Menjelaskan Latar Belakang Serangan Umum 1 Maret dengan singkat

Tujuan utama dari ini rencana yaitu bagaimana menunjukkan eksistensi Tentara Nasional Indonesia dan dengan demikian juga menunjukkan eksistensi Republik Indonesia kepada dunia internasional. Untuk menunjukkan eksistensi TNI, maka anggota UNCI, wartawan-wartawan ajaib serta para pengamat militer harus melihat perwira-perwira yang berseragam TNI.

Setelah dilakukan pembahasan yang mendalam, grand design yang diajukan oleh Hutagalung disetujui, dan khusus mengenai “serangan spektakuler” terhadap satu kota besar, Panglima Divisi III/GM III Kolonel Bambang Sugeng bersikukuh, bahwa yang harus diserang secara spektakuler yaitu Yogyakarta.

Tiga alasan penting yang dikemukakan Bambang Sugeng untuk menentukan Yogyakarta sebagai target utama adalah:

  1. Yogyakarta yaitu Ibukota RI, sehingga jika sanggup direbut walau hanya untuk beberapa jam, akan besar lengan berkuasa besar terhadap usaha Indonesia melawan Belanda.
  2. Keberadaan banyak wartawan ajaib di Hotel Merdeka Yogyakarta, serta masih adanya anggota delegasi UNCI (KTN) serta pengamat militer dari PBB.
  3. Langsung di bawah wilayah Divisi III/GM III sehingga tidak perlu persetujuan Panglima/GM lain dan semua pasukan memahami dan menguasai situasi/daerah operasi.