3 dimensi yang disebut tomografi. Salah satu radioisotop yang sering digunakan adalah technisium-99m, yang dapat digunakan untuk mempelajari metabolisme jantung, hati, paru-paru, ginjal, sirkulasi darah dan struktur tulang. Tujuan lain dari penggunaan di bidang diagnosis adalah untuk analisis biokimia yang disebut radio-immunoassay. Teknik ini dapat digunakan untuk mengukur konsentrasi hormon, enzim, obat-obatan dan substansi lain dalam darah.

  • Terapi

    Penggunaan radioisotop di bidang pengobatan yang paling banyak adalah untuk pengobatan kanker, karena sel kanker sangat sensitif terhadap radiasi. Sumber radiasi yang digunakan dapat berupa sumber eksternal, berupa sumber gamma seperti Co-60, atau sumber internal, yaitu berupa sumber gamma atau beta yang kecil seperti Iodine-131 yang biasa digunakan untuk penyembuhan kanker kelenjar tiroid.

  • Sterilisasi Peralatan Kedokteran

    Dewasa ini banyak peralatan kedokteran yang disterilkan menggunakan radiasi gamma dari Co-60. Metode sterilisasi ini lebih ekonomis dan lebih efektif dibandingkan sterilisasi menggunakan uap panas, karena proses yang digunakan merupakan proses dingin, sehingga dapat digunakan untuk benda-benda yang sensitif terhadap panas seperti bubuk, obat salep, dan larutan kimia.
    Keuntungan lain dari sterilisasi dengan menggunakan radiasi adalah proses sterilisasi dapat dilakukan setelah benda tersebut dikemas dan masa penyimpanan benda tersebut tidak terbatas sepanjang kemasannya tidak rusak.

Penggunaan Sinar-X

  1. Menggunakan generator sinar-X
  2. Menggunakan sumber terttutup (sealed source)
  3. Lebih bersifat untuk mengetahui kelainan secara anatomis.

Sinar-X dihasilkan dari tabung sinar-Xyang hampa udara, dimana didalamnya terdapat duaelemen yaitu anoda dan katoda. Sinar-Xmerupakan gelombang elektromagnetik yangmempunyai energi tinggi, sehingga dapatmenembus zat padat yang dilaluinya. Sinar-X dibangkitkan dengan jalan menembaki target logamdengan elektron cepat dalam suatu tabung vacum.Elektron di hasilkan dari pemanasan filamen yangjuga berfungsi sebagai katoda. ada saat arus listrikdari sumber dihidupkan, filamen akan mengalamipemanasan sehingga kelihatan menyala. Dalamkondisi tersebut filamen akan mengeluarkanelektron. Selanjutnya antara katoda dan anodadiberi beda potensial yang tinggi dengan orde kiloVolt, sehingga mempunyai kecepatan dan energikinetik yang tinggi bergerak dengan capat menujuke anoda. Terjadilah tumbukan tak kenyal sempurnaantara elektron dan anoda.

Pada peristiwatumbukan tersebut terjadilah pancaran sinar-X daripermukaan anoda.Pemeriksaan dengan Pesawat Sinar-XPesawat sinar-X (pesawat Rontgen) dapatdigunakan sebagai alat diagnose. Sebagai alatuntuk pemeriksa pasien pesawat sinar-X perlu dapatdiatur dalam menghasilkan sinar-X. Untuk itu adatiga parameter yang harus diatur yaitu tegangantinggi (kV), Arus (mA) dan waktu expose (S). Padasaat melakukan pencitraan pada pasien tigaparameter tersebut harus diatur, karena dalampencitraan tiap-tiap orang berbeda. Pencitraan anak-anakbeda dengan orang dewasa. Pencitraan orangkurus beda dengan orang gemuk. Pengaturanpencitraan ini bertujuan supaya hasil gambar yangdihasilkan pada film baik dan memenuhi kriteriakedokteran. Untuk meningkatkan kualitas gambardalam radiodiagnostik digunakan media kontrasdengan cara memasukkan subtansi yang bisamenyerap sinar-X lebih banyak kedalam tubuh yangsedang di diagnosis. Bahan yang biasa digunakanmedia kontras adalah Barium (Ba) dan Iodium (I)

Faktor-faktor yang mempengaruhi gambarpada pencitraan antara lain:

  1. Pengaruh Arus (mA)
    Peningkatan mA akan menambah intensitas sinar-X, sehingga semua intensitas sinar-X atau derajat terang (brightness) akan bertambah sesuai dengan peningkatan intensitas radiasi sinar-X. Oleh sebab itu derajat terang dapat di atur dengan mengubah mA.
  2. Pengaruh jarak
    Jarak tabung sinar-X dengan obyek juga akan berpengaruh pada intensitas sinar-X.
  3. Pengaruh waktu (S)
    Waktu juga akan berpengaruh pada kualitas gambar, karena jika waktunya panjang maka radiasi yang di terima obyek semakin banyak dan sebaliknya.
  4. PengaruhkiloVolt (kV)
    Perubahan kV menyebabkan beberapa pengaruh. Perubahan kV menghasilkan perubahan pada daya tembus sinar-X dan juga total intensitasberkassinar-X akan berubah.

Sejalan dengan perkembangan teknologiterutama setelah ditemukanya image prosesing(proses bayangan pencitraan) dengan komputer,maka memungkinkan proses pembentukan gambarpada film di ubah dengan cara merekontruksigambar dengan komputer. Dengan teknik inigambar dapat diperoleh dengan segera. Teknikimage prossing mampu membedakan antarajaringan yang satu dengan lainnya, misal jaringanyang sangat mirip dalam otak manusia, yaitu antarasubstansia grisea dengan substansia alba. Perangkatyang mampu mengolah gambar ini disebutComputed tomography scanner (CT-Scan)

Perangkat radiologi yang melengkapi dalamkedokteran nuklir adalah :

  1. Pesawat sinar-X
  2. Pesawat Cobalt
  3. Akselerator linier (Linac)
  4. CT- Scan