Menjelaskan Kelainan Pada Sperma dengan singkat

Untuk mengetahui kelainan pada sperma, perlu dilakukan suatu pemeriksaan secara langsung dan juga pemeriksaan dibawah mikroskop, pemeriksaan ini disebut dengan “analisa sperma”. Analisa sperma ini dilakukan dengan cara memeriksa sperma yang biasa dikeluarkan dengan cara onani atau koitus (hubungan badan) terputus.

Sperma yang diejakulasikan di tampung dalam wadah yang bersih dan tidak bereaksi apa-apa terhadap sperma, yang biasa dipakai yaitu tabung reaksi berukuran 50-100 ml ataupun kaca. Kemudian tempat tersebut ditutup supaya tidak terkontaminasi.

Sebelum kita membahas mengenai kelainan-kelainan yang terdapat pada sperma, yang biasanya berujung pada infertilitas (kemandulan), maka perlu diperhatikan terlebih dahulu batas-batas normal pada sperma, karakteristik sperma normal disebut dengan Normozoospermia.

Analisa sperma secara makroskopis bertujuan untuk mengamati :

1. Liquefaction

Sperma yang kental akan mencair (liquefaction) pada suhu kamar dalam waktu 15 sampai dengan 20 menit. Hal ini terjadi karena daya kerja enzim seminim yang dihasilkan oleh kelenjar prostat. Jika sperma yang baru diejakulasikan tampak langsung encer, berarti terdapat kelainan pada vesika seminalisnya. Bila sperma Sesudah 20 menit belum juga mencair, maka terdapat kelainan pada sistem koagulasinya yakni pada enzim seminin yang dihasilkan oleh kelenjar prostat.

2. Volume

Volume normal sperma yaitu  2-3 ml. Volume yang lebih dari 8 ml disebut dengan hiperspermia yang biasa disebabkan oleh kegiatan yang berlebihan oleh kelenjar prostat, dan bisa juga disebabkan oleh ketidak seimbangan hormonal yang biasa disebabkan oleh obat-obatan. Sedangkan volume yang kurang dari 1 ml disebut dengan hipospermia yang biasa disebabkan oleh ejakulasi yang terlalu sering, dan juga akibat vesica seminalis yang obstruksi (menyempit).

3. Bau sperma

Bau sperma sangat khas, yakni seperti bau bunga akasia. Bau ini dikarenakan oleh oksidasi spermin, yakni suatu poliamin alifatik yang dihasilkan oleh kelenjar prostat. Kelainan seperti infeksi bisa membuat sperma menjadi bau busuk.

4. pH

pH normal pada sperma ialah 7,2 – 7,8. pH yang rendah biasa terjadi karena kelainan pada kelenjar prostat, epididimis, vesika seminalis, dan kontaminasi dengan air seni.

5. Warna sperma

Warna sperma normal yakni putih keruh dan sedikit keabu-abuan. Ketidak normalan pada warna sperma dapat dikarenakan oleh infeksi saluran genitalia, yang bisa mengakibatkan warna menjadi kekuningan. Warna sperma juga bisa menjadi kemerahan bila terdapat perdarahan pada saluran genitalia.

6. Kekentalan (viskositas)

Kekentalan pada sperma bisa diperiksa dengan cara menyentuh sperma dengan pengaduk, kemudian terbentuk benang yang panjangnya secara normal yaitu 3-5 cm. Bila viskositas lebih dari batas normal, kelainan bisa terdapat pada jumlah sel sperma yang terlalu banyak, gangguan liquefaction, dan akibat pengaruh obat-obatan.

Kelainan pada motilitas sperma disebut dengan Asthenozoospermia.

Daftar Pustaka:

  • Yatim Wildan. 1990. Reproduksi dan embriolog, Bandung: Tarsito
  • Campbell. 2002. Biologi. Jakarta: Erlangga
  • Subowo. 1995. Biologi sel. Bandung: Angkasa
  • Kimball. 2000. Biologi. Jakarta: Erlangga

Itulah ulasan tentang Sperma adalah : Struktur, Proses, Ciri, Peran dan Kelainan. Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih.

Baca juga artikel terkaitnya disini juga :

  •