Menjelaskan Hubungan Keanekaragaman Dan Perubahan Sosial Budaya dengan singkat

Yang dalam melaksanakan pembangunan nasional, pemerintah harus mempertimbangkan pentingnya biaya sosial yang dikaitkan dengan kerugian yang ditimbulkan dari pembangunan tersebut. Namun kadang, kadang efek sosial ini belum mendapatkan perhatian yang serius, yang biasanya yang terjadi ialah pembangunan saran fisik tanpa dibarengi dengan pembangunan mental masyarakat sekitarnya. Yang akibatnya akan menimbulkan banyak kekagetan bagi masyarakat disekitarnya. Terdapat tiga langkah dalam melaksanakan pembangunan sosial yang diantaranya yaitu:

  • Dengan memahami kondisi objektif tempat dilaksanakannya pembangunan.
  • Dan pembangunan sosial yang bersifat inklusif dan universalistik dalam jangkauannya.

Dalam pembangunan sosial yang universalistic memberikan perhatian pada lokalitas dan wilayah secara mendasar, bersifat holistik, lintas, sektoral, lintas disiplin dan lintas regional.

Sikap Toleransi Dan Empati Sosial

Sikap toleransi dan empati dapat dikembangkan melalui lembaga-lembaga pendidikan. Yang dalam pendidikan menekankan pada pluralitas dan multikultural yang merupakan modal sosial budaya kita yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Fokus utama dalam pendidikan terletak pada pemahaman dan upaya untuk hidup dalam konteks perbedaan, baik secara perorangan maupun kelompok tanpa harus terperangkap oleh nilai-nilai primordialisme budaya yang sempit.

Dalam sebuah UUD 1945 pasal 32 ditegaskan bahwa “pemerintah memajukan kebudayaan nasional” yang dalam penjelasan dari pasal 32 menyatakan kebudayaan bangsa yaitu kebudayaan yang timbul sebagai sebuah usaha rakyat Indonesia seluruhnya. Usaha untuk mengembangkan kebudayaan harus menuju arah kemajuan adat, budaya dan persatuan dengan tidak menolak bahan baru dari kebudayaan itu sendiri serta mempertinggi derajat kemanusian bangsa Indonesia.

Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan daerah atau suku bangsa dapat dijadikan sumber dan diangkat menjadi kebudayaan nasional apabila memiliki dua syarat yaitu:

  • Bermutu/Berkualitas Tinggi
    Unsur kebudayaan bermutu/berkualitas tinggi menjadi kebudayaan nasional yang berupa gagasan, aktivitas dan hasil karya manusia yang bermutus tinggi.
  • Bersifat khas/spesifik
    Unsur yang bersifat khas/spesifik ialah unsur yang paling memiliki ciri khas atau berbeda dengan kebudayaan dan bangsa lain.