Menjelaskan Instalasi Jaringan Komputer dengan singkat

Dalam membangun sebuah jaringan komputer dipertukan beberapa tahap, mulai memilih desain jaringan, memilih berbagai perangkat jaringan, sistem operasi, instalasi Jaringan hingga pengesetan jaringan. Pada proses perancangan jaringan merupakan langkah yang sangat berpengaruh terhadap kinerjanya.

Pemilihan desain jaringan, perangkat keras, media transmisi, perangkat koneksi, dan sistem operasi harus dipertimbangkan dengan seksama. Suatu jaringan juga harus mempertimbangkan aspek-aspek lain, seperti tingkat kemampuan dan penggunanya serta tujuan dan pembangunan jaringan itu sendiri.

Pada kebanyakan usaha warnet dan game center, jaringan komputer yang digunakan adalah jaringan komputer dengan media transmisi kabel. Penggunaan media transmisi menjadi pilihan utama karena selain lebih ekonomis, penggunaan kabel juga lebih efektif dibandingkan menggunakan jaringan wireless.

Pemasangan Kartu Jaringan

Walaupun telah banyak motherboard yang telah menyertakan port LAN Card, namun tidak ada salahnya jika Anda mengenal langkah-langkah pemasangan kartu jaringan sehingga apabila nantinya terjadi kerusakan pada port LAN Card bisa diganti dengan segera. Pemasangan kartu jaringan pada motherboard. Dalam melakukan pemasangan kartu jaringan pada motherboard disesuaikan dengan kartu jaringan yang dimiliki.

Jenis kartu jaringan ini ada dua, yaitu model ISA atau PCI. Jika kartu jaringan yang Anda miliki adalah model ISA, maka tidak dapat dipasangkan pada slot PCI dan begitu juga sebaliknya. Jadi, pemasangan kartu jaringan harus sesuai dengan slot ekspansi yang disediakan pada motherboard. Karena ukuran slot ekspansi yang tidak sama, maka akan mempermudah dalam pemasangan sehingga tidak mungkin tertukar. Pemasangan kartu jaringan dapat dilakukan pada slot manapun selama slot tersebut tidak dipakai oleh komponen lain atau masih kosong.

Berikut adalah langkah dalam pemasangan tersebut:

1. Matikan PC Client jika komputer masih dalam keadaan menyala.
2. Buka tutup casing dengan obeng.
3. Pasang LAN card di slot PCI (jika LAN card menggunakan PCI) pada PC Client.
4. Tutup kembali casingnya, kemudian hidupkan kembali PC.
5. Pada saat PC hidup, sistem akan langsung mendeteksi adanya perangkat yang baru terpasang.
6. Masukkan CD driver dan ikuti proses penginstalan driver sampai selesai.
7. Lakukan pada langkah yang sama pada PC client yang lain.

Menetukan Desain Jaringan

Proses perancangan suatu jaringan merupakan langkah yang sangat berpengaruh terhadap kinerjanya. Desain jaringan merupakan fondasi bagi sebuah jaringan. Desain apa pun yang dipilih akan menentukan perangkat keras lain yang akan dibutuhkan.

 

Topologi Jaringan Komputer

Desain jaringan merupakan fondasi bagi sebuah jaringan. Desain apa pun yang dipilih akan menentukan perangkat keras lain yang akan dibutuhkan. Jaringan komputer sendiri diklasifikasikan menurut topologi jaringan yang dibuatnya sebagai Bus network, Star network, Ring network, Mesh network, Star-bus network, Tree atau Hierarchical topology network.

Topologi Network menentukan cara bagaimana peranti di jaringan melihat relasi logis mereka satu dengan lainnya. Penggunaan kata logical di sini merupakan hal yang signifikan karena topologi jaringan komputer tidak ada hubungannya dengan layout fisik dad jaringan.

Maksudnya walaupun jaringan komputer tersebut diletakkan secara fisik menggunakan layout linear, apabila dibuat menggunakan hub maka tetap saja disebut jaringan dengan topologi star. Jadi, topologi logical berbeda dengan layout fisik.

Bus Network

Jaringan dengan topologi Bus adalah jaringan di mana beberapa client dihubungkan menggunakan line komunikasi yang terbagi yang disebut Bus. Jaringan Bus ini sangat mudah dibuat sehingga jaringan paling mudah dibuat untuk menghubungkan client yang ada. Namun kekurangannya adalah apabila 2 klien ingin mentransmisikan data pada saat yang sama di bus yang sama, maka akan ada collision atau tabrakan data.

Untuk menangani hal itu, beberapa sistem yang menggunakan arsitektur bus umumnya memiliki skema collision handling untuk menangani apabila ada tabrakan data, misalnya menggunakan Carrier Sense Multiple Access atau penggunaan master Bus untuk mengontrol akses yang ada di sumber daya bus yang terbagi. Jaringan yang menggunakan topologi bus merupakan jaringan yang pasif, di mana komputer yang terhubung ke bus akan mendengarkan saja apakah ada sinyal dan tidak bertanggung jawab untuk menjalankan sinyal tersebut.

Walaupun demikian, banyak arsitektur aktif yang bisa juga diklasifikasikan sebagai bus mengingat mereka menggunakan fungsi logis yang sama seperti bus pasif. Misalnya Switch yang bisa dianggap sebagai jaringan bus logis.

Star Network

Topologi yang paling sering digunakan pada saat ini, yaitu dengan menggunakan alat lain seperti hub, switch, dan lain sebagainya untuk menghubungkan komputer satu dengan yang lainnya. Keuntungan yang didapat dan penggunaan topologi star adalah:

1.Performa

Paket data yang tidak perlu melewati titik-titik yang tidak diperlukan. Komunikasi antara perangkat komputer hanya memerlukan 3 perangkat dan 2 link. Trafik yang terisolasi dari simpul yang tidak diperlukan akan membuat titik yang tidak dipergunakan tidak akan ikut bekerja.

2.Isolasi

Tiap peranti terisolasi di link dia sendiri. Jadi, jika ingin mencopot sebuah node di jaringan, caranya sangat mudah. Anda tinggal mencopot colokan link dari peranti tersebut ke hub.

 3.Sentralisasi
Jaringan bisa dengan mudah dikembangkan dan ditingkatkan jumlahnya dengan hanya menambah kapasitas dari simpul hub. Atau dengan menambahkan peranti lain ke topologi star. Karena semua lalu lintas data akan melalui hub, maka hub bisa digunakan dengan mudah untuk inspeksi atau mengontrol trafik melalui jaringan.