Menjelaskan Latar Belakang Agresi Militer Belanda 1 dengan singkat

Belanda mengartikan isi dari perjanjian Linggar Jati berasarkan pidato Ratu Wihelmina pada 7 Desember 1942, yang pada intinya mengharapkan bangsa Indonesia menjadi anggota Commonwealth dan akan disusun menjadi negara federasi, kemudian Belanda yang akan menata hubungan luar negeri bangsa Indonesia. 15 Juli 1947, van Mook sebagai Gubernur Jendral Belanda di Indonesia mengultimatum bangsa Indonesia supaya menarik pasukannya guna mundur dari garis batas demarkasi sejauh 10 km, yang pasti saja ditampik dengan tegas oleh semua pemimpin bangsa Indonesia masa-masa itu.

Belanda mempunyai tujuan ketika melancarkan agresi militer terhadap bangsa Indonesia, yakni hendak menguasai secara sarat wilayah-wilayah Indonesia yang mempunyai potensi kekayaan alam, hasil perkebunan berupa rempah-rempah dan pun minyak. Bagi menghalalkan aksinya itu dimata dunia Internasional Belanda mengaku bahwa agresi militer itu hanyalahaksi polosional dan adalahurusan dalam negeri.

Berikut ini destinasi utama Pihak Belanda melancarkan Agresi Militernya terhadap bangsa Indonesia :

  1. Militer : Belanda memakai agresi militer demi membumihanguskan TNI sebagai ujung tombak pertahanan bangsa dengan demikian Indonesia bakal lemah dan gampang dikendalikan.
  2. Politis : dengan agresi militer yang dilancarkan pihak Belanda terutama memblokade titik-titik strategis laksana ibu kota negara secara tidak langsung bakal menghapuskan kedaulatan bangsa Indonesia.
  3. Ekonomis : distrik Indonesia yang familiar akan hasil rempahnya yang berbobot | berbobot | berkualitas dan mempunyai nilai jual yang tinggi menciptakan Belanda tak mau melepaskan dan menyaksikan bangsa Indonesia merdeka.

Melalui radio van Mook mengucapkan sebuah pidato yang menyatakan, bilalau Belanda telah tidak terbelenggu lagi dengan perjanjian Linggarjati. Dan pada waktu tersebut tentara Belanda berjumlah sedikitnya lebih dari 100.000 tentara bersenjata lengkap, dan dilengkapi dengan perlengkapan tempur yang canggih temasuk senjata berat yang didapatkan dari tentara Inggris dan tentara Australia.