Menjelaskan Latar Belakang Terbentuknya Kabinet Burhanuddin Harahap dengan singkat

Kabinet Ali – Arifin jatuh akibat dari pengangkatan Kolonel Bambang Utoyo yang diangkat sebagai KSAD menggantikan Jenderal Bambang Sugeng dengan pangkat Jenderal Mayor, yang diboikot Kolonel Zulkifli Lubis wakil KSAD yang merasa lebih berhak menduduki KSAD tersebut dari Bambang Utoyo yang juga invalid. Kejadian ini tanggal 27 Juni 1955 yang berakibat pelantikan Bambang utoyo gagal, Kolonel Zulkifli Lubis diskorsing sementara, tetapi akhirnya dicabut kembali.

Kejadian membuat wibawa pemerintah dalam hal ini Kabinet Ali – Arifin jatuh terutama terhadap Angkatan Bersenjata khususnya Angkatan Darat. Akhirnya kabinet ini menyerahkan mandatnya kembali kepada presiden pada tanggal 24 Juli 1955. Sebagai gantinya Wakil Presiden Dr. Muh. Hatta menunjuk Mr. Burhanuddin Harahap sebagai formatir kabinet. Kejadian ini baru pertama kali di Indonesia, formatir kabinet ditunjuk oleh Wakil Presiden sebagai akibat dari kepergian Soekarno naik Haji ke Mekkah.

Kabinet ini terbentuk pada tanggal 11 Agustus 1955, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 141 Tahun 1955 tertanggal 11 Agustus 1955 dan mulai bekerja setelah dilantik tanggal 12 Agustus 1955.

Kabinet Burhanuddin Harahap adalah merupakan kabinet koalisi yang terdiri atas beberapa partai, bahkan hamper merupakan Kabinet Nasional, sebab jumlah partai yang tergabung dalam koalisi kabinet ini berjumlah 13 partai. Tetapi karena masih ada beberapa partai yang sebagai oposisi tidak duduk dalam kabinet seperti PNI dan beberapa partai lainnya, maka kabinet ini termasuk kabinet koalisi.

Partai Politik yang Menaungi Kabinet Burhanuddin Harahap

Jumlah Menteri seluruhnya termasuk Perdana Menteri, Wakil Perdana Menteri, Menteri Departemental, Menteri Muda, dan Menteri Negara semuanya 23 orang. Menurut partainya para Menteri itu sebagai berikut:

  1. Masyumi (4 menteri)
  2. PIR Hazairin (2 Menteri)
  3. PSII (2 Menteri)
  4. Demokrat (1 Menteri)
  5. NU (2 Menteri)
  6. PSI (2 Menteri)
  7. PKRI (1 Menteri)
  8. Partai Buruh (2 Menteri)
  9. PRN (2 Menteri)
  10. Parindra (2 Menteri)
  11. Parkindo (1 Menteri)
  12. PRI (1 Menteri)
  13. Non Partai (1 Menteri)

Kabinet ini didominir oleh Partai Masyumi, walaupun terdapat banyak partai lain tersangkut di dalamnya, tetapi seakan-akan hanya pelengkap saja. Sehingga sementara pihak ada yang menyebut kabinet sebagai Kabinet Masyumi karena Masyumi yang paling banyak mawarnai kabinet ini. Dalam kabinet ini PNI tidak duduk didalamnya dan otomatis bertindak sebagai partai oposisi, begitu juga PKI yang menjadi musuh Masyumi tidak duduk dalam kabinet. Seakan-akan kabinet sebagai ganti Kabinet Ali-Wongso-Arifin di mana Masyumi tidak ikut dan sebagai oposisi.

Anggota Menteri Pada Kabinet Burhanuddin Harahap

Komposisi Menteri-menteri dalam kabinet ini adalah sebagai berikut:

  1. Perdana Menteri : Mr. Burhanuddin Harahap
  2. Wakil Perdana Menteri I : R. Janu Permadi
  3. Wakil Perdana Menteri II : Harsono Cokroaminoto
  4. Menteri Luar Negeri : Mr. Anak Agung Gede Agung
  5. Menteri Dalam Negeri : Mr. R. Sunaryo
  6. Menteri Pertahanan : Mr. Burhaniddin Harahap
  7. Menteri Keuangan : Prof. Dr. Sumirto Joyohadikusumo
  8. Menteri Perekonomian : I.J. Kasimo
  9. Menteri Pertanian : Muhammad Sarjan
  10. Menteri Perhubungan : F. Laoh
  11. Menteri Muda Perhubungan : Asroruddin
  12. Menteri Agraria : Mr. Gunawan
  13. Menteri Pekerj. Umum & Tenaga : R. Panji Suroso
  14. Menteri Kehakiman : Mr. Lukman Wariadinata
  15. Menteri Perburuhan : Iskandar Tejakusuma
  16. Menteri Sosial : Sudibyo
  17. Menteri Agama : K. H. Muhammad Ilyas
  18. Menteri PP & K : Prof. Ir. Suwandi
  19. Menteri Kesehatan : Dr. J. Leimena
  20. Menteri Penerangan : Syamsuddin Sutan Makmur
  21. Menteri Negara : Abdul Halim
  22. Menteri Negara : Sutomo/ Bung Tomo
  23. Menteri Negara : Drs. Comala Ajaib Nur

Hampir semua Menteri dalam kabinet ini adalah wajah baru, Cuma beberapa orang saja yang sudah duduk dalam Kabinet Ali I mereka di antaranya:

  1. Mr. Sunaryo yang menjadi Menteri Dalam Negeri Kabinet Ali-Arifin sesudah Mr. Hazaairin mundur sebagai menteri dalam Negeri sejak 17 November 1954.
  2. R.P. Suroso sebagai Menteri Sosial dalam Kabinet Ali I sekarang sebagai Menteri Pekerja Umum dan Tenaga.
  3. Sudibyo dulu pernah duduk dalam Kabinet Ali I sebagai Menteri Urusan Kesejarahan Rakyat, tetapi ia mengundurkan diri bersama teman separtainya (PSII) yaitu Abikusno Cokrosuyoso sejak 14 September 1953, sekarang sebagai Menteri Sosial.