Menjelaskan Isi Politik Etis dengan singkat

Pencetus politik Etis ialah Van Deventer. Isi dari politik Etis familiar dengan istilah Trilogi Van deventer atau Trias Van deventer. Pada tahun 1889Van Deventer memperjuangkan nasib bangsa Indonesia dengan mencatat karangan dalam majalah De Gids yang berjudul Eeu Eereschuld (Hutang Budi). Van Deventer menyatakan bahwa Belanda sudah berhutang budi untuk rakyat Indonesia. Hutang budi tersebut harus dibalikkan dengan membetulkan nasib rakyat, mencerdaskan dan memakmurkan. Isi politik etis yaitu:

  • Irigasi (pengairan)

Irigasi (pengairan), membina dan membetulkan pengairan-pengairan dan bendungan untuk kebutuhan pertanian. Sarana vital untuk pertanian ialah pengairan dan oleh pihak pemerintah sudah dibangun semenjak 1885. Bangunan-bangunan irigasi Berantas dan Demak seluas 96.000 bau, pada 1902 menjadi 173.000 bau. Dengan irigasi tanah pertanian bakal menjadi subur dan produksinya bertambah.

  • Emigrasi

Emigrasi yakni menyuruh penduduk guna bertransmigrasi. Dengan transmigrasi tanah-tanah di luar Jawa yang belum diubah menjadi lahan perkebunan, bakal dapat diubah untuk meningkatkan penghasilan. Selain tersebut juga untuk meminimalisir kepadatan warga Jawa. Pada 1865 jumlah warga Jawa dan Madura 14 juta. Pada 1900 telah pulang menjadi dua kali lipat. Pada mula abad ke-19 terjadi migrasi warga dari Jawa Tengah ke Jawa Timur berkaitan dengan adanya ekspansi perkebunan tebu dan tembakau, migrasi warga dari Jawa ke Sumatra Utara sebab adanya permintaan besar bakal tenaga kerja perkebunan di Sumatra Utara, khususnya ke Deli, sementara ke Lampung memiliki tujuan guna menetap. Di samping kebeberapa wilayah yang terdapat di Indonesia, warga Indonesia pun dikirim terbit negeri di antara tujuannya ialah di Suriname.

  • Edukasi

Edukasi yaitu memperluas dalam bidang pengajaran dan pendidikan. Sarana vital untuk pertanian ialah pengairan dan oleh pihak pemerintah sudah dibangun semenjak 1885. Bangunan-bangunan irigasi Berantas dan Demak seluas 96.000 bau, pada 1902 menjadi 173.000 bau. Dengan irigasi tanah pertanian bakal menjadi subur dan produksinya bertambah.

Pengaruh politik etis dalam bidang pengajaran dan edukasi sangat berperan dalam pengembangan dan ekspansi dunia edukasi dan pengajaran di Hindia Belanda. Salah seorang dari kumpulan etis yang paling berjasa dalam bidang ini ialah Mr. J.H. Abendanon (1852-1925), seorang Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan sekitar lima tahun (1900-1905). Sejak tahun 1900 berikut berdiri sekolah-sekolah, baik guna kaum priyayi maupun rakyat biasa yang nyaris merata di daerah-daerah. Politik Etis memunculkan kelompok cendikiawan/terpelajar yang nantinya menjadi pelopor Pergerakan Nasional Indonesia.