Menjelaskan Macam Macam Bentuk Akomodasi dengan singkat

  • Koersi (coercion)

Koersi adalah proses akomodasi yang proses pelaksanaannya dilakukan dengan cara paksaan ataupun menggunakan kekerasan. Koersi terjadi umumnya disebabkan adanya perbedaan derajat kedudukan yang jauh berbeda antara kedua pihak dalam struktur sosial. Salah satu contohnya adalah sengketa tahah antara orang kaya dengan orang miskin.

  • Kompromi (compromise)¬†

Kompromi adalah proses akomodasi yang membuat kedua belah pihak saling mengurangi tuntutan atau ekspektasi mereka sehingga sumber ketegangan berkurang agar masalah ataupun konflik dapat terselesaikan.

  • Arbitrasi (arbitration)

Arbitrasi adalah proses akomodasi yang dilakukan dengan menghadirkan pihak ketiga sehingga menjadi penengah pertikaian diantara kedua belah pihak yang berkonflik.

  • Mediasi (mediation)

Mediasi adalah proses akomodasi yang merupakan penyelesaian pertikaian antara dua kelompok atau lebih yang kedua belah pihak tidak sanggup mencapai kesepakatan sehingga kedua belah pihak yang berkonflik menghadirkan pihak  ketiga agar konflik terselesaikan.

Mediasi berbeda dengan arbitrasi karena dalam mediasi, pihak ketiga tidak berhak mengambil keputusan atau dengan kata lain bersifat netral sedangkan dalam arbitrasi, pihak ketiga dapat mengambil sebuah keputusan apabila terjadi kebuntuan sehingga tidak netral.

  • Konsiliasi (conciliation)

Konsiliasi adalah usaha untuk mempertemukan pihak pihak yang berkonflik menggunakan perwakilan perwakilan dari kedua pihak sehingga mereka dapat mencapai persetujuan bersama dengan kepala yang lebih tenang. Contoh kasus yang paling nyata terjadi di Aceh yaitu GAM atau gerakan Aceh Merdeka.

  • Toleransi (tolerance)

Toleransi adalah bentuk akomodasi yang paling acuh dari yang lain. Toleransi adalah bentuk akomodasi yang berusaha menghindari konflik sedapat mungkin, contohnya adalah toleransi dalam beragama.

  • Stale Mate

Stale mate adalah bentuk akomodasi yang terjadi antara pihak pihak yang memiliki kedudukan ataupun kekuatan yang sama besarnya sehingga konflik akan berhenti dengan sendirinya.

Hal ini terjadi dikarenakan adanya pertimbangan apabila konflik berlanjut kepada perseteruan ataupun kontak negatif maka, akan terjadi kehancuran pada kedua pihak.

  • Ajudikasi (adjudication)

Ajudikasi adalah bentuk akomodasi dengan menggunakan jalan hukum yaitu pengadilan. Masing masing pihak sepakat untuk membawa masalah tersebut ke meja peradilan.

  • Segregasi (segregation)

Segregasi adalah masing-masing pihak yang bertikai memisahkan diri dan saling menghindar dalam rangka mengurangi ketegangan.

  • Eliminasi (elimination)

Eliminasi adalah pengunduran diri salah satu pihak yang bersengketa karena mengalah. Subjugation atau domination adalah pihak yang memiliki kekuatan besar meminta pihak lain menaatinya.

  • Keputusan mayoritas (mayority rule)

Keputusan mayoritas (mayority rule) adalah keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak. Minority consent adalah golongan minoritas yang tidak merasa dikalahkan masih dapat dilakukan kegiatan bersama.

  • Konvenrsi

Konvenrsi adalah penyelesaian pertikaian dimana salah satu pihak bersedia mengalah dan mau menerima syarat yang diajukan pihak lain.

  • Gencatan senjata (cease fire)

Gencatan senjata (cease fire) adalah penangguhan permunasan pada waktu tertentu karena menunggu jalan keluar dengan baik.