Menjelaskan Iklim Indonesia dengan singkat

LETAK DAN BATAS NEGARA

Republik Indonesia merupakan negara kepulauan, memanjang dari Barat ke Timur, berada di wilayah Asia Tenggara, yang terletak di antara 6o8’Lintang Utara sampai 11o15′ Lintang Selatan dan antara 94o45′ sampai 141o5′ Bujur Timur. Negara Republik Indonesia berbatasan dengan:

  • Singapura , Malaysia, Filipina, Laut Cina Selatan dan Samudera Pasifik (di sebelah utara)
  • Samudera Hindia (di sebelah barat)
  • Australia, Samudera Hindia ( di sebelah selatan)
  • Papua Nugini (di sebelah timur)

Sebagai negara kepulauan yang terletak di antara dua benua dan dua samudera, maka wilayah Indonesia dapat dikatakan merupakan kelanjutan dari benua Asia dan Australia dengan celah yang menghubungkan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik pada cekungan tengahnya.

PEMBAGIAN WILAYAH

Berdasarkan perbedaan waktu maka Indonesia dibagi menjadi 3 (tiga) wilayah waktu yang masing-masing berselisih satu jam, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), yang meliputi : Sumatera, Jawa, Madura, dan Kalimantan Barat; Waktu Indonesia Tengah (WITA), meliputi wilayah : Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, dan Timur-Timur; dan Waktu Indonesia Timur (WIT),

yang meliputi wilayah : Maluku dan Irian Jaya. Sebagai contoh, jika di Jakarta pukul 07.00, maka di Ujung Pandang pukul 08.00, dan di Jayapura pukul 09.00. Jika dibagi menurut pembagian daerah administrasi maka Negara Republik Indonesia dibagi menjadi:

• 27 Propinsi
• 243 Kabupaten
• 60 Kotamadya
• 3.839 Kecamatan
• 65.198 Desa

Iklim dan Musim

Indonesia beriklim laut tropis karena letaknya di daerah tropis dan diapit oleh dua Samudera yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Indonesia memiliki dua Musim yaitu musim hujan (Oktober – April), dan musim kemarau (Mei – September).

Namun karena wilayahnya yang luas, keadaan geografisnya yang berbeda- beda serta daerahnya yang dibelah oleh garis khatulistiwa maka sering terjadi perbedaan atau penyimpangan musim.
Suhu dan Kelembaban Udara Suhu udara berkisar antara 20 oC sampai 30 oC. Semakin tinggi suatu tempat, semakin rendah pula suhunya. Misalnya, di berbagai dataran tinggi atau di daerah – daerah yang dikelilingi pegunungan, suhu malam hari pada musim kemarau terkadang dapat menjadi sangat rendah.

Secara umum dapat digambarkan bahwa pada daerah yang berada sampai 700 meter di atas permukaan laut merupakan daerah panas dengan suhu 22oC keatas. Daerah dengan ketinggian antara 700 – 1500 meter merupakan daerah sedang dan suhunya berkisar antara 15oC sampai 22oC. Daerah dengan ketinggian antara 1500 – 2500 meter termasuk daerah sejuk dengan suhu antara 11oC sampai 15oC dan daerah dengan ketinggian antara 2500 – 4000 meter, yaitu daerah dingin, suhunya berkisar 11o kebawah.

Curah Hujan dan Keadaan Angin

Jumlah curah hujan bervariasi menurut bulan dan menurut letak stasiun pengamat. Pada umumnya curah hujan di Indonesia Bagian Timur lebih sedikit dari pada di Indonesia Bagian Barat.

Namun demikian ada daerah di Indonesia Bagian Timur yang mendapat curah hujan yang cukup banyak yaitu : Maluku dan Irian Jaya. Kecuali di beberapa tempat tertentu, curah hujan di Indonesia rata-rata 2.000 – 3.000 milimeter setahun. Selama tahun 1993, curah hujan tertinggi terdapat di kota Kupang yaitu 34.3 milimeter (Januari),

sedangkan curah hujan terendah ada di Sulawesi Tenggara yaitu 0. 02 milimeter (Juli). Keadaan angin pada musim hujan biasanya lebih kencang dan angin bertiup dari Barat dan Barat Laut.

Oleh karena itu musim tersebut dikenal sebagai Musim Barat. Pada musim kemarau angin timur cukup kencang bertiup dari benua Australia. Kecepatan angin hampir di seluruh propinsi di Indonesia yang dipantau pada tahun 1993 umumnya merata setiap bulannya, yaitu pada kisaran 0 hingga 30 knot, kecuali di propinsi Bengkulu dan Sulawesi Utara.

Angin kencang yang biasa terjadi di laut mempunyai kecepatan antara 30 – 60 knot. Pada masa peralihan (April – Mei dan Oktober-Nopember) arah angin tidak beraturan.

POLA CURAH HUJAN DI INDONESIA

Pola umum curah hujan dikepulauan Indonesia dapat dikatakan sebagai berikut:

  1. Pantai barat setiap pulau memperoleh jumlah hujan selalu lebih banyak dari pantai timur.
  2. Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT merupakan barisan pulau-pulau yang panjang dan berderet dari barat ketimur. Pulau-pulau ini hanya diselingi oleh selat-selat yang sempit, sehingga untuk kepulauan ini secara keseluruhan tampak seakan-akan satu pulau, sehingga berlaku juga dalil, bahwa disebelah timur curah hujan lebih kecil, kalau dibandingkan dengan sebelah barat. Sebelah barat dari jejeran pulau ini adalah pantai Barat Jawa Barat.
  3. Selain bertambahnya jumlah dari timur ke barat, hujan juga bertambah jumlahnya dari dataran rendah ke pegunungan, dengan jumlah terbesar pada ketinggian 600 – 900 m.
  4. Di daerah pedalaman semua pulau, musim hujan jatuh pada musim pancaroba. Demikian juga halnya di daerah-daerah rawa yang besar-besar.
  5. Bulan maksimum hujan sesuai dengan letak daerah konvergensi antartropik.
  6. Saat mulai turunnya hujan juga bergeser dari barat ke timur. Pantai Barat Pulau Sumatera sampai Bengkulu, mendapat hujan terbanyak bulan November; Lampung – Bangka, yang letaknya sedikit ke Timur, pada bulan Desember. Sedangkan Jawa (utara), Bali, NTB, NTT pada bulan Januari – Februari, yang letaknya lebih ketimur lagi.
  7. Sulawesi selatan bagian timur, Sulawesi Tenggara, Maluku Tengah mempunyai musim hujan yang berbeda, yaitu Mei – Juni. Justru pada waktu bagian lain dari kepulauan Indonesia ada pada musim kering. Batas rezim hujan Indosesia Barat dan rezim hujan Indonesia Timur klira-kira terdapat pada 1200 bujur timur.

Curah hujan di Indonesia tergolong tinggi, yaitu lebih dari 2000 mm/tahun. Akan tetapi seperti telah disebutkan dimuka bahwa antara tempat yang satu dengan tempat yang lain curah hujannya tidak sama.

Daerah yang paling besar curah hujannya adalah daerah Baturaden di Lereng Gunung Slamet, dengan curah hujan sekitar 7069 mm/tahun. Sedangkan kota Palu di Sulawesi Tengah, merupakan daerah yang paling kering, dengan curah hujan sekitar 547 mm/tahun.

3. Posisi Silang;

4. Sumber-Sumber Daya Alam;

5. Faktor-Faktor Sosial Politik

Lokasi Fisikal Indonesia; Keberadaan pada lokasi ini adalah faktor geopolitik utama yang mempengaruhi perpolitikan di Indonesia. Berdasarkan kondisi fisikal, negara Indonesia berada pada dua benua yang dihuni oleh berbagai bangsa yang memiliki karakteristik masing-masing, yaitu benua Asia dan Australia. Selain itu, Indonesia pun berada di antara dua samudera yang menjadi jalur perhubungan berbagai bangsa, yaitu Samudera Pasifik dan Hindia.

Sebutan Indonesia di Luar Negeri

Berikut adalah julukan-julukan negara kita tercinta yang di berikan oleh luar negeri. Betapa bangganya kita sehingga orang luar sangat kagum dengan Negara Indonesia.

  1. Jamrud Khatulistiwa.

Julukan ini diberikan dunia kepada Indonesia karena letak geografis Indonesia yang dilintasi oleh garis khatulistiwa dengan penampakan alam yang sangat hijau seperti jamrud.

  1. Nusantara.

Ini adalah julukan yang di sematkan oleh kerajaan majapahit terhadap wilayah Indonesia dari Sumatra sampai Papua dalam literature bahasa Jawa. Selain itu, Thailand juga menyebut Indonesia dengan julukan Nusantara merunut pada sejarah kerajaan Majapahit dulu.

  1. Negara Agraris.

Julukan ini mengacu pada kenyataan bahwa lahan pertanian Indonesia sangat luas dengan sebagian besar mata pencaharian penduduk kita sebagai petani Negara Maritim Julukan ini mengacu pada kenyataan perairan Indonesia yang luas.

  1. Negara Nyiur.

Julukan ini disematkan karena Indonesia adalah Negara maritim yang otomatis ditumbuhi oleh pohon-pohon kelapa.

 

  1. Negara Seribu Candi.

Julukan negeri seribu candi diberikan dunia kepada Indonesia berawal dari dipilihnya candi Borobudur sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia.

  1. Negara Seribu Pulau.

Julukan ini diberikan melihat Indonesia terdiri dari ribuan pulau sekaligus menegaskan bahwa Indonesia adalah Negara kepulauan dengan jumlah pulau terbanyak di dunia.

  1. Negara Megabiodiversitas.

Julukan ini diberikan kepada Indonesia karena para peneliti dunia kagum akan keanekaragaman flora dan fauna yang ada termasuk spesies purba dan spesies langka di indonesia seperti komodo, anggrek hitam dan raflessia arnoldi.

  1. Garuda.

Julukan ini mengacu pada symbol Negara indonesia.

  1. Heaven Earth.

Julukan ini diberikan kepada Indonesia karena banyak Negara dunia iri dengan kekayaan alam Indonesia yang subur dengan hasil bumi yang melimpah dan pemandangan yang memanjakan mata.

  1. Paru-Paru Dunia.

Julukan ini beberapa kali di sematkan oleh AS dan Singapura melihat pulau Kalimantan sebagai hutan yang harus dilindungi karena berfungsi sebagai penopang paru-paru dunia

  1. The Big Mouslem Population.

Ini julukan yang diberikan orang musim dunia kepada Indonesia atas kekaguman mereka terhadap kuantitas pemeluk agama islam di indonesia.

  1. Our Large Neighbour to North and Our Nearest Asian Neighbour.

Ini julukan yang diberikan pemerintah Australia melihat Indonesia adalah Negara asia tetangga terbesar dan terdekat secara letak geografis dengan Australia.

  1. Balinesia.

Julukan Ini diberikan oleh para tourist yang mengagumi penampakan alam saat berkunjung ke bali. Dengan catatan sebenarnya para tourist itu tidak tahu jika bali adalah bagian dari indonesia

  1. Macan Asia yang Tertidur.

Julukan aslinya adalah Macan Asia. tapi julukan ini berubah menjadi Macan Asia yang tertidur pada era modern. Ini julukan yang diberikan oleh Negara-negara asia terhadap Indonesia karena Indonesia diakui memiliki potensi menjadi sebuah negeri adidaya.

  1. Mafia Asia.

Julukan ini diberikan karena indonesia menjadi penggerak pembahasan masalah-masalah di Asia.