Menjelaskan Macam-macam pencahayaan dengan singkat

Pencahayaan Alami

Istilah pada Pencahayaan Alami

Satwiko (2004) menjelaskan beberapa istilah untuk pencahayaan alami,antara lain:

  1. Cahaya langit (sky light) adalah cahaya bola langit.
    Cahaya inilah yangdipakai untuk penerangan alami ruangan, bukan sinar langsung matahari(sunlight). Sinar langsung matahari akan sangat menyilaukan danmembawa panas, sehingga tidak dipakai untuk menerangi ruangan.
  2. Langit rancangan (design sky light), luminan langit yang dipergunakan sebagai patokan perancangan yaitu kondisi langit yang terjadi sebanyak90%. Untuk Indonesia dipakai 10.000 Lux.

Dalam RSNI 03-2396-2001    ditambahkan untuk langit rancangan ditetapkan:

  • Langit biru tanpa awan atau
  • Langit yang seluruhnya tertutup awan abu-abu putih

Strategi Desain Pencahayaan Alami yang Optimal

Ander (2003) menjelaskan secara singkat beberapa strategi desain untuk     pencahayaan alami, antara lain:

  • Peningkatan keliling zona pencahayaan alami:
    Memperpanjang keliling pada bangunan dapat meningkatkan kinerja bangunan dengan meningkatkan luas total pencahayaan alami.
  • Penetrasi pencahayaan alami di atas ruangan:
    Dengan meletakkan lubang tinggi di dinding, akan menghasilkan penetrasi yang lebih dalam. Akan ada sedikit kemungkinan dari kecerahan berlebih pada bidang pandang dengan merefleksikan dan menyebarkan cahaya sebelum sampai ke tingkat pekerjaan (task level).
  • Penggunaan ide “bukaan efektif” untuk perkiraan awal pada area kacayang optimal:
    Ketika bukaan efektif, yaitu produk dari rasio jendela-ke-dinding dan transmitansi kaca yang terlihat, sekitar 0,18, saturasi pencahayaan alamiakan dicapai. Daerah kaca tambahan atau cahaya akan menjadikontraproduktif karena itu akan meningkatkan beban pendinginan lebih
    banyak dibandingkan mengurangi beban pencahayaan.
  • Pemantulan pencahayaan alami dalam ruang untuk meningkatkan kecerahan ruang:
    Meskipun sumber cahaya alami adalah matahari, permukaan-permukaandan benda-benda dalam ruang akan merefleksikan dan menyebarkancahaya alami. Peningkatan visibilitas dan kenyamanan dapat dicapaimelalui peningkatan kecerahan ruangan dengan menyebarkan polakecerahan. Penurunan intensitas terjadi dari merefleksikan dan menyerapsebagian cahaya di seluruh ruang. Sebuah rak cahaya, bila dirancangdengan baik, memiliki potensi untuk meningkatkan kecerahan ruang danmenurunkan kecerahan jendela.
  • Penghindaran sorotan langsung cahaya alami di daerah tugas visual yang kritis:
    Kekurangan visibilitas dan ketidaknyamanan akan terjadi jika perbedaan kecerahan yang berlebihan terjadi di daerah tugas visual yang kritis. Iniadalah kesalahan untuk diyakini bahwa desain pencahayaan alami yangbaik hanya memerlukan untuk menambah bukaan kaca besar pada desainbangunan. Kontrol bukaan harus dipertimbangkan jika sorot cahaya langsung tidak diinginkan.
  • Penggunaan cahaya langsung secara hati-hati pada area dimana pekerjaan nonkritis terjadi:
    Pola cahaya dan bayangan dari matahari di langit dapat menambahkanfitur menarik dan dinamis ke dalam ruang. Perasaan sejahtera, kesanwaktu dan orientasi biasanya sering berdampak pada penghuni. Namun,jika terintegrasi buruk, penghuni mungkin memiliki kesulitan untukmelihat, dan di samping itu, dapat menghasilkan perolehan panas yangtidak diinginkan.
  • Penyaringan pencahayaan alami:
    Ketika buruknya cahaya langsung merupakan masalah yang potensial, penyaringan dapat dilakukan oleh vegetasi, tirai atau kisi-kisi. Ini akan membantu melembutkan dan mendistribusikan cahaya lebih seragam.

Pencahayaan Buatan

Istilah pada Pencahayaan Buatan

Satwiko (2004) menjelaskan beberapa secara singkat istilah untuk pencahayaan buatan, antara lain lampu (lamps) yaitu sesuatu yang menyala padaelemen pencahayaan buatan. Dudukan lampu disebut soket (socket) dan   rumahlampu disebut armatur (luminaire). Armatur sendiri terdiri dari soket,rumah,tudung dan balas.