Menjelaskan Librasi Bulan dengan singkat

Jika keseimbangan gerak terjadi antara evolusi bulan dan rotasinya berarti permukaan bulan yang mungkin dilihat dari bumi adalah satu belahan yakni 50% permukaan bulan. Pergerakan bulan yang tidak sederhana menimbulkan efek penampakan yang tidak sesuai dengan logika di atas. Ketika melakukan geraknya yang khas bulan tidak selalu terletak pada bidang yang sama. Baik bentuk atau posisinya yang relatif terhadap matahari dan bumi secara terus menerus berubah. Karena sebab-sebab inilah maka bagian bulan yang terlihat di bumi agak berbeda sehingga setelah satu periode waktu  (yakni 1 bulan) kita dapat melihat 59% permukaan bulan dari suatu tempat pengamatan di bumi.

Perubahan-perubahan dalam orbit bulan terjadi dalam daur-daur. Karena hal inilah, permukaan bulan yang dapat dilihat mengalami librasi, sehingga daerah-daerah kecil di tepi cakramnya yang bisa diamati terlihat. Dengan kata lain titik tengah dari bulatan bulan yang nampak bukanlah titik yang sama saja, melainkan bergeser sedikit letaknya. Dengan demikian bagian bulan yang dapat disaksikan dari bumi lebih luas sedikit dari separoh. Sisi-sisi piringan pada kutub utara dan selatan serta bagian kanan kirinya dapat berganti-ganti terlihat. Librasi atau gerak berguncang bulan dapat diperinci sebagai berikut:

Librasi lintang Menimbulkan Efek Bulan

  • Pertama, Librasi dalam garis lintang. Ini disebabkan gerak bulan mengangguk. Efek yang ditimbulkan adalah daerah kecil pada kutub-kutub bulan secara bergantian tampak dari bumi setelah bulan berkeliling setengah dari lintasannya. Atau titik pusat bulatan bulan yang tampak bergeser naik turun. Untuk lebih memahami gerakan bulan yang demikian perlu kita mengingat bahwa lintasan bulan bersifat elips. Pada waktu tertentu bulan berada pada posisi terdekat dengan bumi, diwaktu yang lain bulan berada dalam jarak lebih jauh dari bumi. Sama halnya seperti lintasan bumi yang ellips terhadap matahari. Lintasan yang ellips ini membuat jarak matahari-bumi dan jarak bulan-bumi berubah secara periodik. Dalam kasus ini berlaku hukum Keppler II dan Hukum Gravitasi yang membawa efek terhadap percepatan dan perlambatan gerak jatuh melingkar.
  • Kedua, Librasi dalam garis bujur. Ini disebabkan karena kecepatan bergeraknya bulan mengitari bumi tidaklah tetap. Kadang-kadang cepat kadang kadang lambat. Padahal gerak rotasinya selalu tetap. Ini menimbulkan efek permukaan bulan yang Nampak dari bumi bergeser dalam arah timur dan barat, atau librasi dalam garis bujur.

  • Ketiga, Librasi Paralaks. Librasi ini disebabkan oleh posisi pengamatan yang berbeda dari orang yang menyaksikan bulan di bumi. Pengamat A akan melihat titik pusat bulan pada titik a, sedangkan pengamat B akan melihat titik pusat bulan di b. Karena jarak antara bumi di bulan tidak jauh yaitu sekitar 385.000 km, maka perbedaan tampak menjadi sangat jelas.

Ada bagian tertentu dari bulan yang tidak bisa dilihat oleh A tampak oleh B, sebaliknya ada bagian bulan yang tidak tampak oleh B dapat dilihat oleh A. Pengaruh ketiga jenis librasi ini menyebabkan permukaan bulan yang tampak dari bumi menjadi lebih dari separoh. Angka tepatnya tidak dapat diperoleh hanya dengan pengamatan biasa dan sepintas. Harus dilakukan penelitian dan pengukuran secara cermat. Tetapi jika diperkirakan secara kasar kurang lebih sebagai berikut: Bagian yang tampak dan selalu menghadap ke bumi 3/7; bagian yang tidak pernah tampak dari bumi 3/7 dan Bagian yang tampak karena faktor Librasi adalah 1/7. Maka permukaan bulan yang dapat dilihat dari bumi adalah sekitar 4/7 bagian atau lebih dari separo.