Menjelaskan Jenis – jenis Data dengan singkat

Berdasarkan jenisnya data dikelompokkan menjadi dua macam yaitu, data kualitatif dan data kuantitatif.

  • Data kualitatif

Merupakan data yang menunjukkan mutu atau kualitas sesuatu yangada, baik proses, keadaan, peristiwa, kejadian dan lainnya yang dinyatakan ke dalam bentuk pertanyaan atau berupa kata-kata. Penentuan kualitas data tersebut menurut kemampuan memberikan nilai tentang bagaimana mutu dari sesuatu itu. Misalnya : wanita itu cantik, pria itu keren, baik, ganteng, senang, harga minyak naik, rumah itu kecil dan lain sebagainya. Data ini umunya diperoleh dari hasil wawancara dan bersifat subejktif, karena data tersebut bisa ditafsirkan beda oleh yang berbeda. Data kualitatif bisa diubah atau diangkakan (kuantifikasi) dalam bentuk ordinal ataupun rangking.

Mengelompokkan data kualitatif dilihat dari jenisnya menjadi sebagai berikut ini:

Data kategori

data yang dinyatakan guna menunjukkan bahwa suatu keadaan, proses, atau kejadian termasuk dalam salah satu golongan atau suatu pihak tertentu. Contohnya dari penelitian tentang PHK, didaptkan data yang termasuk dalam 3 golongan, yang terdiri dari: pihak yang menghendaki pesangon diberikan 3 bulan bagi semua yang terkena PHK, pihak yang menghendaki pesangon untuk yang sudah bekerja satu tahun atau lebih, dan pihak yang menginginkan semua tidak diberi pesangon.

Data yang menunjukkan porsi

data yang dari setiap keadaan yang dinyatkan dengan perkataan yang merupakan perbandingan dengan yang ideal atau keseluruhan. Misalnya penelitian tentang tingkat penghasilan masyarakat yang menghasilkan: sebagian besar berpenghasilan sedang yang berarti juga sebagian kecil yang berpenghasilan rendah dan tinggi.

Data berjenjang atau meningkat

data yang dinyatakan dengan kata-kata untuk menunjukkan bahwa suatu keadaan atau peristiwa termasuk pada suatu tingkatan kualitas/mutu tertentu di atas atau dibawah mutu rata-rata. Contohnya: dalam suatu penelitian tentang perwujudan pandangan hidup Pancasila berkenaan dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa di lingkungan SMA. Data untuk itu dinyatakan dengan ukuran kualitatif berupa kata-kata: baik sekali, baik, sedang, buruk, dan buruk sekali.

Data yang bersifat relatif

data yang dinyatakan dengan kata-kata guna menunjukkan bahwa suatu keadaan atau kejadian merupakan sesuatu yang keberadaannya dapat berubah-ubah. Data tersebut dinyatakan dalam perkataan, selalu, sering, kadang-kadang, jarang, tidak pernah, dan lain sebagainya. contohnya dalam sebuah penelitian mengenai kepariwisataan dipertanyakan apakah pernah menggunakan hari libur bersama keluarganya untuk berpiknik ke luar negeri, yang dijawab, selalu, kadang-kadng, jaran dan lainnya.

 

Data yang bertentangan

data yang menyatakan bila yang satu ada, maka yang lainnya tidak ada mengenai suatu keadaan, peristiwa atau proses yang akan diungkapkan ke dalam suatu penelitian. Data ini menggambarkan kondisi ekstrem pada dua sisi yang bertolak belakang, yang dinyatkan dengan kata-kata: setuju – tidak setuju, benar – salah, positif – negatif, cukup – tidak cukup, dan sebagainya. Tidak jarang peneliti mencoba untuk memasukkan keadaan moderat atau rata-rata di antara kedua ekstrems tersebut, namun untuk suatu penelitian tidak berarti, karena hasilnya menghendaki suatu ketegasan.

Kondisi yang netral dalam masyarakat terhadap suatu pembaharuan, berarti lebih mengarah pada negatif. kondisi ragu-ragu akan lebih mengarah kepada tidak setuju daripada setuju. Kondisi hampir boleh, sesungguhnya berarti tidak boleh, sama halnya denga hampir cukup yang berarti tidak cukup. Keadaan bertentangan ini berlaku bagi keadaan, kejadian dan proses yang menuntut kondisi ekstrem sebagai ukurannya.

Data kualitatif mengandalkan proses berfikir dalam menjalankan interpretasi dan mengambil kesimpulan, oleh sebab itu interpretasi data kualitatif dipengaruhi oleh kemampuan berfikir dan sudut pandang, sehingga jangkauan hasil penelitian akan sangat bervariasi keluasan dan kedalamannya. Data yang sama kemungkinan saja dapat ditafsirkan berbeda karena sudut pandang yang dipakai dalam proses berpikir berbeda. Sehingga dapat dikatakan hasil penelitian menjadi bersifat subjektif.

  • Data Kuantitatif

Merupakan data yang berbentuk angka-angka sebagi hasil pengukuran ataupun hasil observasi. Misalnya harga gula Rp 12.000/kg, Dedi berat badanya 58 kg, dan lain sebagainya. Data kuantitatif didapatkan dari pengukuran langsung dan dari angka-angka yang diperoleh dengan mengubah data kualitatif menjadi data kuantitatif. Data kuantitatif mempunyai sifat objektif dan dapat ditafsirkan sama oleh semua orang.