Menjelaskan JENIS – JENIS NILAI SOSIAL dengan singkat

Di masyarakat kita dapat menjumpai berbagai nilai yang dianut demi kebaikan bersama anggota masyarakat.Nilai sosial yang sangat beragam dan kompleks yang ada di masyarakat, dapat diklasifikasikan menurut jenisnya sendiri. Beberapa jenis nilai sosial dilihat dari sifat, ciri, dan tingkat keberadaannya yang ada dalam masyarakat dan dapat dibedakan sebagai berikut:

1. Nilai sosial berdasarkan cirinya

  • Nilai Sosial Dominan

Nilai sosial dominan adalah nilai yang dianggap sangat penting dibandingkan oleh nilai sosial lainnya.

Beberapa indikasi sebuah nilai sosial dikatakan nilai sosial dominan adalah :

  1. Nilai tersebut sudah ada dan cukup lama dianut.
  2. Adanya kebanggaan dalam warga masyarakat apabila melaksanakan nilai tersebut.
  3. Nilai tersebut dianut oleh hampir semua warga masyarakat.
  4. Adanya komitmen yang kuat dalam kehidupan bermasyarakat untuk dapat melaksanakan nilai tersebut.
  • Nilai Sosial yang Mendarah Daging

Maksud dari nilai sosial yang mendarah daging adalah nilai sosial yang telah menjadi suatu kepribadian bagi masyarakat, bisa dikatakan sebagai suatu kebiasaan  yang terus berlangsung dalam bermasyarakat.

2. Nilai Sosial Berdasarkan Sifatnya

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal tujuh jenis nilai dilihat dari sifatnya, yaitu nilai kepribadian, kebendaan, biologis, kepatuhan hukum, pengetahuan, agama, dan keindahan.antaralain :

  • Nilai kepribadian,

yaitu nilai yang dapat membentuk kepribadian seseorang, seperti emosi, ide, gagasan, dan lain sebagainya.

  • Nilai kebendaan,

yaitu nilai yang diukur dari kedayagunaan usaha manusia untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Biasanya jenis nilai ini disebut dengan nilai yang bersifat ekonomis.

  • Nilai biologis,

yaitu nilai yang erat hubungannya dengan kesehatan dan unsur biologis manusia. Misalnya dengan melakukan olahraga untuk menjaga kesehatan.

  • Nilai kepatuhan hukum,

yaitu nilai yang berhubungan dengan undang-undang atau peraturan negara. Nilai ini merupakan pedoman bagi setiap warga negara agar mengetahui hak dan kewajibannya.

  • Nilai pengetahuan,

yaitu nilai yang mengutamakan dan mencari kebenaran sesuai dengan konsep keilmuannya.

  • Nilai agama,

yaitu nilai yang berhubungan dengan agama dan kepercayaan yang dianut oleh anggota masyarakat. Nilai ini bersumber dari masing-masing ajaran agama yang menjelaskan sikap, perilaku, perbuatan, perintah, dan larangan bagi umat manusia.

  • Nilai keindahan,

yaitu nilai yang berhubungan dengan kebutuhan akan estetika (keindahan) sebagai salah satu aspek dari kebudayaan.

Baca Juga : 

3. Nilai Sosial Menurut Prof. Notonegoro

Prof. Notonegoro berpendapat bahwa nilai sosial dalam masyarakat dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

  • Nilai Material

yaitu, nilai yang terkandung dalam materi suatu benda yang berguna bagi kehidupan manusia. Sebagai contoh: bahan bangunan (pasir, batu-batuan) yang berguna untuk membuat rumah, gedung bertingkat, sekolah, dan lain-lain.

  • Nilai vital

adalah sesuatu yang berguna bagi manusia agar dapat melakukan aktivitas atau kegiatan dalam kehidupannya. Misalnya, komputer sebagai alat teknologi canggih yang membantu kegiatan administrasi di perkantoran.

4. Nilai spiritual/rohani

yaitu suatu hal yang berguna untuk kebutuhan rohani. Dibagi menjadi 4, yaitu:

  • Nilai Religius

Nilaireligiusmerupakan nilai yang berisi filsafat-filsafat hidup yang dapat diyakini kebenarannya, misalnya nilai-nilai yang terkandung dalam kitab suci.

  • Nilai Estetika

Nilaiestetikamerupakan nilai keindahan yang bersumber dari unsur rasa manusia (perasaan atau estetika) misalnya, kesenian daerah atau penghayatan sebuah lagu.

  • Nilai Moral

Nilai moral merupakan nilai mengenal baik buruknya suatu perbuatan misalnya, kebiasaan merokok pada anak sekolah.

  • Nilai Kebenaran/Empiris

Nilai Kebenaran/Empiris merupakan nilai yang bersumber dari proses berpikir menggunakan akal dan sesuai dengan fakta-fakta yang terjadi (logika/rasio) misalnya, ilmu pengetahuan bahwa bumi berbentuk bulat.

5. Nilai Sosial Menurut C. Kluckhon

Menurut C. Kluckhon, nilai sosial pada masyarakat mendasarkan pada lima masalah pokok, yaitu:

  • Nilai hakikat hidup manusia,

Masyarakat yang menganggap hidup itu baik, buruk atau hidup buruk tetapi berusaha untuk mengubah menjadi hidup yang baik.

  • Nilai hakikat karya manusia,

Masyarakat yang menganggap karya manusia untuk memungkinkan hidup, memberikan kedudukan yang terhormat atau sebagai gerak hidup untuk menghasilkan karya lagi.

  • Nilai hakikat kehidupan manusia dalam ruang dan waktu,

Masyarakat yang memandang penting berorientasi masa lampau, masa sekarang atau masa mendatang.

  • Nilai hakikat hubungan manusia dengan alam sekitar,

Masyarakat yang memandang alam sebagai suatu hal yang dahsyat, suatu yang bisa dilawan manusia atau berusaha mencari keselarasan dengan alam.

  • Nilai hakikat manusia dengan sesamanya,

Masyarakat yang lebih mendahulukan hubungan vertikal antara manusia dengan sesamanya, hubungan horizontal antara manusia dengan sesamanya, atau  bergantung dengan orang lain adalah tindakan tidak benar.

6. Berdasarkan Tingkat Keberadaannya

Kita mengenal dua jenis nilai berdasarkan tingkat keberadaannya, yaitu nilai yang berdiri sendiri dan nilai yang tidak berdiri sendiri.

  • Nilai yang berdiri sendiri,

yaitu suatu nilai yang diperoleh semenjak manusia atau benda itu ada dan memiliki sifat khusus yang akhirnya muncul karena memiliki nilai tersebut. Contohnya pemandangan alam yang indah, manusia yang cantik atau tampan, dan lain-lain.

  • Nilai yang tidak berdiri sendiri,

yaitu nilai yang diperoleh suatu benda atau manusia karena bantuan dari pihak lain. Contohnya seorang siswa yang pandai karena bimbingan dan arahan dari para gurunya. Dengan kata lain nilai ini sangat bergantung pada subjeknya.

Daftar Pustaka:

  • Bertens, K.1975. Ringkasan sejarah filsafat. Yogyakarta: Kanisius.
  • Hamersma, Harry.1992. Tokoh-tokoh filsafat 
  • Soelaeman, M. Munandar. 2001. Ilmu Sosial Dasar. Bandung: Refika Aditama.
  • SuriasumantrI, Jujun S. 2005. Filsafat ilmu sebuah pengantar populer.Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.