Menjelaskan Makna dan Sistim Kepemimpinan Etnis Lani dengan singkat

Berbicara sistim kepemimpinan   pada  Etnis Lani yang ada di kampung Yowo, maka dapat dikategorikan dalam dua tipe kepemimpinan, yaitu, kepemimpinan formal dan informal. Dalam pembahasan ini sesuai dengan obyek kajian, yaitu tipe kepemimpinan informal yang kami sebut dengan kepemimpinan tradisional yang ada pada Etnis Lani di Distrik Kembu.

Sistim kepemimpinan tradisional merupakan bagian dari obyek kajian dalam sistim politik tradisional. Etnis Lani mengenal kepemimpinan dengan tipe ondoafi, yang pada tipe kepemimpinan ini, ciri utama mengenal pewarisan dalam kepemimpinan dan juga memiliki wilayah kekuasaan dalam mengatur baik secara politik ataupun ekonomi. Dalam melaksanakan kekuasaan tersebut juga harus memiliki keterampilan untuk keperluan adat yang berlaku di suku Lani desa Yomo. Seperti,

  • Terampil dalam Perang
  • Terampil Membuat Rumah Adat
  • Terampil dalam upacara bakar batu
  • Terampil kerja kebun
  • Terampil membuat koteka dan berburu

Kepemimpinan Tradisional Etnis Lani

Dalam konsep kepemimpinan tradisional kelompok-kelompok etnis di Yowo dikenal dengan tipe ondoafi, dari ciri pewarisan dan sistim birokrasi tradisional, tetapi dari hasil temuan data penelitian pada Etnis Lani Kabupaten Tolikara, ada beberapa konsep yang berbeda dengan konsep ondoafi pada umumnya.

Pada prinsipnya Etnis Lani dibagi menjadi tiga keret yaitu ; (1) Dani (2) Yali (3) Nduga, yang dipimpin oleh kepala-kepala keret yang bersifat otonom (mandiri). Kriteria yang digunakan dalam menentukan seorang kepala keret masih menggunakan kriteria- kriteria asli dalam tradisi Etnis Lani.