Menjelaskan Kendala dan Permasalahan yang Dihadapi oleh Ekspor Indonesia dengan singkat

Berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi oleh eksport negara Indonesia :

  1. Kegiatan ekspor di Indonesia tidak terlepas dari kesiapan pembangunan infrastruktur di pelabuhan. Yang terjadi sekarang ini, aktivitas bongkar dan angkut barang masih terbilang lama contohnya produk minyak sawit dan turunannya. Kendala lain yang dihadapi pelabuhan bukan saja dari jam kerja, melainkan fasilitas pelabuhan yang sangat minim akibatnya mengganggu proses pengangkutan barang.
  2. Adanya isu pelemahan nilai mata uang rupiah yang menyebabkan berubahnya harga komoditi Impor, baik obyek konsumsi maupun alat produksi. Harga komoditi Impor biasanya dipatok dengan mata uang Negara asal, maka apabila nilai mata uang negara tujuan impor jatuh, maka harga komoditi Impor pun akan meningkat. Sebagai contoh, misal di nilai tukar Rupiah di Indonesia turun sekitar 14% dari nilai US Dollar (9000), maka nilai US Dollar pun meningkat menjadi sekitar 10.250 Rupiah, dan harga komoditi Impor pun meningkat sebesar 14%. Kemudian, harga barang-barang Impor di mall, toko, maupun makanan di restoran dan kafe pun meningkat drastis dan semakin memperpuruk perekonomian Indonesia.
  3. Kurangnya pengelolaan sumberdaya, kurangnya variasi produk asli Indonesia, hingga kebutuhan warga Negara Indonesia yang terpancing dengan Negara-negara besar, seperti Amerika Serikat, Bangsa Eropa, bahkan bangsa Asia lainnya seperti Jepang, Korea, dan China yang mendominasi gaya hidup dan fashion, namun meninggalkan produk buatan Negaranya sendiri ini sangat perlu diperhatikan pemerintah. Warga Indonesia kini senantiasa mengkosumsi produk-produk impor yang terkesan mewah dibandingkan produk karya anak bangsa yang kualitasnya tak jauh beda. Pakaian, Aksesoris, Kendaraan, Makanan dan Minuman, semuanya telah didominasi dengan produk-produk asing. Sebagai contoh, warga Indonesia cenderung mengkosumsi makanan-makanan fast food khas Negara Barat seperti Mc Donalds, Kentucky Fried Chicken (KFC), dan lain sebagainya dibandingkan makanan khas Indonesia seperti Pecel, Soto, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan pakaian, pakaian bermerk dari luar tentunya lebih disukai dibandingkan merk lokal yang kualitasnya tidak jauh beda dari merk-merk luar tersebut.
  4. Dumping merupakan suatu tindakan menjual produk-produk impor dengan harga yang lebih murah dari harga dan ini merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan WTO. Karena kebanjiran impor membuat Indonesia. Beberapa waktu yang lalu Korea menuduh Indonesia melakukan dumping woodfree copy paper ke Korsel sehingga Indonesia mengalami kerugian yang cukup besar. Tuduhan tersebut menyebabkan Pemerintah Korsel mengenakan bea masuk anti dumping (BMAD) sebesar 2,8 persen hingga 8,22 persen terhitung 7 November 2003. dan akibat adanya tuduhan dumping itu ekspor produk itu mengalami kerugian. Ekspor woodfree copy paper Indonesia ke Korsel yang tahun 2002 mencapai 102 juta dolar AS, turun tahun 2003 menjadi 67 juta dolar. Sehingga Indonesia harus melakukan yang terbaik untuk menghadapi kasus – kasus dumping semacam ini