Menjelaskan ISI BERITA dengan singkat

Dapat disampaikan secara singkat bahwa isi pokok berita adalah unsur-unsur informasi pokok dari sebuah peristiwa, yang meliputi

  1. What (apa peristiwanya)
  2. Who (siapa yang mengalami peristiwa tersebut)
  3. When (kapan peristiwa terjadi)
  4. Where ( di mana tempat peristiwa terjadi)
  5. Why (mengapa bisa terjadi)
  6. How (bagaimana kronologi kejadiannya)

Enam pokok informasi tersebut sebenarnya disampaikan kepada pembaca bukan hanya sekali, melainkan sampai tiga kali.

Pertama, disampaikan melalui judul berita. Judul berita merupakan intisari dari teras berita. Judul berita biasanya diambil/dirumuskan dari beberapa (dua atau tiga) unsur 5W+1H.

Kedua, disampaikan melalui teras berita. Teras berita merupakan informasi lengkap 5W+1H, terdapat pada paragraph pertama dari sebuah berita.

Ketiga, disampaikan melalui tubuh berita. Tubuh berita merupakan penjelasan lebih lengkap dari masing-masing unsur teras berita (5W+1H).

NILAI SEBUAH PERISTIWA

Dapat dipastikan bahwa sebuah berita ditulis berdasarkan peristiwa nyata. Namun, tidak semua peristiwa nyata layak untuk diberitakan (ditulis oleh wartawan dan dimuat di media massa). Hali berkaitan dengan daya tarik suatu peristiwa, yang tentu pada ujungnya berkaitan dengan dibaca tidaknya sebuah media massa.

 

Kunci pokok kelayakan suatu peristiwa diberitakan adalah unsur penting (tidaknya) suatu peristiwa dan menarik (tidaknya) suatu peristiwa. Ada enam unsur yang dapat digunakan untuk menentukan penting dan menariknya sebuah peristiwa. Keenam unsur tersebut diurutkan dari penting (atas) ke menarik (bawah).

  1. Significance (penting), yaitu suatu kejadian yang berpotensi memengaruhi kehidupan banyak orang, yang mempunyai akibat terhadap pembaca.
  2. Timeliness (waktu), yaitu kejadian yang menyangkut hal-hal yang baru terjadi, atau baru disampaikan.
  3. Magnitude (besar), yaitu suatu peristiwa yang menyangkut angka-angka yang berarti bagi kehidupan banyak orang.
  4. Proximity (kedekatan), yaitu peristiwa yang dekat dengan pembaca, dekat secara geografis, dapat pula dekat secara emosional.
  5. Prominence (ketenaran), yaitu peristiwa yang menyangkut hal-hal terkenal atau sangat dikenal oleh pembaca.
  6. Human interest (manusiawi), yaitu peristiwa yang memberi sentuhan perasaan bagi pembaca.

Dalam rumusan yang sedikit berbeda dapat dikatakan bahwa suatu peristiwa menjadi layak untuk diberitakan jika

  1. merupakan peristiwa aktual (paling akhir terjadi)
  2. berhubungan dengan tokoh terkenal (public figure)
  3. berkaitan dengan jumlah yang besar
  4. peristiwa langka (jarang terjadi)
  5. peristiwa unik (lain dari yang lain)
  6. dekat (lokasi atau emosional) dengan pembaca
  7. ada unsur manusiawi
  8. berkaitan dengan lingkungan hidup (keberlangsungan hidup manusia)