Menjelaskan Jenis dan Fungsi Difusi dengan singkat

ifusi dibedakan menjadi dua jenis yang pertama Difusi umumnya terjadi saat sel ingin mengambil molekul atau nutrisi yang tidak berpolar / berkutub atau hydrophobic. Molekul bisa langsung berdifusi ke dalam membran plasma yang terbuat dari  phospholipids. Difusi yang seperti ini tidak membutuhkan energi atau Adenosine Tri-Phosphate. dan Difusi khusus terjadi saat sel ingin mengambil molekul atau nutrisi yang berpolar tau hydrophilic dan ion, Defusi yang seperti ini lebih membutuhkan protein khusus yang memberikan jalur terhadap  partikel tersebut ataupun membantu perpindahan partikel. Hal tersebut dilakukan sebab partikel-partikel itu tidak bisa melewati membran plasma dengan mudah. Protein yang ikut campur dalam didusi khusus tersbut biasanya berfungsi sebagai partikel spesifik.

Jenis-jenis Difusi

Difusi dibedakan menjadi dua, yaitu difusi biasa dan khusus. Inilah uraiannya:

  1. Difusi biasa
    Sel ingin mengambil nutrisi, atau terjadi pada molekul/partikel hydropobhic (tidak berpolar). Partikel akan langsung berdifusi tanpa memerlukan energi, dan bisa melewati membran langsung.
  2. Difusi khusus
    Terjadi di sel yang ingin mengambil nutrisi, terjadi di partikel yang punya polar/ion (hydrophilic). Diperlukan protein yang khusus agar partikel bisa melewati membran.

Fungsi Disfusi Di kehidupan sehari-hari, Anda akan sering melihat contoh terjadinya difusi, yang paling mudah seperti contoh teh dan gula di atas. Contoh yang lain adalah:

  • Parfum ketika disemprotkan di dalam kamar, aromanya akan segera menyebar ke seluruh penjuru kamar, sebab partikel di parfum berdifusi dengan udara.
  • Proses yang terjadi ketika Anda menaburkan garam ke dalam makanan.
  • Konduksi panas, di mana energi panas dari satu benda tersebut bergerak dari suhu yang tinggi ke suhu rendah, membuat benda lain yang menyentuhnya jadi panas juga.