Menjelaskan Jenis Asam Nukleat dengan singkat

Asam Deoksiribonukleat

Asam deoksiribonukleat merupakan asam nukleat yang berisi instruksi genetik yang digunakan dalam pengembangan dan fungsi dari semua organisme hidup dikenal. Peran utama dari molekul DNA adalah penyimpanan jangka panjang informasi dan DNA sering dibandingkan dengan satu set cetak biru, karena berisi petunjuk yang dibutuhkan untuk membangun komponen lain sel, seperti protein dan molekul RNA. Segmen DNA yang membawa informasi genetik ini disebut gen, tetapi urutan DNA lain memiliki tujuan struktural, atau terlibat dalam mengatur penggunaan informasi ini genetik.

Ciri-ciri Asam Deoksiribonukleat :

  • Makromolekul dengan Mr yang sangat besar.
  • Terdiri dari mononukleotida utama :

dAMP, dGMP, dTMP, dCMP

  • Terdiri dari dua atau lebih rantai polinukleotida yang tersusun dalam struktur heliks (heliks ganda)
  • Setiap spesies/organisme mononukleotida utamanya mempunyai perbandingan, urutan dan berat molekul (Mr) yang spesifik.
  • Pada sel prokariotik (mengandung hanya satu kromosom) DNA nya merupakan makromolekul tunggal dengan Mr = 2 x 109.
  • Pada sel eukariotik (mengandung banyak kromosom) mempunyai banyak molekul DNA dengan Mr yang sangat besar.
  • DNA terutama terdapat dalam inti sel (DNA inti) bergabung dengan protein histon. Juga bisa terdapat pada sitoplasma (DNA sitoplasma), dalam mitokondria, dalam khloroplas.
  • Pada sel bakteri selain terdapat dalam inti sel juga bisa pada sel membran = mesosom dan dalam sitoplasma di luar kromosom = plasmid/episom.
  • DNA normal dari suatu spesies yang berbeda menunjukkan adanya keteraturan (regularitas)

CHARGAFF’S RULES :

  1. Komposisi basa dari DNA suatu organisme adalah tetap pada semua sel nya dan mempunyai karakteristik tertentu
  2. Komposisi basa dari DNA bervariasi dari suatu organisme dengan organisme lainnya dinyatakan dengan dissymmetry ratio : (A + T) / (G + C)
  3. Komposisi basa dari suatu spesies tidak berubah oleh umur, keadaan nutrisi, ataupun lingkungan.
  4. Jumlah adenin dalam DNA suatu organisme selalu sama dengan jumlah timin (A = T).
  5. Jumlah guanin dalam DNA suatu organisme selalu sama dengan jumlah sitosin (G=C).
  6. Jumlah total basa purin dalam DNA suatu organisme selalu sama dengan jumlah total basa pirimidin : (A + G) = (T + C).

Asam Ribonukleat

Asam ribonukleat (RNA) fungsi dalam mengkonversi informasi genetik dari gen ke dalam sekuens asam amino dari protein. Ketiga jenis universal termasuk RNA transfer (tRNA), messenger RNA (mRNA), dan RNA ribosomal (rRNA). Messenger RNA bertindak untuk membawa informasi urutan genetik antara DNA dan ribosom, mengarahkan sintesis protein. Ribosomal RNA adalah komponen utama dari ribosom, dan mengkatalisis pembentukan ikatan peptida. transfer RNA berfungsi sebagai molekul pembawa untuk asam amino yang akan digunakan dalam sintesis protein, dan bertanggung jawab untuk decoding mRNA. Selain itu, banyak kelas RNA sekarang dikenal.

Ciri-ciri Asam Ribonukleat :

Terdiri dari rantai tunggal poliribonukleotida.

  • Hampir seluruhnya terdapat di sitoplasma, juga terdapat pada virus.
  • Rantai tunggal→ Chargaff’s Rules tidak berlaku
  • Ada 3 macam : tRNA (transfer-RNA) – mRNA (messenger-RNA) – rRNA (ribosomal-RNA)
  1. -tRNA
    Molekul yang kecil
    Basanya : A, G dan U yang termetilasi.
    Jumlahnya hanya sedikit dari total RNA dalam sel
    Mengangkut (transport) asam amino spesifik ke
    Ribosom untuk proses sintesis protein
  2. -mRNA
    Basa nya : A, G, C dan U
    Disintesis dalam inti sel pada proses transkripsi
    Pembawa informasi genetik dari DNA untuk
    Sintesis protein
    Umurnya pendek→ mengalami Degradasi/resintesis
  3. -r RNA
    Bagian terbanyak dari RNA dalam sel (80%)
    Merupakan 60% dari berat ribosom
    Basa utamanya : A, G, C, U
    Fungsinya belum jelas