Menjelaskan Lembaga-Lembaga Kesejahteraan Sosial dengan singkat

Terbentuknya lembaga-lembaga kesejahteraan sosial merupakan realisasi dari kriteria-kriteria pertama tentang organisasi formal. Dilihat dari segi praktek pekerjaan sosial, lembaga kesejahteraan sosial dapat dilihat dari tempat kedudukan (setting) , program dan pelayanannya di mana pekerja sosial menjalankan tugas operasionalnya.

Gordon Hamilton membagi dalam dua golongan, yaitu primary setting dan secondary setting. Primary setting misalnya pada lembaga kesejahteraan sosial keluarga dan anak di mana metode-metode dan praktek pekerjaan sosial diterapkan dalam keseluruhan kegiatan. Sedangkan dalam secondary setting pekerjaan sosial merupakan salah satu bagian dari keseluruhan metode dan pelayanan.

Arthur Dunham mengedepankan klasifikasi lembaga kesejahteraan sosial menurut naungannya, lapangan kerja dan wilayah geografinya. Menurut naungannya adalah berupa lembaga pemerintahan dan swasta. Sedangkan menurut lapangan kerja sesuai fungsinya dapat dikelompokkan menjadi 9 jenis, yaitu kesejahteraan keluarga, kesejahteraan anak, kesehatan, cacat tubuh, kesehatan mental, pelanggar-pelanggar dewasa, rekreasi dan pendidikan informal, perencanaan, koordinasi, dan program pembangunan, dan lain-lain yang meliputi departemen kesejahteraan negara bagian dan berbagai badan kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

Untuk klasifikasi berdasarkan wilayah geografinya terdiri dari lokal, regional-nasional, regional-internasional dan internasional. Dari berbagai jenis lembaga kesejahteraan sosial dapat pula dikelompokkan menjadi dua golongan yaitu lembaga terapi dan lembaga sosialisasi.

Lembaga-lembaga kesejahteraan sosial dalam pelayanannya tidak membedakan golongan, ras maupun atas dasar ideologi dan kepercayaannya. Kegiatannya antara lain mencakup bantuan dan pelayanan serta mengembangkan usaha-usaha sosial serta usaha-usaha kesejahteraan sosial.