Menjelaskan Jenis-Jenis Unsur dengan singkat

Berikut ini adalah jenis-jenis dari unsur, sebagai berikut:

  • Unsur Logam adalah unsur yang  berwujud padat pada suhu kamar, dapat ditempa dan diregangkan, mengkilap jika digosok dan dapat menjadi penghantar listrik (konduktor) dan penghantar panas. Contoh unsur logam:
  • Kalsium (Calsium) = Ca
  • Mangan = Mn
  • Kobalt (Cobalt) = Co
  • Timah (Stannum) = Sn
  • Besi (Ferrum) = Fe
  • Magnesium = Mg
  • Perak (Argentum) = Ag
  • Krom (Chromium) = Cr
  • Nikel = Ni
  • Kadmium (Cadmium) = Cd
  • Kalium = K
  • Emas (Aurum) = Au
  • Unsur Non Logam adalah unsur yang berwujud padat, cair atau gas pada suhu kamar, rapuh dan tidak dapat ditempa, tidak mengkilap walau digosok (kecuali intan) tidak bisa menjadi penghantar/Non-konduktor (kecuali grafit).  Contoh unsur bukan logam (non logam):
  • Argon = Ar
  • Belerang (Sulfur) = S
  • Fluorin = F
  • Karbon (Carbon) = C
  • Oksigen = O
  • Silikon = Si
  • Bromin = Br
  • Helium = He
  • Fosfor = Phosforus
  • Hidrogen = H
  • Neon = Ne
  • Nitrogen = N

Baca Juga : 

Tata Nama Unsur

Penamaan unsur telah jauh sebelum adanya teori atom suatu zat, meski pada waktu itu belum diketahui mana yang merupakan unsur, dan mana yang merupakan senyawa. Ketika teori atom berkembang, nama-nama unsur yang telah digunakan pada masa lampau tetap dipakai. Misalnya, unsur “cuprum” dalam Bahasa Inggris dikenal dengan copper, dan dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan istilahtembaga. Contoh lain, dalam Bahasa Jerman “Wasserstoff” berarti “hidrogen”, dan “Sauerstoff” berarti “oksigen”.

Nama resmi dari unsur kimia ditentukan oleh organisasi IUPAC. Menurut IUPAC, nama unsur tidak diawali dengan huruf kapital, kecuali berada di awal kalimat. Dalam paruh akhir abad ke-20, banyak laboratorium mampu menciptakan unsur baru yang memiliki tingkat peluruhan cukup tinggi untuk dijual atau disimpan. Nama-nama unsur baru ini ditetapkan pula oleh IUPAC, dan umumnya mengadopsi nama yang dipilih oleh penemu unsur tersebut.