Menjelaskan Kekerabatan Suku Wana dengan singkat

Masyarakat terasing ini hidup dalam kelompok-kelompok kecil dekat lahan perladangan mereka. Pemukiman dekat lahan ini terdiri dari 5-15 keluarga inti. Biasanya satu sama lain masih ada hubungan kekerabatan yang dekat.

Sebuah rumah tangga terdiri atas satu keluarga inti senior yang sering disertai oleh beberapa orang kerabat dekat sebagai kesatuan tenaga kerja, karena sebuah ladang dikerjakan oleh sekitar 5-10 tenaga kerja dewasa dan anak-anak yang sudah bisa membantu pekerjaan yang ringan.

Kepimpinan yang paling efektif dalam kehidupan sosial mereka ialah tokoh yang disebut Tautan Lipu, seorang lelaki senior yang berperan sebagai kepala pemukiman, sekaligus sebagai pemimpin tani dan syaman “dukun”.