Menjelaskan Manfaat Agroforestri dengan singkat

Beberapa keunggulan agroforestri dibandingkan dengan sistem penggunaan lahan lainnya menurut Hairiah et al. (2003) yaitu :

  1. Produktivitas (Productivity): Dari hasil penelitian dibuktikan bahwa produk total sistem campuran dalam agroforestri jauh lebih tinggi dibandingkan pada 7monokultur. Hal tersebut disebabkan bukan saja keluaran (output) dari satu bidang lahan yang beragam, akan tetapi juga dapat merata sepanjang tahun. Adanya tanaman campuran memberikan keuntungan, karena kegagalan satu komponen/jenis tanaman akan dapat ditutup oleh keberhasilan komponen/jenis tanaman lainnya.
  2. Diversitas (Diversity): Adanya pengkombinasian dua komponen atau lebih daripada sistem agroforestri menghasilkan diversitas yang tinggi, baik menyangkut produk maupun jasa. Dengan demikian dari segi ekonomi dapat mengurangi risiko kerugian akibat fluktuasi harga pasar. Sedangkan dari segi ekologi dapat menghindarkan kegagalan fatal pemanen sebagaimana dapat terjadi pada budidaya tunggal (monokultur).
  3. Kemandirian (Self-regulation): Diversifikasi yang tinggi dalam agroforestri diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, dan petani kecil dan sekaligus melepaskannya dari ketergantungan terhadap produkproduk luar. Kemandirian sistem untuk berfungsi akan lebih baik dalam arti tidak memerlukan banyak input dari luar (antara lain: pupuk dan pestisida), dengan diversitas yang lebih tinggi daripada sistem monokultur.
  4. Stabilitas (Stability): Praktek agroforestri yang memiliki diversitas dan produktivitas yang optimal mampu memberikan hasil yang seimbang sepanjang pengusahaan lahan, sehingga dapat menjamin stabilitas (dan kesinambungan) pendapatan petani. Ketika tanah langka atau ketika tanah memiliki kesuburan rendah atau sensitif terhadap erosi, teknik wanatani (agroforestri) menawarkan manfaat yang cukup besar untuk jangka panjang pertanian yang keberlanjutan. Pohon dan semak memiliki peran ekologi dan ekonomi penting dalam sistem pertanian.

Agroforestri berguna dalam cara berikut menurut The Organic Organization:

  1. Tanah
    a. Melindungi tanah dari erosi.
    b. Meningkatkan nutrisi dalam tanah yang miskin.
    c. Memperbaiki struktur tanah sehingga memegang lebih banyak air.
  2. Pasokan energi
    a. Menyediakan kayu bakar lebih murah dan lebih mudah diakses.
    b. Memproduksi kualitas yang lebih baik kayu bakar tergantung pada spesies ditanam.
  3. Tempat tinggal dan struktur
    a. Menyediakan bahan bangunan murah.
    b. Melindungi hewan, tanaman dan manusia dari angin dan matahari.
    c. Menyediakan pagar untuk melindungi tanaman dari hewan ternak dan hewan liar.
  4. Tanaman sumber daya / keanekaragaman hayati
    a. Memperbaiki kondisi lingkungan lokal alami tanaman tumbuh.
    b. Mempertahankan dan meningkatkan jumlah spesies tanaman.
  5. Kas dan pendapatan
    a. Menyediakan lapangan kerja tambahan atau off-musim.
    b. Mengaktifkan penjualan produk-produk pohon.
    c. Menyediakan investasi seperti kebun, produk-produk pohon, agrobisnis dan pasokan bahan jangka panjang untuk produksi kerajinan