Menjelaskan Macam Nilai Sosial dengan singkat

Menurut Notonegoro

  1. Nilai material
    Nilai material adalah segala sesuatu yang berguna bagi jasmani/unsur fisik manusia.
  2. Nilai vital
    Nilai vital adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk melakukan suatu kegiatan dan aktivitas.
  3. Nilai kerohanian
    Nilai kerohanian adalah segala sesuatu yang berguna bagi batin (rohani) manusia. Nilai kerohanian manusia dibedakan menjadi empat macam, yaitu:
    a) nilai kebenaran adalah nilai yang bersumber pada unsur akal manusia;
    b) nilai keindahan adalah nilai yang bersumber pada perasaan manusia (nilai estetika);
    c) nilai moral (kebaikan) adalah nilai yang bersumber pada unsur kehendak atau kemauan (karsa dan etika);
    d) nilai religius adalah nilai ketuhanan yang tertinggi, yang sifatnya mutlak dan abadi.

Menurut Cylde Kluckhohn

  1. nilai mengenai hakikat hidup manusia;
  2. nilai mengenai hakikat karya manusia;
  3. nilai mengenai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu;
  4. nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan alam;
  5. nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan sesamanya.

Menurut Walter G. Everett

Menurut Walter G. Everett, nilai dibagi menjadi lima bagian sebagai berikut:

  1. Nilai-nilai ekonomi (economic values) yaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan sistem ekonomi. Hal ini berarti nilai-nilai tersebut mengikuti harga pasar.
  2. Nilai-nilai rekreasi (recreation values) yaitu nilai-nilai permainan pada waktu senggang, sehingga memberikan sumbangan untuk menyejahterakan kehidupan maupun memberikan kesegaran jasmani dan rohani.
  3. Nilai-nilai perserikatan (association values) yaitu nilai-nilai yang meliputi berbagai bentuk perserikatan manusia dan persahabatan kehidupan keluarga, sampai dengan tingkat internasional.
  4. Nilai-nilai kejasmanian (body values) yaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan kondisi jasmani seseorang.
  5. Nilai-nilai watak (character values) nilai yang meliputi semua tantangan, kesalahan pribadi dan sosial termasuk keadilan, kesediaan menolong, kesukaan pada kebenaran, dan kesediaan mengontrol diri.

Menurut Edward Spranger

  • nilai teori yang menentukan identitas sesuatu,
  • nilai ekonomi yang berupa kegunaan sesuatu,
  • nilai agama yang berhubungan dengan sesuatu yang bersifat ketuhanan,
  • nilai seni yang berhubungan dengan ekspresi keindahan,
  • nilai kekuasaan yang berhubungan dengan politik dan pemerintahan,dan
  • nilai solidaritas yang berhubungan dengan cinta, persahabatan, dan hidup bersama.

Macam nilai sosial berdasarkan intensitasnya

1) Nilai-nilai dominan, adalah nilai sosial yang dianggap masyarakat lebih penting daripada nilai sosial lainnya
Indikasi nilai dominan :

  • banyaknya orang yang menganut nilai tersebut,
  • telah cukup lama dianut oleh para anggotanya,
  • tingginya usaha (komitment) untuk mempertahankan nilai itu,
  • adanya kebanggan warga masyarakat bila melaksanakan nilai tersebut Nilai-nilai dominan pada masyarakat Indonesia menurut Koentjoroningrat :
  • Positif :
    – Gotong royong (tolong menolong)
    – Tahan penderitaan S Berikhtiar S Toleransi S Kebersamaan
  • Negatif :
    – Meremehkan mutu S Suka menerabas S Tidak percaya diri S Tidak berdisiplin murni S Tidak bertanggungjawab
    Nilai-nilai dominan pada masyarakat Barat (khususnya Amerika) menurut Robin Williams (Macionis, 1997) :
    – Kesempatan yang sama (equal opportunity)
    – Berprestasi dan berhasil (achievement and success)
    – Kenyamanan material (material comfort)
    – Aktivitas dan kerja (activity and work)
    – Kepraktisan dan efisiensi (practicality and efficiency)
    – Kemajuan (progress)
    – Keilmuan (science)
    – Demokrasi dan kebebasan berusaha (democracy and free enterprice)
    – Kebebasan (freedom)
    – Rasisme dan superioritas kelompok (racism and group superiority)

2) Nilai yang mendarah daging (internalized value), adalah nilai yang menjadi kepribadian bawah sadar dan mendorong timbulnya tindakan tanpa dipikirkan lagi.

Pengelompokkan nilai yang lain

  1. Nilai yang berhubungan dengan keindahan (Estetika)
    Terdapat dalam segala bidang dan merupakan salah satu aspek budaya. Misal : seni suara, seni lukis, sastra, tari, dan seni-seni yang lain
  2. Nilai yang berhubungan dengan pengetahuan
    ■ Mengutamakan dan selalu menuntut kebenaran sesuai konsep keilmuan pada umumnya.
    ■ Berpedoman pada nalar atau logika
  3. Nilai yang berhubungan dengan agama atau kepercayaan
    ■ Sumber nilai : agama atau kepercayaan
    ■ Berisi ajaran tentang benar atau salah yang erat kaitannya dengan sikap, perilaku, dan perbuatan sesuai ajaran agama.
  4. Nilai yang berhubungan dengan kebendaan (Ekonomis)
    Diukur dengan daya guna terhadap usaha manusia dalam mencukupi kebutuhannya, mengingat akan laba rugi, dan segala cara dalam memperoleh benda-benda kebutuhan.
  5. Nilai yang berhubungan dengan kesehatan -> erat kaitannya dengan unsur biologis
  6. Nilai yang berhubungan dengan undang-undang atau peraturan negara -> menjadi pedoman bagi setiap warga agar mengetahui hak serta kewajibannya.