Menjelaskan Identifikasi Subkultur dengan singkat

Mungkin akan sulit untuk dapat mengidentifikasi subkultur tertentu dikarenakn gaya-terutama pakaian dan juga mereka musik-dapat diadopsi dari budaya massa untuk tujuan yaitu komersial. Bisnis sering berusaha untuk dapat memanfaatkan daya tarik subversif subkultur mencari “keren,” yang tetap berharga didalam menjual suatu produk apapun. proses pengakuan budaya tersebut juga mungkin sering mengakibatkan kematian atau juga evolusi subkultur, sebagai anggota mengadopsi gaya baru yang muncul akan menjadi sulit bagi masyarakat umum.

Di tahun 2007, Ken Gelder tersebut mengusulkan enam cara kunci di mana subkultur dapat diidentifikasi , antara lain :

  1. Melalui cara hubungan  yang tidak baik (negatif) mereka untuk dapat bekerja (sebagai ‘siaga’, ‘parasit’, bermain atau rekreasi, dll)
  2. Melalui cara hubungan negatif atau juga ambivalen mereka ke kelas(karena subkultur tidak ‘kelas-sadar danjuga tidak sesuai dengan definisi kelas tradisional)
  3. Melalui cara hubungan mereka dengan wilayah (yang ‘jalan’, ‘hood’, klub, dll), daripada properti
  4. Melalui suatu gerakan mereka keluar dari rumah dan menjadi suatu bentuk non-domestik milik (yaitu kelompok sosial selain keluarga)
  5. Melalui hubungan gaya mereka secara berlebihan dan juga berlebihan (dengan beberapa pengecualian)
  6. Melalui suatu penolakan mereka mengenai hal-hal dasar dari kehidupan biasa

Contoh: Minoritas agama tersebut bisa dianggap subkultur. Misalnya ialah, Mormon mungkin dapat dianggap subkultur. Dalam budaya Mormon tersebut, memungkin ada subkultur lebih banyak lagi (atau juga sub-subkultur), seperti orang-orang yang terus berpoligami.

Subkultur tersebut memasukkan sebagian besar dari budaya yang lebih luas , dan meraka menjadi bagian; dalam spesifik mungkin mereka berbeda secara radikal.

Apropriasi budaya ialah suatu proses yang mana sering berusaha untuk bisnis  dan memanfaatkan daya tarik subversif subkultur mencari “keren,” yang tetap berharga didalam penjualan produk apapun.