Menjelaskan Manfaat dan Kerugian dengan singkat

Pemanfaatan Radiasi

Sinar-X telah dimanfaatkan dalam bidang kesehatan sebagaI salah satu sarana penunjang diagnostik dan terapi, diantaranya digunakan pada bagian radiologi, radioterapi dan kedokteran nuklir.

Proses pembentukan sinar-X dihasilkan oleh suatu pesawat melalui proses fisika. Secara sederhana dapat diterangkan bahwa sinar-X dihasilkan oleh tabung sinar-X yaitu tabung gelas hampa udara yang dilengkapi dengan dua buah elektroda, anoda atau target dan katoda. Sebagai akibat interaksi antara elektron cepat yang dipancarkan dari katoda ke target dipancarkan sinar-X dari permukaan target, hasil dari sinar-X tersebut digunakan untuk menghasilkan suatu gambaran untuk mendiagnosa dan mengevaluasi bagian dari suatu penyakit atau kelainan.

Radiasi dan zat radioaktif digunakan untuk diagnosis, pengobatan, dan penelitian. sinar X, misalnya, melalui otot dan jaringan lunak lainnya tapi dihentikan oleh bahan padat. Properti sinar X ini memungkinkan dokter untuk menemukan tulang rusak dan untuk menemukan kanker yang mungkin tumbuh dalam tubuh. Dokter juga menemukan penyakit tertentu dengan menyuntikkan zatradioaktifdan pemantauan radiasi yang dilepaskan sebagai bergerak melalui substansi tubuh.

Pemanfaatan radiasi dibidang medis untuk salah satu keperluan diagnosa terdapat dua teknik pemanfaatan yaitu teknik radiografi dan teknik fluoroskopi.

  1. Teknik Radiografi adalah teknik dimana sumber sinar-X ditembuskan ke bagian tubuh pasien yang akan diperiksa dengan kondisi penyinaran tertentu. Radiasi sinar-X yang akan tembus akan mempunyai besaran yang berbeda sesuai dengan daya serap organ-organ-organ tubuh yang akan ditembusnya. Perbedaan akan besaran tersebut akan ditangkap oleh film x-ray dan akan membentuk bayangan laten, gambar laten tersebut setelah melalui berbagai proses pencucian akan menghasilkan gambaran foto dari organ yang diperiksa. Untuk radiografer (pekerja radiasi) pada saat pemotretan harus berada dibelakang tabir atau diruangan lain yanterproteksi dari radiasi sinar-X.
  2. Teknik fluoroskopi adalah teknik yang memanfaatkan salah satu dari sifat sinar-X yaitu bila mengenai bahan akan berpendar (fluorosensi). Biasanya radiografer, dokter, dan perawat tidak dapat menghindar untuk berada diruang pemeriksa selama pemeriksaan berlangsung, untuk itu diwajibkan menggunakan alat pelindung radiasi, seperti body apron, thyroid apron, goggle dan glove. Kondisi penyinaran fluoroskopi untuk pemakaian arus tabung dan waktu penyinaran berbeda dengan teknik radiografi. Waktu pemeriksaan dengan menggunakan fluoroskopi lebih lama dibandingkan dengan pemeriksaan dengan menggunakan fluoroskopi lebih lama dibandingkan dengan pemeriksaan radiografi, karena radiasi yang dikeluarkan oleh fluoroskopi secara kontinu sesuai dengan kebutuhan diagnosa.

Kekurangan dari Penggunaan Radiasi

Setelah Roentgen memperlihatkan hasil pemotretan dengan sinar-X terhadap tangan istrinya yang memakai cincin, dimana pada gambar tersebut terlihat dengan jelas ruas-ruas tulang jari tangannya, maka manusia mulai menyadari akan manfaat besar yang dapat diperoleh dari penemuan radiasi pengion tadi.

Pemanfaatan radiasi pengion dalam bidang kedokteran, terutama sinar-X, berkembang pesat beberapa saat setelah penemuan radiasi tersebut. Penguasaan pengetahuan mengenai radiasi pengion oleh umat manusia yang terus meningkat dari waktu ke waktu juga memungkinkan dimanfaatkannya radiasi tersebut dalam berbagai bidang kegiatan di luar kedokteran, di samping pemanfaatan-nya di dalam bidang kedokteran sendiri juga terus mengalami peningkatan.

Beberapa efek merugikan yang muncul pada tubuh manusia karena terpapari sinar-X dan gamma : segera teramati beberapa saat setelah penemuan kedua jenis radiasi tersebut. Efek merugikan tersebut berupa kerontokan rambut dan kerusakan kulit. Pada tahun 1897 di Amerika Serikat dilaporkan adanya 69 kasus kerusakan kulit yang disebabkan oleh sinar-X, sedang pada tahun 1902 angka yang dilaporkan meningkat menjadi 170 kasus. Pada tahun 1911 di Jerman juga dilaporkan adanya 94 kasus tumor yang disebabkan oleh sinar-X. Meskipun beberapa efek merugikan dari sinar-X dan gamma telah teramati, namun upaya perlindungan terhadap bahaya penyinaran sinar-X dan gamma belum terfikirkan. Marie Curie, penemu bahan radioaktif Po dan Ra meninggal pada tahun 1934 akibat terserang oleh leukemia. Penyakit tersebut besar kemungkinan akibat paparan radiasi karena seringnya beliau berhubungan dengan bahan-bahan radioaktif.