Menjelaskan Hubungan dan Kerjasama Antar Profesi dengan singkat

Hubungan dan kerjasama BK, umumnya dalam masalah sekolah. Karena kedua kata ini sering ditemui. Hubungan berarti terkait akan peran, dan sisini kita akn membahas peranan dan kerjasama personil sekolah dalam pelayanan Bk di Sekolah. Seperti yang diungkapkan oleh Gusnanda Amalia (2014);

 

Peran Kepala/Wakil Kepala Sekolah

kepala sekolah selaku penanggung jawab seluruh penyelenggaraan pendidikan di sekolah memegang peran strategis dalam mengembangkan layanna bimbingan dan konseling di sekolah. Secara garis besarnya, Prayitno (2004) dalam Gusnanda Amalia (2014)memerincikan peran, tugas dan tanggung jawab kepala sekolah dalam bimbingan dan konseling, sebagai berikut;

  1. Mengkoordinir segenap kegiatan yang diprogramkan dan berlangsung di sekolah,sehingga pelayanan pengajaran, latihan, dan bimbingan dan konseling merupakan suatukesatuan yang terpadu, harmonis, dan dinamis.
  2. Menyediakan prasarana, tenaga, dan berbagai kemudahan bagi terlaksananya pelayananbimbingan dan konseling yang efektif dan efisien.
  3. Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program, penilaian dan upaya tidak lanjut pelayanan bimbingan dan konseling.
  4. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah.
  5. Memfasilitasi guru pembimbing/konselor untuk dapat mengembangkan kemampuanprofesionalnya, melalui berbagai kegiatan pengembangan profesi.
  6. Menyediakan fasilitas, kesempatan, dan dukungan dalam kegiatan kepengawasan yangdilakukan oleh Pengawas Sekolah Bidang BK.Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas, 2006), terdapat tujuh peranutama kepala sekolah yaitu, sebagai:1. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik). 2. Kepala sekolah sebagai manajer. 3. Kepala sekolah sebagai administrator. 4. Kepala sekolah sebagai supervisor. 5. Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin). 6. Kepala sekolah sebagai pencipta iklim kerja.7. Kepala sekolah sebagai wirausahawan.

Peran Guru Pembimbing

Bimbingan adalah proses pemberian bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahamandan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimumterhadap sekolah, keluarga serta masyarakat.

Dalam keseluruhan proses pendidikan gurumerupakan faktor utama. Dalam tugasnya sebagai pendidik, guru memegang berbagai jenisperan yang mau tidak mau harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Setiap jabatan atau tugastertentu akan menuntut pola tingkah laku tertentu pula. Sehubungan dengan peranannyasebagai pembimbing, seorang guru harus;

  • Mengumpulkan data tentang siswa
  • Mengamati tingkah laku siswa dalam situasi sehari-hari
  • Mengadakan pertemuan atau hubungan dengan orangtua siswa baik secara individumaupun secara kelompok untuk memperoleh saling pengertian tentang pendidikananak
  • Bekerja sama dengan masyarakat dan lembaga lainnya untuk membantu memecahkanmasalah siswa
  • Membuat catatan pribadi siswa serta menyiapkannya dengan baik
  • Menyelenggarakan bimbingan kelompok atau individu
  • Bekerja sama dengan petugas bimbingan lainnya untuk membantu memecahkanmasalah siswa
  • Menyusun program bimbingan sekolah bersama-sama dengan petugas bimbinganlainnya
  • Meneliti kemajuan siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Peran Guru Mata Pelajaran

Di sekolah, tugas dan tanggung jawab utama guru adalah melaksanakan kegiatanpembelajaran siswa. Kendati demikian, bukan berarti dia sama sekali lepas dengan kegiatanpelayanan bimbingan dan konseling. Peran dan konstribusi guru mata pelajaran tetap sangatdiharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisien pelayanan Bimbingan dan Konseling disekolah. Bahkan dalam batas-batas tertentu guru pun dapat bertindak sebagai konselor bagisiswanya.

Wina Senjaya (2006) menyebutkan salah satu peran yang dijalankan oleh guruyaitu sebagai pembimbing dan untuk menjadi pembimbing baik guru harus memilikipemahaman tentang anak yang sedang dibimbingnya. Sementara itu, berkenaan peran gurumata pelajaran dalam bimbingan dan konseling, Sofyan S. Willis (2005) mengemukakanbahwa guru-guru mata pelajaran dalam melakukan pendekatan kepada siswa harusmanusiawi-religius,

bersahabat, ramah, mendorong, konkret, jujur dan asli, memahami dan menghargai tanpa syarat. Prayitno (2003) memerinci peran, tugas dan tanggung jawab guru-guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling adalah:

  • Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa.
  • Membantu guru pembimbing/konselor mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukanlayanan bimbingan dan konseling, serta pengumpulan data tentang siswa-siswa tersebut.
  • Mengalihtangankan siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepadaguru pembimbing/konselor.
  • Menerima siswa alih tangan dari guru pembimbing/konselor, yaitu siswa yang menuntutguru pembimbing/konselor memerlukan pelayanan pengajar /latihan khusus (sepertipengajaran/ latihan perbaikan, program pengayaan).
  • Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru-siswa dan hubungan siswa-siswa yang menunjang pelaksanaan pelayanan pembimbingan dan konseling.
  • Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukanlayanan/kegiatan bimbingan dan konseling untuk mengikuti /menjalani layanan/kegiatanyang dimaksudkan itu.
  • Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa, seperti konferensikasus.
  • Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayananbimbingan dan konseling serta upaya tindak lanjutnya.

Peran Wali Kelas

Sebagai pengelola kelas tertentu dalam pelayanan bimbingan dan konseling, Wali Kelasberperan:

 

  • Membantu guru pembimbing/konselor melaksanakan tugas-tugasnya, khususnya di kelasyang menjadi tanggung jawabnya;
  • Membantu Guru Mata Pelajaran melaksanakan peranannya dalam pelayanan bimbingandan konseling, khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya;
  • Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa, khususnya dikelas yangmenjadi tanggung jawabnya, untuk mengikuti/menjalani layanan dan/atau kegiatanbimbingan dan konseling;
  • Berpartisipasi aktif dalam kegiatan khusus bimbingan dan konseling, seperti konferensikasus; dan
  • Mengalihtangankan siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling kepadaguru pembimbing/konselor.

Peran Pengawas BK

Pengawas BK mempunyai peranan:

  • Mengkoordinasikan guru pembimbing dalam :
  • Memasyarakatkan pelayanan BK kepada segenap warga sekolah (siswa, guru, danpersonil sekolah lainnya), orang tua siswa dan masyarakat.
  • Menyusun program kegiatan BK (prohram satuan layanan dan kegiatan pendukung, program mingguan, bulanan, caturwulan, dan tahunan).
  • Melaksanakan program BK
  • Mengadministrasikan program kegiatan BK
  • Menilai hasil pelaksanaan program BK
  • Menganalisis hasil penilaian pelaksanaan BK
  • Memberikan timdak lanjut terhadap analisis penilaian BK
  • Mengusulkan kepada kepala sekolah dan mengusahakan bagi kepentingan tenaga,prasarana, dan sarana alat dan perlengkapan pelayanan BK.

Kerjasama antara Personil Sekolah dan Pelaksana BK

Pelaksanaan tugas pokok guru dalam proses belajar pembelajaran tidak dapat dipisahkandari proses bimbingan. Ada beberapa pendapat mengenai hal ini yaitu:

  • Proses belajar menjadi sangat efektif apabila bahan yang dipelajari dikaitkan langsungdengan tujuan pribadi siswa.
  • Guru memahami siswa dan masalah-masalah yang dihadapinya lebih peka terhadapahal-hal yang dapat memperlancar dan mengganggu kelancaran kegiatan kelas.

Guru dapat memperhatikan perkembangan masalah/kesulitan secara lebih nyata. Guru pembimbing mempunyai keterbatasan dalam hal yang berkaitan dengan:

  1. Kurangnya waktu untuk bertatap muka dengan siswa dalam hal ini karena tenagapembimbing masih sangat terbatas, sehingga pelayanan siswa dalam jumlah yangcukup banyak tidak bisa dilakukan secara intensif.
  2. Keterlibatan guru pembimbing sehingga tidak mungkin dapat memberikan semuabentuk pelayanan seperti memberikann pengajaran perbaikan untuk bidang studitertentuDilain pihak, guru juga mempunyai beberapa ketentuan menurut KoestoerPratowisastro (1982). Keterbatasan-keterbatasan guru tersebut antara lain:
    1. Guru tidak mungkin lagi menangani masalah siswa yang bermacam-macam, karenaguru tidak terlatih untuk melakukan semua tugas.
    2. Guru sendiri sudah berat tugas mengajarnya, sehingga tidak mungkin lagi ditambahtugas yang lebih banyak untuk memecahkan berbagai macam masalah.