Menjelaskan Gejala Etiolasi dengan singkat

Di dalam proses pertumbuhannya tanaman cenderung tumbuh mengikuti arah sinar matahari atau seumber cahaya itu, itu artinya keberadaan sinar matahari sangat berpengaruh terhadap terjadinya proses ini. Ketika sebuah tanaman ditempatkan ditempat yang didalamnya tidak terdapat cahaya matahari, hormon auksin yang ada dalam dirinya bisa lebih aktif dalam proses pertumbuhannya, sehingga tanaman tersebut tumbuh secara abnormal “terus memanjang” hingga ujung tanaman tersebut akhirnya dapat memperoleh cahaya yang cukup guna menghambat produksi auksin dalam dirinya. Akan tetapi dalam kebanyakan kasus, pertumbuhan tanaman yang terlalu cepat tersebut tidak diimbangi oleh pertumbuhan klorofil “zat hijau daun” sehingga akibatnya bisa menyebabkan tanaman tersebut memiliki warna hijau pucat.

Etiolasi ditandai oleh beberapa gejala, seperti:

  • Tumbuhan mengalami pertambahan panjang atau tinggi dengan cukup pesat.
  • Dinding sel yang terdapat pada batang dan juga daun tanaman menjadi melemah.
  • Diantara ruas yang satu dengan lainnya pada tanaman yang mengalami etiolasi memiliki jarak yang lebih panjang.
  • Terjadinya klorosis yaitu warna daun yang pucat sebagai akibat kurangnya kandungan klorofil dalam tanaman tersebut.

Akibat Etiolasi

Ketersediaan cahaya merupakan faktor utama yang mempengaruhi terjadinya etiolasi, di mana tanaman yang hidup di tempat-tempat yang minim atau tidak ada cahaya akan membuat hormon auksin dalam tanaman tersebut menjadi aktif, sehingga menyebabkan terjadinya pertumbuhan yang abnormal pada tanaman. Pada bagian tanaman yang tidak dapat terkenan sinar matahari, maka tanaman tersebut akan menghasilkan hormon auksin dalam jumlah yang banyak yang dapat menyebabkan sel-sel dalam tanaman tersebut memanjang dengan lebih cepat, lalu apa dampak yang bisa ditimbulkan dari kondisi tersebut.

  • Terganggunya proses fotosintesis.
  • Menyebabkan terjadinya etioplas.
  • Tanaman terlihat lebih kecil “kurus”.