Menjelaskan Idea Dasar Dalam Etimologi dengan singkat

  1. Kata ini biasanya dimulai dengan bentuk lebih lama dan mungkin lebih rumit, yang kemudian menjadi lebih sederhana atau lebih pendek. Sebagai contoh, mesa ( “kerbau”) dalam bahasa Jawa Krama berasal dari bahasa Sansekerta Mahisa.
  2. Berbeda dengan item di atas, kata-kata pendek yang dapat diperpanjang dengan penambahan akhiran pada kata.
    Misalnya, kata berasal dari dokter untuk + + a (dokter dari Belanda).
  3. kata-kata slang (tidak resmi) dapat diterima sebagai bahasa resmi. Kadang-kadang sebaliknya adalah benar, kata resmi menjadi gaul.
  4. Kata-kata “kasar” atau “kotor” dapat menjadi eufemisme dan eufemisme juga bisa menjadi “kasar”.
  5. kata tabu dapat dihindari dan kemudian menghilang, sering digantikan oleh eufemisme atau pengandaian kata.
  6. Kata-kata dapat dikombinasikan menjadi sebuah kata portmanteau, seperti Kepolisian, sebuah penggabungan dari polisi dan daerah.
  7. Kata-kata dapat dimulai sebagai akronim, seperti SIM ( “SIM”).
  8. Kedengarannya seperti sesuatu kata-kata dapat didisimilasikan. Misalnya, laporan berasal dari “rapport” (Belanda), tapi suara pertama telah berubah menjadi r r l untuk membedakan suara dua angka.
  9. Suara dapat ditambahkan ke dalam satu kata, menurut Indonesia morfologi: Maret (Belanda: “Maart”) atau dihilangkan (anestesi dari Persia Bahasa “bihausi”).
  10. suara asing bisa diindonesiakan, saran ini (Arab: “fatwa”).
  11. Kata-kata dapat dibuat pada tujuan, seperti apa yang Anda katakan.
  12. Kata-kata dapat dipilih dari tempat tertentu (toponim, misalnya capsicum berarti “cabai”) atau dari nama orang tertentu (eponymous, The Achilles tendon).